Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Ridho Kaget
Laga kandang Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Liga 1 dipindah dari Jakarta ke Stadion Segiri, Samarinda. Kapten Persija, Rizky Ridho, mengaku baru kali ini naik pesawat untuk laga home.
Laga panas Persija Jakarta versus Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Liga 1 tidak akan berlangsung di Jakarta. Pertandingan yang dijadwalkan Sabtu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB itu resmi dipindah ke Stadion Segiri, Samarinda — jauh dari kandang asli Macan Kemayoran.
Ridho: Pertama Kali Naik Pesawat untuk Laga Home
Kapten Persija, Rizky Ridho, tidak menyembunyikan rasa herannya. Bek timnas Indonesia itu menyebut selama kariernya bersama Persija, ia tidak pernah sekalipun menaiki pesawat untuk pertandingan kandang.
"Selama saya main di home, tidak pernah naik pesawat," ujar Ridho. Perpindahan venue ke Samarinda otomatis memaksa tim tuan rumah melakukan perjalanan udara ke Kalimantan Timur — situasi yang janggal untuk sebuah laga kandang.
Keputusan pemindahan venue ini bukan tanpa alasan. Kekhawatiran soal keamanan dan potensi gesekan antara dua kelompok suporter besar — Jakmania dan Bobotoh — menjadi pertimbangan utama penyelenggara memilih lokasi netral di luar Pulau Jawa.
Persib Datang dengan Misi Jaga Asa Juara
Di atas kertas, ini laga krusial bagi Persib Bandung. Maung Bandung saat ini berada di posisi kedua klasemen BRI Liga 1 dengan 72 poin dari 31 pertandingan — hasil 22 kemenangan, 6 imbang, dan 3 kekalahan. Selisih gol mereka juga impresif: 55 gol masuk, hanya 20 kebobolan.
Persib masuk laga ini dalam tren positif dengan catatan form WWDDW di lima laga terakhir. Kemenangan atas Persija akan sangat berarti untuk menjaga jarak dengan pesaing di puncak klasemen.
Persija sendiri ada di posisi ketiga dengan 65 poin dari 31 laga — meraih 20 kemenangan, 5 imbang, dan 6 kekalahan. Selisih 7 poin dari Persib menjadikan laga ini sebagai pertarungan hidup-mati bagi Macan Kemayoran untuk kembali menekan rival sekota mereka di klasemen.
Ketimpangan yang Nyata di Klasemen
Dengan hanya menyisakan beberapa pekan, setiap poin jadi krusial. Persija dalam form apik — WWDWW di lima laga terakhir — namun beban 7 poin beda bukan sesuatu yang mudah dikejar dalam sisa kompetisi.
Persib, di sisi lain, sudah menunjukkan konsistensi sepanjang musim. Hanya tiga kekalahan dalam 31 laga adalah catatan yang berbicara sendiri. Kiper dan lini pertahanan mereka menjadi salah satu yang paling solid di liga musim ini, dengan rata-rata kebobolan kurang dari satu gol per pertandingan.
Samarinda Jadi Tuan Rumah Tak Terduga
Stadion Segiri di Samarinda bukan kali pertama menjadi tuan rumah laga besar Liga 1. Namun menjadi venue El Clasico Indonesia — sebutan untuk duel Persija vs Persib — jelas bukan sesuatu yang biasa.
Ribuan suporter dari kedua kubu dipastikan tetap hadir meski harus menempuh perjalanan jauh. Kapasitas dan keamanan stadion menjadi fokus penyelenggara agar partai bergengsi ini berjalan tanpa insiden.
Bagi Persija, bermain di Samarinda berarti kehilangan keuntungan atmosfer kandang yang biasanya mereka andalkan. Namun bagi Persib, ini juga bukan kandang — sehingga kedua tim berangkat dari titik yang relatif setara secara psikologis.
Yang Dipertaruhkan Sabtu Ini
Tiga poin di Samarinda bisa mengubah lanskap klasemen secara signifikan. Kemenangan Persib akan mempertegas dominasi mereka menjelang akhir musim. Sebaliknya, kemenangan Persija akan memangkas jarak jadi 4 poin dan menghidupkan kembali persaingan gelar.
Hasil imbang pun memiliki makna berbeda bagi keduanya — Persib lebih diuntungkan karena poin mereka tetap lebih tinggi, sementara waktu bagi Persija untuk mengejar semakin sempit.
Rizky Ridho dan kawan-kawan harus membuktikan bahwa naik pesawat untuk laga "kandang" tidak mengganggu konsentrasi mereka. Di sisi lain, skuad Persib Bandung tahu persis apa yang harus mereka lakukan: menang, dan jaga asa juara tetap hidup.