Sundul
Liga Indonesia

Pelatih Persija Kecam Wasit Uzbek Usai Kalah 1-2 dari Persib

Pelatih Persija Jakarta melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit asal Uzbekistan setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung, termasuk soal insiden yang melibatkan Luciano Guaycochea.

Bayu Aditya · 11 Mei 2026, 08:17 · 3 min baca

Persija Jakarta menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Persib Bandung dalam laga BRI Liga 1 yang panas. Pelatih Persija tidak tinggal diam — ia langsung menyasar kinerja wasit asal Uzbekistan yang memimpin laga tersebut, dan secara khusus menyoroti insiden yang seharusnya berujung kartu merah bagi kiper Persib, Luciano Guaycochea.

Kekalahan yang Membuat Frustrasi

Kekalahan dari rival sekota ini terasa lebih pahit bagi kubu Persija. Di atas kertas, tim Macan Kemayoran masih berada di posisi tiga klasemen BRI Liga 1 dengan 65 poin dari 32 pertandingan — mencatat 20 kemenangan, 5 imbang, dan 7 kekalahan.

Namun hasil ini jelas melukai momentum. Persija sebelumnya tampil solid dengan catatan form LWWDW, dan kekalahan dari Persib tepat di titik krusial musim membuat pelatih mereka berang, bukan hanya kepada skuadnya, melainkan kepada pengadil lapangan.

Guaycochea Harusnya Dikartu Merah

Sorotan utama dari pelatih Persija tertuju pada Luciano Guaycochea, kiper asal Argentina kelahiran 24 April 1992 yang menjadi andalan Persib Bandung. Menurut pelatih Persija, ada insiden di dalam pertandingan yang seharusnya membuat Guaycochea menerima kartu merah dari wasit.

Wasit asal Uzbekistan dinilai luput mengambil keputusan tepat pada momen krusial tersebut. Kelalaian ini, dalam pandangan pelatih Persija, secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan dan pada akhirnya berdampak pada hasil akhir.

Keputusan yang kontroversial dari seorang wasit asing memang kerap menjadi titik panas dalam laga-laga besar Liga 1. Penggunaan wasit luar negeri dimaksudkan untuk menjaga netralitas, tetapi ketika keputusan dianggap merugikan, protes dari kubu yang kalah hampir selalu muncul.

Kritik Terbuka ke Wasit Asing

Pelatih Persija tidak sekadar menyampaikan kekecewaan secara normatif. Ia terang-terangan mengkritik kompetensi wasit Uzbekistan yang memimpin laga tersebut, dan menyebut keputusan yang diambil tidak mencerminkan standar yang seharusnya diterapkan di pertandingan sekelas derby Liga 1.

Kritik terbuka semacam ini memang berisiko berujung sanksi dari PSSI maupun operator kompetisi. Namun pelatih Persija tampaknya memilih untuk berbicara jujur ketimbang menelan kekecewaan tanpa suara.

Pertandingan antara Persija dan Persib selalu menanggung tekanan luar biasa. El Clasico versi Indonesia ini tidak hanya menyangkut poin klasemen, tetapi juga soal gengsi dan basis suporter yang tersebar di seluruh nusantara. Kekalahan 1-2 di laga ini, dengan cara yang dianggap tidak adil, sudah cukup untuk memicu reaksi keras dari pihak yang dirugikan.

Posisi Persija di Klasemen Tetap Aman, tapi Tekanan Meningkat

Meski kalah, Persija masih bertengger di peringkat ketiga BRI Liga 1. Dengan 65 poin dari 32 laga, tim ibu kota masih punya kans untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki posisi di sisa musim.

Namun kekalahan dari Persib tetap meninggalkan luka. Selisih gol dan momentum psikologis adalah dua hal yang bisa berdampak panjang, terutama jika persaingan di papan atas semakin ketat hingga pekan-pekan terakhir musim.

Yang jelas, pelatih Persija memilih untuk menutup laga ini dengan pesan yang tegas: kekalahan ini bukan semata soal kualitas permainan, melainkan juga soal keputusan wasit yang ia yakini tidak adil. Apakah PSSI atau badan kompetisi akan merespons protes ini, masih perlu ditunggu.

#Bri Liga 1 #Persib #Persija #Wasit #Luciano Guaycochea #El Clasico Indonesia