Sundul
Sepak Bola Dunia

Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Reuni Semifinal 2018

Inggris, Kroasia, Ghana, dan Panama berbagi Grup L Piala Dunia 2026. Pertemuan ulang Inggris vs Kroasia mengingatkan semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia.

Bayu Aditya · 19 Desember 2025, 09:00 · 3 min baca

Grup L Piala Dunia 2026 menampilkan reuni nostalgia. Inggris dan Kroasia, yang bertemu di semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia (Kroasia menang 2-1 di extra time), kini berbagi grup di fase awal turnamen. Ghana, wakil Afrika dengan generasi baru, dan Panama, debutan kedua di Piala Dunia, melengkapi grup ini.

Inggris masuk turnamen dengan ekspektasi besar. Tim asuhan Lee Carsley, di edisi keduanya sebagai pelatih kepala Piala Dunia, masih mencari trofi besar pertama sejak 1966. Kroasia, finalis 2018 dan semifinalis 2022, sedang dalam transisi generasi setelah Luka Modric mendekati pensiun internasional. Ghana, lolos otomatis CAF, mengandalkan generasi muda yang main di liga Eropa. Panama, debut kedua di Piala Dunia setelah edisi 2018, jadi underdog grup.

Inggris, Generasi Bellingham-Saka

Inggris memiliki generasi pemain muda paling kuat dalam sejarah baru-baru ini. Jude Bellingham (Real Madrid), Bukayo Saka (Arsenal), Phil Foden (Manchester City), dan Cole Palmer (Chelsea) jadi tulang punggung skuad. Harry Kane (Bayern Munich), kapten dan striker andalan, mendekati edisi terakhirnya di Piala Dunia pada usia 33.

Filosofi Carsley memadukan possession-based football dengan transisi cepat. Pendekatan modern yang berbeda dari pendekatan defensif tradisional Inggris di turnamen besar. Skuad ini, jika tampil sesuai potensi, dianggap salah satu favorit untuk juara turnamen, bersama Spanyol, Prancis, dan Argentina.

Kroasia, Akhir Era Modric?

Kroasia masuk turnamen dengan Luka Modric, gelandang Real Madrid berusia 41 tahun, kemungkinan di edisi terakhirnya. Generasi paska-Modric dipimpin Mateo Kovacic (Manchester City), Marcelo Brozovic (Al-Nassr), dan Joško Gvardiol (Manchester City). Pelatih Zlatko Dalic, di edisi ketiganya sebagai pelatih kepala, mempertahankan filosofi yang membawa mereka final 2018.

Kroasia secara statistik masuk Pot 2, kategori sedang. Tetapi pengalaman turnamen besar dan kualitas individual membuat tim ini selalu menjadi ancaman. Pertemuan ulang dengan Inggris di fase grup jadi pertaruhan emosional besar bagi Modric, yang pernah bilang dalam wawancara: "Ada bisnis yang belum selesai."

Ghana, Generasi Baru Black Stars

Ghana, lolos otomatis CAF, kembali ke Piala Dunia setelah edisi 2022 di Qatar. Tim asuhan Otto Addo membawa generasi pemain muda yang main di liga top Eropa. Mohammed Kudus (Tottenham Hotspur) jadi pemain kunci serangan. Thomas Partey (Arsenal) dan Inaki Williams (Athletic Bilbao) jadi gelandang dan striker pendamping.

Ghana punya tradisi tampil di Piala Dunia sejak edisi 2006. Edisi 2010 mereka mencapai perempat final, salah satu prestasi terbaik tim Afrika dalam sejarah. Edisi ini, target tim adalah lolos fase grup minimal, dengan harapan menyamai performa edisi 2010 jika lolos jauh.

Panama, Underdog yang Berkembang

Panama, lolos otomatis CONCACAF, tampil di Piala Dunia kedua dalam sejarah federasi. Edisi 2018 mereka kalah di tiga pertandingan grup tanpa cetak gol. Tim asuhan Thomas Christiansen, asal Denmark, sudah membentuk tim yang lebih disiplin dengan banyak pemain di liga MLS dan Liga Champions CONCACAF.

Target Panama: memberi pertarungan keras melawan Inggris dan Kroasia, mencari poin melawan Ghana yang lebih sebanding secara kualitas. Pelatih Christiansen menyebut tim akan mengikuti strategi serupa Tunisia di edisi 2022 yang mengalahkan Prancis—blok pertahanan rendah, transisi cepat, eksploitasi bola mati. Pendekatan realistis untuk underdog grup yang baru kedua kali tampil di pesta akbar.

Pertemuan Ulang Yang Penting

Inggris vs Kroasia kemungkinan jadi laga matchday kedua atau ketiga, tergantung jadwal final. Kemenangan Inggris akan jadi closure emotional dari kekalahan 2018 yang mereka rasakan. Kemenangan Kroasia akan jadi konfirmasi tradisi mereka mengalahkan tim besar di turnamen besar. Hasilnya, apapun itu, akan jadi salah satu cerita fase grup paling menarik di edisi ini.

#Sundulinfo #Piala Dunia 2026 #Piala Dunia 2026 #Analisis Grup #Grup L #Kroasia