Sundul
Liga Italia

Milan Hilang Taji Usai Derby: 5 Laga Terakhir Buruk

AC Milan tenggelam dalam krisis performa setelah euforia kemenangan derby. Lima pertandingan terakhir mencatat catatan menyedihkan: hanya satu kemenangan dari lima laga.

Dimas Wirawan · 11 Mei 2026, 17:17 · 3 min baca

AC Milan kini berdiri di tepi jurang. Kemenangan derby atas Inter Milan yang sempat memompa semangat Rossoneri ternyata tidak berlanjut menjadi momentum positif. Sebaliknya, Milan justru terperosok ke dalam serangkaian hasil buruk yang mengancam tiket Liga Champions musim depan.

Form Babak Belur: LLDWL dalam 5 Laga Terakhir

Rekam jejak Milan dalam lima pertandingan terakhir berbicara keras: kalah, kalah, imbang, menang, kalah. Satu kemenangan terpencil di antara empat hasil negatif. Itulah wajah Milan yang sesungguhnya pasca-derby.

Dari 36 pertandingan yang telah dimainkan di Serie A musim 2025-26, Milan mengumpulkan 67 poin dengan catatan 19 menang, 10 imbang, dan 7 kalah. Raihan itu menempatkan mereka di posisi keempat klasemen. Namun posisi itu kini terasa sangat rapuh.

Kebobolan 32 gol dari 36 laga menunjukkan lini pertahanan yang sebenarnya tidak solid. Sementara 50 gol yang dicetak mengindikasikan daya serang yang tidak cukup tajam untuk bersaing di papan atas Serie A.

Atalanta Bungkam Milan di San Siro

Pukulan terbaru datang dari Atalanta. Di hadapan pendukung sendiri di San Siro, Milan menelan kekalahan 2-3 dari Atalanta. Hasil itu bukan sekadar kekalahan biasa — ini adalah kekalahan di kandang sendiri yang menegaskan betapa rapuhnya Milan saat ini.

Laga kontra Atalanta menampilkan Milan yang gagal mengendalikan permainan. Ketidakmampuan mengontrol tempo pertandingan menjadi masalah berulang yang terus menghantui skuat asuhan pelatih mereka. Atalanta yang bermain disiplin dan agresif berhasil mengeksploitasi celah-celah dalam organisasi permainan Milan.

Kekalahan dari Atalanta bukan anomali. Ini adalah cerminan dari krisis struktural yang belum juga ditemukan solusinya.

Ancaman dari Bawah: Como Cetak Sejarah

Tekanan tidak hanya datang dari atas. Como, klub yang baru saja mencatatkan sejarah mereka sendiri di Serie A, turut mempertegang situasi Milan. Hasil positif Como secara langsung mengancam posisi Milan di empat besar.

Jika Milan gagal mempertahankan posisi keempat dalam dua laga sisa musim ini, mereka terancam absen dari Liga Champions musim depan. Sebuah skenario yang hanya beberapa pekan lalu tampak mustahil terjadi.

Dengan selisih poin yang semakin tipis di papan klasemen bagian atas, setiap poin kini bernilai sangat mahal bagi Milan. Tidak ada ruang lagi untuk hasil yang tidak memuaskan.

Masalah Mental atau Taktis?

Pertanyaan yang mengemuka adalah: apa akar masalah Milan sebenarnya? Apakah ini soal mental yang turun setelah mencapai hasil besar, ataukah ada persoalan taktis yang lebih dalam?

Pola yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir mengarah pada keduanya. Milan tampak kehilangan organisasi defensif setelah unggul atau setelah meraih hasil penting. Mereka juga terlihat kesulitan membangun serangan yang sabar dan terstruktur ketika lawan berhasil menetralisir pressing awal mereka.

Dengan hanya mencetak 50 gol dalam 36 laga, rata-rata kurang dari 1,4 gol per pertandingan, Milan tidak memiliki kekuatan ofensif yang cukup untuk menutup kesalahan defensif. Setiap gol yang kebobolan menjadi beban yang terlalu berat untuk dipulihkan.

Dua Laga Tersisa, Tiket Champions di Ujung Tanduk

Sisa musim ini tinggal dua pertandingan. Milan harus merespons dengan dua kemenangan jika ingin benar-benar mengamankan posisi empat besar. Hasil imbang atau kekalahan lagi akan membuka peluang bagi pesaing untuk melompati mereka di klasemen akhir.

Tekanan mental yang menimpa para pemain Milan jelas terasa. Mereka masuk ke dua laga sisa dengan form buruk, kepercayaan diri yang terkikis, dan jutaan tifosi yang mulai kehilangan kesabaran.

Euforia derby kini terasa sangat jauh. Yang tersisa adalah pekerjaan berat: membuktikan bahwa kemenangan atas Inter bukan hanya kilatan sesaat, melainkan pondasi dari sesuatu yang lebih besar. Musim ini, waktu Milan hampir habis untuk membuktikannya.

#AC Milan #Serie A #Liga Champions #Klasemen Serie A #Atalanta Vs Milan #Form Milan