Grup J Piala Dunia 2026: Argentina Bersama Algeria, Yordania Debutan
Argentina, Algeria, Austria, dan Yordania berbagi Grup J Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina jadi favorit tetapi Algeria punya tradisi menggebrak tim besar.
Grup J Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina, Algeria, Austria, dan Yordania. Komposisi ini membuat Argentina jadi favorit jelas lolos di posisi puncak, sementara tiga tim lain berebut posisi dua atau peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke Round of 32.
Argentina, juara bertahan Piala Dunia 2022 di Qatar, masuk turnamen dengan kepercayaan diri tinggi. Lionel Messi, di edisi terakhirnya, kemungkinan tampil sebagai impact substitute di sebagian besar pertandingan grup. Lautaro Martinez (Inter Milan) dan Julian Alvarez (Atletico Madrid) jadi pasangan striker utama.
Argentina, Defending Champion Stabil
Pelatih Lionel Scaloni, di edisi keduanya memimpin Argentina di Piala Dunia, mempertahankan filosofi yang membawa mereka juara 2022. Formasi 4-3-3 dengan possession-based football, transisi cepat, dan kreativitas dari Messi jadi pola dasar. Skuad mengkombinasikan veteran (Messi, Angel Di Maria yang masih main untuk Benfica) dengan pemain muda (Alvaro Romero, Alejandro Garnacho).
Lini tengah Argentina dipimpin Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea), dan Rodrigo De Paul (Atletico Madrid). Komposisi ini, ditambah Cristian Romero di lini belakang dan Emiliano Martinez di gawang, membuat Argentina memiliki keseimbangan kualitas. Banyak pengamat memprediksi Argentina sebagai favorit kuat untuk juara bertahan, walau kompetisi ketat dari Spanyol, Prancis, dan Brasil.
Algeria, Wakil Afrika dengan Tradisi Mengagetkan
Algeria, juara Piala Afrika 2019 dan tampil reguler di kualifikasi besar, masuk turnamen dengan tradisi mengagetkan tim besar. Edisi 1982 di Spanyol, Algeria mengalahkan Jerman Barat 2-1 di fase grup, salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia. Edisi 2014 di Brasil, Algeria lolos ke 16 besar untuk pertama kalinya.
Tim asuhan Vladimir Petković, pelatih asal Bosnia berusia 62 tahun yang ditunjuk 2024, mengandalkan formasi 4-3-3 dengan blok pertahanan disiplin dan transisi cepat. Riyad Mahrez (Al-Ahli Saudi), Ismael Bennacer (AC Milan), dan Said Benrahma (Lyon) jadi tulang punggung skuad.
Pertemuan Argentina vs Algeria di fase grup jadi salah satu yang paling ditunggu. Untuk Algeria, kemenangan atas juara bertahan akan jadi headline global. Untuk Argentina, hasil tersebut bisa mengganggu fokus jelang fase knockout. Banyak skenario mungkin terjadi, dan Algeria sudah menunjukkan bisa mengejutkan tim manapun di sejarahnya.
Austria, Dipimpin Pelatih Ralf Rangnick
Austria, lolos otomatis dari grup kualifikasi UEFA, masuk turnamen di bawah pelatih Ralf Rangnick. Pengalaman Rangnick di Liga Jerman dan Premier League membuat dia salah satu pelatih paling dipertimbangkan di Eropa. Filosofi gegenpressing dan permainan vertikal cepat sudah dikenal komunitas sepak bola Eropa.
Skuad Austria didominasi pemain Bundesliga dan Premier League: Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund), David Alaba (Real Madrid), dan Marko Arnautović (Internazionale Milano) jadi pemain kunci. Konrad Laimer (Bayern Munich) dan Christoph Baumgartner (RB Leipzig) jadi gelandang kunci. Komposisi ini memberi Austria keseimbangan kualitas yang di edisi sebelumnya kurang.
Yordania, Debutan Bersejarah
Yordania, lolos Piala Dunia pertama kalinya, mengandalkan kombinasi pemain diaspora dan pemain liga domestik. Mousa Al-Tamari (Montpellier) jadi tumpuan serangan, sementara Yousef Hattab (klub Eropa Tengah) menjadi gelandang kreatif. Pelatih Hussein Ammouta, asal Maroko, membawa pengalaman taktis Afrika Utara ke skuad Asia Barat ini.
Target Yordania realistis: bertahan kuat melawan Argentina, mencari peluang melawan Algeria dan Austria. Kemenangan atas salah satu dari dua tim Eropa bisa membuka peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Untuk negara berpopulasi 11 juta jiwa yang baru pertama kali tampil di pesta akbar ini, target tersebut tidak mustahil jika tim tampil disiplin dan tanpa beban.