Rafael Struick Fokus YouTube Usai Dipinggirkan Herdman
Rafael Struick tak lagi menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di bawah John Herdman. Striker naturalisasi itu kini mengalihkan energinya ke konten YouTube.
Struick Absen dari Radar Herdman
Rafael Struick tidak masuk dalam rencana John Herdman untuk Timnas Indonesia. Sejak pelatih asal Kanada itu mengambil alih kursi kepelatihan, nama Struick konsisten absen dari daftar panggilan — sinyal jelas bahwa striker bertinggi 187 cm itu bukan bagian dari proyek Herdman ke depan.
Struick sempat menjadi andalan era Shin Tae-yong, tampil vital di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun pergantian rezim kepelatihan mengubah segalanya. Posisi di skuad Garuda kini ditempati nama-nama lain yang lebih sesuai dengan skema Herdman.
Dari Lapangan ke Kamera
Alih-alih larut dalam frustrasi, Struick memilih langkah yang tak biasa untuk seorang pesepak bola aktif: ia serius menggarap kanal YouTube pribadinya. Konten yang ia produksi memberi penggemarnya akses lebih dekat ke kehidupan sehari-hari sang striker di luar lapangan hijau.
Langkah ini bukan semata pengisi waktu luang. Struick tampak benar-benar meluangkan waktu dan tenaga untuk membangun audiens digital — sesuatu yang semakin lazim dilakukan pesepak bola modern yang ingin membangun personal brand di luar karier bermain mereka.
Karier Klub Tetap Berjalan
Meski pintu timnas sementara tertutup, Struick masih aktif di level klub. Kariernya di Adelaide United — klub Liga Australia — memberinya panggung untuk tetap kompetitif. Penampilan konsisten di level klub menjadi satu-satunya jalan jika ia ingin kembali mengetuk pintu Herdman di masa depan.
Secara statistik, Struick memiliki rekam jejak yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia mencetak beberapa gol krusial saat Indonesia berjuang di babak kualifikasi. Namun dalam sepak bola, keputusan pelatih adalah hukum — dan Herdman rupanya memiliki visi berbeda untuk lini serang Garuda.
Persaingan di Lini Depan Makin Ketat
Satu faktor yang mempersulit comeback Struick adalah kedalaman opsi striker Timnas Indonesia saat ini. Nama-nama seperti Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, hingga beberapa pemain muda naturalisasi baru terus bermunculan dalam radar PSSI dan Herdman.
Piala AFF 2026 sudah di depan mata, dan bocoran daftar pemain untuk pemusatan latihan menunjukkan Herdman tengah membangun komposisi baru. Tanpa undangan ke sesi training camp, peluang Struick kembali ke skuad utama dalam waktu dekat tampak kecil.
Jalan Panjang Menuju Comeback
Situasi Struick mengingatkan pada realita keras dunia sepak bola: tidak ada jaminan tempat, bahkan bagi pemain yang pernah menjadi bintang. Yang bisa dilakukan Struick adalah menjaga performa di level klub, tetap fit, dan menunggu momentum berubah.
Soal YouTube — itu urusan terpisah yang justru menunjukkan kematangan Struick dalam mengelola karier di luar lapangan. Bagi banyak atlet, membangun platform digital adalah investasi jangka panjang yang tak kalah penting dari kontrak klub.
Apakah pintu Timnas benar-benar tertutup permanen? Di sepak bola, tidak ada yang abadi. Tapi selama Herdman memegang kendali dan nama Struick tak ada di daftar panggilan, layar YouTube-lah panggung terbesarnya untuk saat ini.