Roma Menang Dramatis, Atalanta Bungkam Milan di San Siro
AS Roma menang 3-2 atas Parma di Stadio Tardini pada pekan ke-36 Serie A, sementara Atalanta mempermalukan AC Milan 3-2 di San Siro.
Dua laga panas mewarnai pekan ke-36 Serie A, Minggu dini hari WIB. AS Roma merebut tiga poin di Stadio Ennio Tardini lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Parma, sementara Atalanta memukul AC Milan dengan skor identik 3-2 di hadapan pendukung tuan rumah di San Siro.
Roma Bertahan dari Tekanan Parma
Bermain sebagai tim tamu di Tardini, Roma tidak diunggulkan mudah. Parma — yang masih berjuang mengamankan posisi di papan tengah — tampil tanpa beban dan sempat membuat pertandingan berjalan ketat hingga akhir.
Roma akhirnya menutup laga dengan skor 3-2, mengamankan tiga poin yang krusial. Kemenangan ini melanjutkan tren positif I Giallorossi yang dalam lima laga terakhir hanya sekali gagal menang — hasil imbang sebelum kemudian mencetak empat kemenangan beruntun (DWWWW).
Di klasemen, Roma kini mengemas 16 poin dari 8 pertandingan, duduk di posisi ke-8. Dengan catatan 5 menang, 1 seri, dan 2 kalah, serta rasio gol 13-6, performa Roma cukup efisien sepanjang musim berjalan.
Parma di sisi lain makin terpuruk. Kekalahan ini menambah deret buruk tim asal Emilia-Romagna itu. Dalam lima laga terakhir mereka hanya meraih satu kemenangan dan satu seri (LLWWD). Dengan 42 poin dari 36 pertandingan — hasil 10 menang, 12 seri, 14 kalah — Parma masih harus berhitung soal posisi akhir musim.
Atalanta Permalukan Milan di Kandang Sendiri
Laga yang lebih mengejutkan terjadi di San Siro. Atalanta, yang datang ke Milan bukan sebagai favorit, justru pulang dengan tiga poin setelah menang 3-2 atas AC Milan.
Bagi Milan, ini menjadi pukulan berat. Dalam lima laga terakhir, skuad asuhan pelatih mereka sudah merangkum tiga kekalahan, satu seri, dan hanya satu kemenangan (LLDWL). Tren buruk ini mengancam posisi mereka di papan atas.
Milan saat ini mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan dan bertengger di posisi ke-4 klasemen — zona yang masih memberikan tiket Liga Champions musim depan. Namun dengan sisa dua laga dan tekanan dari tim-tim di bawah, setiap poin menjadi sangat berharga.
Atalanta tampil sebagai tim yang tengah menemukan momentum. La Dea kini mengantongi tiga kemenangan beruntun (LLWWW) dan membuktikan bahwa mereka bisa berbicara banyak di laga-laga krusial. Dengan 13 poin dari 8 pertandingan, Atalanta berada di posisi ke-15 — namun angka tersebut bisa menyesatkan mengingat kualitas permainan yang mereka tunjukkan belakangan ini.
Konteks Klasemen: Persaingan Tidak Usai
Hasil malam ini semakin memperketat persaingan di Serie A menjelang akhir musim. Roma dengan 16 poin terus mengintai posisi lebih tinggi di fase awal kompetisi, sementara Milan wajib mempertahankan posisi keempat dari kejaran pesaing.
Atalanta dengan tiga kemenangan beruntun menunjukkan mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Kemenangan di San Siro menjadi bukti bahwa Gian Piero Gasperini — jika masih menukangi — atau siapapun yang memimpin Atalanta musim ini mampu menyiapkan strategi tepat untuk menjegal tim-tim besar.
Parma, dengan selisih gol minus 18 (27 gol masuk, 45 kebobolan) dan hanya 12 pertandingan berakhir seri, memperlihatkan masalah konsistensi yang belum terpecahkan sepanjang musim.
Pekan Menentukan di Penghujung Musim
Serie A 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan. Setiap pertandingan di sisa musim punya bobot besar — baik untuk tim yang berburu tiket Eropa maupun yang berjuang menjauh dari zona berbahaya.
Roma akan membidik poin penuh di laga berikutnya untuk mempertahankan momentum, sementara Milan tidak punya ruang untuk tersandung lagi jika ingin memastikan tempat di Liga Champions. Atalanta, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi, berpotensi menjadi kuda hitam di sisa pekan.
Dua hasil mengejutkan malam ini membuktikan bahwa Serie A musim ini jauh dari kata membosankan hingga peluit panjang terakhir berbunyi.