Arteta Puji Keberanian Wasit Usai Arsenal Menang 1-0 atas West Ham
Arsenal mengunci kemenangan 1-0 atas West Ham di London Stadium, Matchday 36 Premier League, setelah gol penyama kedudukan tuan rumah di injury time dianulir wasit.
Arsenal mempertahankan rekor sempurna musim ini dengan kemenangan tipis 1-0 atas West Ham di London Stadium, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Laga dramatis ini diwarnai pembatalan gol penyama kedudukan West Ham di menit-menit akhir babak tambahan waktu, sebuah keputusan yang langsung dipuji pelatih Mikel Arteta.
Gol Dianulir, Arsenal Selamat
West Ham sempat merayakan gol penyama di injury time yang nyaris mencuri satu poin dari tangan Arsenal. Namun para ofisial pertandingan memutuskan untuk membatalkan gol tersebut setelah melalui proses review.
Keputusan itu memastikan Arsenal pulang dengan tiga poin penuh. Bagi tim tamu, ini adalah kemenangan yang jauh lebih krusial dari sekadar tiga poin biasa — terutama mengingat konteks persaingan gelar yang semakin memanas.
Arteta: Butuh Keberanian untuk Ambil Keputusan Itu
Arteta tidak menyembunyikan apresiasinya kepada para wasit usai laga. Ia secara terbuka memuji keberanian ofisial yang berani mengambil keputusan sulit di momen paling panas pertandingan.
"Butuh keberanian untuk mengambil keputusan seperti itu," ujar Arteta. Manajer asal Spanyol itu mengakui bahwa tekanan stadion dan momentum laga bisa mempengaruhi siapa pun, dan ia menghargai ketegasan para ofisial mempertahankan keputusan mereka.
Arteta juga menegaskan bahwa timnya layak mendapatkan kemenangan ini setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Arsenal Kukuh di Puncak Klasemen
Kemenangan ini membawa Arsenal ke total 24 poin dari 8 pertandingan — delapan menang, nol seri, nol kalah. The Gunners mencetak 23 gol dan hanya kebobolan empat sepanjang musim berjalan.
Form lima pertandingan terakhir mereka: WWWWW. Konsistensi itu menjadikan Arsenal kandidat terkuat juara Premier League musim ini, terlebih setelah mereka juga lolos ke final Liga Champions 2026 melawan PSG.
West Ham berada di posisi sebaliknya. Tim asuhan juru taktik mereka kini terdampar di peringkat 18 klasemen dengan 36 poin dari 36 pertandingan — zona degradasi yang mengancam mereka bertahan di sisa dua laga.
Konteks: West Ham yang Sedang Terpuruk
Bagi West Ham, kekalahan ini datang di waktu yang paling tidak tepat. Dengan rekor 9 menang, 9 seri, dan 18 kekalahan, The Hammers sudah kehabisan margin kesalahan. Mereka mencetak 42 gol tapi kebobolan 62 — selisih minus 20 yang berbicara sendiri soal rapuhnya lini pertahanan mereka.
Form lima laga terakhir West Ham adalah LLWDW, menunjukkan inkonsistensi yang menjadi masalah kronis sepanjang musim. Peluang mereka untuk bertahan di Premier League musim depan kini bergantung pada hasil di dua laga sisa.
Ironisnya, sebelum laga ini bergulir, Pep Guardiola — pelatih rival Arsenal, Manchester City — dikabarkan secara terbuka meminta West Ham menjegal Arsenal. Harapan itu tidak kesampaian.
Momentum Menuju Final Liga Champions
Arsenal kini memasuki pekan terakhir musim dengan kepala tegak. Selain bersaing memperebutkan gelar Premier League, Arteta dan skuadnya juga bersiap menghadapi PSG di final Liga Champions 2026 — panggung terbesar yang pernah mereka jangkau dalam beberapa tahun terakhir.
Kemenangan di London Stadium ini bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah konfirmasi bahwa mentalitas Arsenal tidak goyah meski diuji oleh skenario dramatis injury time, tekanan tuan rumah, dan keputusan wasit yang kontroversial.
Arteta membangun tim yang tidak hanya menang ketika semua berjalan lancar — tapi juga ketika situasi berubah di detik-detik terakhir.