Sundul
Liga Italia

Inter Milan Pesimistis Rekrut Nico Paz

Wakil Presiden Inter Milan mengakui peluang mendatangkan Nico Paz dari Como sangat tipis, meski gelandang muda Argentina itu masuk radar Nerazzurri sejak musim lalu.

Admin Sundul · 08 Mei 2026, 09:32 · 3 min baca

Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti, terang-terangan meragukan kemungkinan klubnya merekrut Nico Paz pada bursa transfer musim panas ini. Gelandang serang berusia 20 tahun milik Como itu memang tengah menjadi salah satu nama paling diincar di Serie A, namun Zanetti menyebut situasinya tidak mudah.

Zanetti Angkat Tangan

Zanetti tidak menampik bahwa Nico Paz adalah pemain berkualitas tinggi. Namun ia langsung meluruskan ekspektasi publik: mendatangkan pemain dengan nilai pasar dan daya tarik setinggi Paz bukan perkara yang bisa diselesaikan dengan mudah oleh Inter saat ini.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Inter belum memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk bersaing memperebutkan tanda tangan Paz, yang kontraknya di Como masih panjang dan induk pemilik klubnya — Real Madrid — memegang opsi buyback atas pemain tersebut.

Klausul Real Madrid Jadi Tembok Utama

Nico Paz dipinjamkan Real Madrid ke Como dan bermain luar biasa sepanjang musim ini. Real Madrid dikabarkan menyimpan opsi buyback atas pemain kelahiran Madrid itu, yang artinya setiap klub yang ingin merekrutnya secara permanen harus terlebih dulu bernegosiasi melewati jalur yang rumit.

Como sendiri, yang baru promosi ke Serie A dan tengah membangun proyek ambisius di bawah kepemilikan keluarga Hartono, diprediksi tidak akan melepas Paz dengan murah. Kombinasi klaim Real Madrid dan harga tinggi Como menjadi dua hambatan nyata bagi Inter.

Inter Lirik Profil Lain: Chivu vs Fabregas

Di sisi lain, Inter juga menghadapi dilema internal di kursi pelatih. Nerazzurri dikabarkan tertarik dengan Cesc Fabregas, pelatih Como yang sukses membawa tim promosi bermain sepak bola menarik di Serie A — termasuk memaksimalkan potensi Nico Paz.

Namun Inter akhirnya memilih opsi yang lebih berani: mempercayakan tim kepada Cristian Chivu, mantan bek andalan Nerazzurri era treble 2010. Keputusan ini mengundang tanda tanya, mengingat rekam jejak manajerial Chivu belum sepanjang Fabregas. Meski demikian, manajemen Inter tampaknya melihat faktor kedekatan Chivu dengan DNA klub sebagai nilai lebih.

Kebutuhan Inter di Lini Tengah

Inter memang butuh suntikan darah segar di lini tengah. Musim ini Nerazzurri tidak berjalan mulus — hasil WLLLW dalam lima laga terakhir mencerminkan inkonsistensi yang perlu segera diatasi jelang musim 2026/27.

Profil Nico Paz — gelandang kreatif, usia muda, sudah teruji di Serie A — sejatinya sangat cocok dengan kebutuhan itu. Tapi tanpa kepastian finansial dan solusi atas klausul Real Madrid, keinginan Inter bisa berakhir sekadar angan-angan.

Persaingan Ketat dari Klub Lain

Inter bukan satu-satunya yang mengincar Paz. Sejumlah klub besar Eropa sudah lebih dulu mengantri. Dengan posisi Inter yang belum juga menunjukkan sinyal serius secara finansial, klub-klub dengan kantong lebih dalam berpeluang memotong antrean.

Zanetti sendiri seperti sudah menyiapkan publik Inter untuk menerima kenyataan bahwa Paz, setidaknya untuk musim depan, kemungkinan besar bukan akan memakai jersey biru-hitam.

#Serie A #Transfer #Liga Italia #Inter Milan #Nico Paz #Javier Zanetti