Vinicius Junior Nyaris ke Barcelona Sebelum Pilih Madrid
Sebelum menjadi bintang Real Madrid, Vinicius Junior ternyata pernah sangat dekat dengan Barcelona. Sebuah fakta transfer yang kini terasa ironis.
Vinicius Junior kini identik dengan Real Madrid — pencetak gol, pemain terbaik dunia, dan mimpi buruk setiap bek La Liga. Tapi ada satu fakta yang jarang dibahas: winger Brasil itu nyaris berseragam Barcelona sebelum akhirnya mendarat di Santiago Bernabéu.
Dua Raksasa Spanyol Berebut Bocah Flamengo
Saat Vinicius masih berusia 16 tahun di Flamengo, namanya sudah beredar di meja negosiasi klub-klub elite Eropa. Barcelona menjadi salah satu yang paling serius menjajaki kemungkinan merekrutnya. Blaugrana kala itu melihat potensi besar pada pemuda asal São Gonçalves tersebut.
Namun Real Madrid bergerak lebih cepat dan lebih berani. Los Blancos mengunci kesepakatan senilai 45 juta euro dengan Flamengo pada 2017 — angka yang fantastis untuk pemain remaja yang belum pernah bermain satu menit pun di level profesional senior. Barcelona pada akhirnya gigit jari.
Keputusan yang Mengubah Segalanya
Pilihan Vinicius memilih Madrid bukan sekadar soal angka di kontrak. Proyek jangka panjang yang ditawarkan Carlo Ancelotti — meski pelatih Italia itu belum ada di sana saat penandatanganan — serta kesempatan bersaing di level tertinggi menjadi pertimbangan utama.
Real Madrid memberi waktu bagi Vinicius untuk berkembang. Dua musim pertamanya memang penuh kritik: akurasi finishing buruk, keputusan di kotak penalti sering salah. Tapi Madrid bersabar. Barcelona, dengan model rekrutmen dan tekanan berbeda, barangkali tidak akan memberikan ruang berkembang serupa.
Kini hasilnya terlihat jelas. Vinicius adalah salah satu pemain paling berbahaya di planet sepak bola, dengan trofi Liga Champions dan penghargaan individual yang terus bertambah.
Ironi di Musim 2025/26
Bayangkan jika Vinicius memilih Barcelona. Musim ini saja, El Clasico menjadi panggung sempurna untuk merenungkan skenario itu. Barcelona mengalahkan Real Madrid 2-0 di Camp Nou pada matchday 35 La Liga — hasil yang sekaligus mengantarkan Blaugrana meraih gelar juara Liga Spanyol musim 2025/26.
Real Madrid saat ini duduk di posisi 9 klasemen La Liga dengan 15 poin dari 8 laga — meraih 5 kemenangan, tanpa seri, dan 3 kekalahan. Form terakhir mereka: LWLWL, tidak konsisten. Barcelona di posisi 5 dengan 16 poin, satu angka lebih banyak, dengan catatan 5 menang, 1 seri, dan 2 kalah.
Madrid sedang dalam masa transisi. Dan absennya Vinicius dari skuad — andai ia memilih Barcelona dulu — tentu akan membuat performa Los Blancos lebih suram lagi.
Apa Jadinya jika Vinicius di Barcelona?
Pertanyaan ini memang spekulatif, tapi menarik untuk direnungkan. Barcelona yang saat ini merayakan gelar juara La Liga dengan andalan Marcus Rashford bisa saja memiliki wajah berbeda jika Vinicius ada di sana sejak 2018.
Di sisi lain, Real Madrid tanpa Vinicius hampir pasti kehilangan setidaknya satu trofi Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Kontribusinya di final UCL 2022 melawan Liverpool — satu gol penentu — sudah cukup membuktikan betapa krusialnya kehadiran pemain ini bagi Los Blancos.
Transfer yang "hampir terjadi" ini menjadi pengingat bahwa keputusan sepersekian detik dalam negosiasi transfer bisa mengubah lanskap sepak bola dunia selama bertahun-tahun.
Vinicius dan Masa Depan di Bernabéu
Dengan kontrak jangka panjang di Real Madrid, Vinicius tidak kemana-mana dalam waktu dekat. Ia adalah pondasi proyek Madrid untuk satu dekade ke depan — bersama Kylian Mbappé dan pemain-pemain muda yang terus didatangkan.
Barcelona boleh juara La Liga musim ini. Tapi mereka pasti masih penasaran: bagaimana rasanya jika Vinicius Junior berhasil mereka dapatkan dulu, sebelum Madrid datang lebih cepat?
Sejarah sudah memilih. Dan pilihan itu menguntungkan Madrid — setidaknya untuk beberapa tahun terakhir.