Barcelona Juara La Liga 2025-26 Usai Hajar Real Madrid 2-0
Barcelona merebut gelar La Liga 2025-2026 setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 di Camp Nou pada matchday ke-35, Minggu dini hari WIB.
Barcelona resmi menjadi juara La Liga 2025-2026 setelah menghantam Real Madrid 2-0 di Camp Nou, Minggu dini hari WIB (11/5). Kemenangan pada matchday ke-35 ini mengonfirmasi gelar ke-29 Blaugrana di pentas Liga Spanyol, sekaligus menyegel suksesi di kandang sendiri dengan cara paling dramatis — mengalahkan rival abadi.
Camp Nou Meledak, Madrid Tak Berkutik
Laga El Clásico yang sekaligus menjadi partai penentu gelar itu berjalan satu arah. Barcelona tampil dominan sejak menit awal dan tidak memberi ruang bagi Madrid untuk bernapas. Dua gol tercipta tanpa balasan, memaksa Madrid pulang dengan tangan kosong.
Real Madrid datang ke laga ini dalam kondisi yang jauh dari ideal. Pasukan Carlo Ancelotti mencatat rekor buruk musim ini — lima kemenangan, nol hasil imbang, dan tiga kekalahan dari delapan laga terakhir dengan form LWLWL. Total 15 poin dari 8 pertandingan menempatkan mereka di posisi ke-9 klasemen sementara, cerminan musim yang amburadul bagi Los Blancos.
Gelar ke-29, Barcelona Kembali Berjaya
Trofi ini menjadi yang ke-29 sepanjang sejarah klub bagi Barcelona di La Liga. Blaugrana menutup perlombaan gelar dengan koleksi 16 poin dari 8 laga — lima menang, satu imbang, dua kalah — dan duduk di posisi kelima klasemen sebelum laga ini dimainkan.
Pencapaian ini terasa lebih bermakna karena diraih dengan mengalahkan Madrid langsung di Camp Nou, bukan sekadar menunggu hasil laga lain. Ribuan suporter Blaugrana yang memadati stadion menjadi saksi langsung momen bersejarah tersebut.
Judul La Liga ini sekaligus menjawab kritik terhadap performa tidak konsisten Barcelona di awal musim, di mana mereka sempat mencatat dua kekalahan dalam delapan laga pembuka.
Statistik Dua Tim di Sisa Musim
Barcelona mencatatkan 22 gol dari 8 laga terakhir dengan 14 kebobolan — rata-rata 2,75 gol per laga di sisi ofensif. Real Madrid sedikit lebih tajam dengan 21 gol, namun pertahanan mereka jebol 12 kali dalam periode yang sama.
Perbedaan mencolok ada di konsistensi. Barcelona masih berpeluang menutup musim dengan perolehan poin lebih tinggi, sementara Madrid perlu banyak berbenah jelang musim berikutnya — terutama soliditas lini belakang yang telah menjadi masalah berulang.
Flick dan Bayang-Bayang Kedukaan
Di balik selebrasi Barcelona, ada catatan menyentuh dari kubu lawan. Hansi Flick, pelatih Real Madrid, dilaporkan tengah berduka secara personal di tengah tekanan hasil buruk timnya musim ini. Momen kekalahan di El Clásico yang menentukan gelar tentu semakin memperberat beban yang ia tanggung.
Sementara itu, keberhasilan Barcelona meraih gelar ini menjadi validasi atas proyek jangka panjang yang dibangun di Camp Nou — mengandalkan pemain muda berbakat dan kolektivitas permainan menyerang yang khas.
Selanjutnya: Tiga Laga Tersisa
La Liga 2025-2026 masih menyisakan tiga matchday. Barcelona kini bisa bermain lepas tanpa beban, sementara Madrid akan berupaya menutup musim dengan martabat — setidaknya mengamankan posisi yang lebih layak di klasemen akhir dari posisi ke-9 saat ini.
Bagi Blaugrana, fokus berikutnya bisa jadi tertuju ke kompetisi lain yang masih berjalan, termasuk kemungkinan perjalanan di ajang Eropa. Namun untuk malam ini, Camp Nou berpesta. Gelar ke-29 sudah resmi menjadi milik Barcelona.