Struick Turun Kasta, Marselino & Hubner Tetap di Timnas
Rafael Struick diturunkan ke skuad Timnas Indonesia kelompok umur, sementara Marselino Ferdinan dan Justin Hubner tetap masuk daftar panggilan tim senior.
Rafael Struick tidak lagi masuk daftar panggilan Timnas Indonesia senior. Penyerang berdarah Belgia itu diturunkan ke skuad kelompok umur, sementara dua nama besar, Marselino Ferdinan dan Justin Hubner, tetap mendapat tempat di tim utama besutan pelatih Timnas Indonesia.
Struick Geser ke Skuad Kelompok Umur
Keputusan federasi menempatkan Struick di tim kelompok umur menjadi salah satu keputusan paling mencolok dalam pemanggialan terbaru. Striker 22 tahun itu sebelumnya menjadi andalan lini depan Timnas senior, termasuk dalam kampanye Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Performa Struick di level klub menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan. Minimnya menit bermain reguler di klub membuatnya sulit bersaing di level tertinggi skuad Garuda untuk saat ini. Meski begitu, pintu untuk kembali ke tim senior tetap terbuka apabila ia mampu membuktikan diri.
Marselino Ferdinan Tetap Jadi Andalan
Berbeda dengan Struick, Marselino Ferdinan justru tidak tergoyahkan. Gelandang serang berusia 20 tahun itu kembali masuk skuad senior dan diharapkan menjadi motor serangan Indonesia.
Marselino adalah salah satu pemain paling konsisten dalam beberapa siklus pemanggilan terakhir. Visi bermain, kemampuan dribel di ruang sempit, serta kontribusi gol dari lini tengah menjadikannya sulit untuk tidak dipanggil. Ia juga menjadi satu dari sedikit pemain Indonesia yang rutin mendapat menit bermain di liga Eropa.
Justin Hubner Tak Tergusur
Justin Hubner juga kembali masuk daftar. Bek berdarah Indonesia-Amerika Serikat yang kini berkarier di Eropa itu tetap menjadi pilihan utama di lini belakang. Penampilannya yang tenang dan kemampuan build-up dari belakang membuatnya konsisten dipanggil dari siklus ke siklus.
Kehadiran Hubner di jantung pertahanan memberikan kepastian struktur defensif bagi Indonesia, terutama saat menghadapi lawan-lawan dengan transisi cepat. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa turut menempa mentalitas dan kualitas teknis sang bek.
SEA Games 2025 Jadi Konteks Penting
Pemanggilan ini tidak lepas dari agenda besar yang menanti: SEA Games 2025. Federasi sedang merancang komposisi terbaik untuk tim U-22, dan nama-nama seperti Marselino serta Hubner digadang masuk dalam skuad tersebut secara paralel.
BTN selaku pemegang hak komersial timnas dilaporkan aktif bernegosiasi dengan klub-klub Eropa untuk memastikan dua pemain itu bisa dilepas pada periode kompetisi SEA Games. Proses ini membutuhkan koordinasi intensif mengingat jadwal liga Eropa yang padat.
Struick, di sisi lain, justru berpotensi mendapat menit penting di level kelompok umur dan bisa menjadi pemimpin serangan bagi tim yang lebih muda.
Regenerasi dan Persaingan Ketat di Lini Depan
Keputusan menurunkan Struick sekaligus mempertahankan Marselino menggambarkan arah kebijakan skuad Timnas Indonesia saat ini: pemain yang aktif bermain di klub mendapat prioritas, apa pun namanya.
Persaingan di lini depan semakin ketat. Beberapa nama muda domestik mulai menunjukkan konsistensi di Liga 1, membuat perebutan posisi di skuad senior menjadi lebih terbuka. Struick perlu memastikan porsi bermainnya di klub meningkat jika ingin kembali ke tim senior dalam waktu dekat.
Sementara itu, fondasi skuad Indonesia tetap kokoh dengan kehadiran Marselino dan Hubner. Keduanya bukan sekadar nama — mereka adalah representasi dari generasi emas sepak bola Indonesia yang tengah membangun identitas di panggung Asia dan dunia.