Sundul
Liga Indonesia

Adam Alis Tegaskan Profesionalisme Jelang Persija vs Persib di Segiri

Adam Alis menolak disebut pemain paling dilema jelang laga Persija kontra Persib, menegaskan sikap profesionalnya dengan menunjuk rekam jejak bersama Borneo FC.

Bayu Aditya · 09 Mei 2026, 14:17 · 3 min baca

Adam Alis menepis anggapan bahwa dirinya adalah pemain paling tertekan secara emosional jelang duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Segiri. Gelandang Persija itu justru mengangkat kariernya bersama Borneo FC sebagai bukti bahwa ia terbiasa tampil profesional di kandang lawan yang penuh muatan emosional.

Argumen Adam Alis: Segiri Bukan Hal Baru

Bagi Adam Alis, bermain di Stadion Segiri bukan pengalaman asing. Ia pernah membela Borneo FC, klub yang menjadikan stadion di Samarinda itu sebagai kandang. Rekam jejak itulah yang ia jadikan landasan saat ditanya soal potensi dilema menghadapi Persib di lapangan yang dulu ia kenal betul.

"Saya profesional. Saya juga pernah bela Borneo FC," tegasnya, singkat tapi jelas.

Pernyataan itu menutup spekulasi bahwa nostalgia Segiri akan mengganggu fokusnya saat berseragam Persija. Bagi Adam, laga adalah laga — tidak peduli di stadion mana pertandingan digelar.

Posisi Persija di Klasemen, Tekanan Nyata

Persija saat ini menempati posisi ketiga klasemen BRI Liga 1 2025/2026 dengan 65 poin dari 31 pertandingan. Macan Kemayoran mencatat 20 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan, dengan selisih gol positif 32 (58 gol masuk, 26 kebobolan).

Lima laga terakhir Persija berjalan meyakinkan dengan catatan WWDWW. Namun tekanan tetap datang dari dua tim di atasnya. Persib dan Borneo FC saling sikut di puncak klasemen pada pekan ke-32, membuat setiap poin jadi krusial bagi tim manapun yang masih berambisi juara.

Kekalahan atau hasil imbang di laga kontra Persib bisa semakin memupus peluang Persija mengangkat trofi musim ini.

Big Match dengan Nuansa Berbeda

Persija vs Persib selalu punya muatan lebih dari sekadar tiga angka. Dua rivalitas terbesar sepak bola Indonesia ini kali ini memiliki konteks tambahan: dimainkan di Stadion Segiri, Samarinda, bukan di kandang salah satu pihak.

Pilihan venue netral menambah lapisan menarik pada laga ini, termasuk bagi pemain seperti Adam Alis yang memiliki keterikatan historis dengan Segiri lewat masa baktinya di Borneo FC.

Bukan Adam seorang yang punya latar lintas klub antara dua raksasa ini. Setidaknya ada lima pemain Persija yang tercatat pernah membela Persib dalam perjalanan karier mereka, menciptakan kisah-kisah personal yang kerap menyelimuti El Clasico Indonesia ini.

Mental Profesional sebagai Tameng

Adam Alis tidak memilih untuk lari dari narasi "dilema". Ia justru menghadapinya langsung dengan menyodorkan fakta: pengalaman bertahun-tahun di Liga 1, termasuk berseragam Borneo FC di Segiri, telah menempa mentalnya untuk memisahkan urusan personal dari tanggung jawab profesional.

Sikap itu penting dalam konteks persaingan titel yang semakin ketat. Persija butuh pemain yang bisa tampil dengan kepala dingin, bukan terbebani narasi media yang membangun dramatisasi di luar lapangan.

Dengan Persib dan Borneo FC saling kejar di papan atas, kemenangan atas Persib bukan hanya penting untuk harga diri rivalitas — tapi juga untuk menjaga asa Persija tetap hidup dalam perburuan gelar juara Liga 1 musim ini.

Pertaruhan Besar di Samarinda

Pekan ke-32 menjadi salah satu pekan paling panas dalam kalender Liga 1 musim ini. Persib dan Borneo FC bersaing ketat di puncak sementara Persija harus menang untuk tidak semakin tertinggal.

Adam Alis, dengan segala rekam jejaknya, tampil sebagai salah satu tokoh kunci di tengah lapangan Persija. Ia sudah menyatakan sikapnya: tidak ada dilema, yang ada hanya tugas untuk menang.

Segiri menanti. Dan Adam Alis siap.

#Bri Liga 1 #Klasemen Liga 1 #Persib #Persija #Borneo Fc #Adam Alis