Sundul
Liga Inggris

Kritik Keras Mantan Asisten MU untuk Memphis Depay

Mantan asisten manajer Manchester United melontarkan penilaian tajam terhadap penampilan Memphis Depay, mempertanyakan kontribusi nyata striker Belanda itu di level tertinggi.

Naila Sari · 12 Mei 2026, 00:17 · 3 min baca

Mantan asisten manajer Manchester United melontarkan kritik keras terhadap Memphis Depay, mempertanyakan apakah penyerang internasional Belanda itu benar-benar layak mendapat tempat di skuad tim besar. Penilaian tersebut kembali memantik debat soal konsistensi Depay di panggung elite Eropa.

Kritik yang Tidak Main-Main

Penilaian dari mantan staf pelatih Old Trafford itu bukan sekadar opini biasa. Sosok yang pernah bekerja langsung di lingkungan tim United menilai Depay gagal membuktikan diri sebagai pemain kelas dunia yang sesungguhnya secara konsisten.

Kritik utama mengarah pada ketidakstabilan performa Depay dari musim ke musim. Meski sesekali tampil gemilang, penyerang berusia 30 tahun itu dianggap terlalu sering menghilang di momen-momen krusial yang justru menentukan nasib sebuah tim.

Depay memang memiliki catatan gol yang tidak buruk di level klub maupun internasional bersama Timnas Belanda. Namun, pertanyaan soal mentalitas dan daya tahannya di liga-liga dengan intensitas tinggi terus mengikutinya sejak gagal bersinar di Manchester United pada periode 2015-2017.

Bayangan Kegagalan di Old Trafford

Rekam jejak Depay bersama Manchester United menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari narasi ini. Ia didatangkan dengan harapan besar dari PSV Eindhoven pada 2015, namun hanya mencetak dua gol dari 33 penampilan di Premier League sebelum dijual ke Lyon pada Januari 2017.

Kegagalan itu meninggalkan kesan mendalam di benak para pengamat yang dekat dengan klub. Tidak mengherankan jika mantan staf pelatih United merasa punya landasan kuat untuk melontarkan penilaian pedas tersebut, mengingat mereka menyaksikan langsung bagaimana Depay berjuang beradaptasi dengan tekanan di Old Trafford.

Setelah meninggalkan United, Depay memang bangkit di Lyon dan kemudian Barcelona serta Atletico Madrid. Tapi kesan bahwa ia hanyalah pemain "second tier" di pentas Eropa paling kompetitif terus melekat.

Kontroversi yang Membelah Pendapat

Tidak semua pihak sependapat dengan kritik tersebut. Sebagian analis berpendapat bahwa konteks sangat penting: Depay tiba di United di usia 21 tahun, di bawah manajer Louis van Gaal yang gaya bermainnya sangat berbeda dengan tipikal permainan alami sang pemain.

Di Lyon, Depay berkembang menjadi salah satu penyerang paling produktif di Ligue 1 selama beberapa musim berturut-turut. Ia juga menjadi andalan utama Timnas Belanda, mencetak lebih dari 40 gol internasional untuk Oranje.

Namun, standar yang dipakai oleh mantan staf United jelas berbeda. Di level Premier League dan Liga Champions, pemain kelas dunia dituntut konsisten bukan hanya di liga yang lebih lemah kompetisinya.

Relevansi Penilaian di Tengah Karier yang Meredup

Kritik ini muncul di momen yang menarik. Karier Depay kini tidak lagi berada di puncaknya di Eropa. Setelah meninggalkan Atletico Madrid, perjalanan kariernya mengisyaratkan bahwa jendela untuk membuktikan diri di level paling elite sudah semakin sempit.

Di sisi lain, Manchester United sendiri tengah dalam proses transformasi besar. Saat ini United menempati posisi ketiga klasemen Premier League dengan 65 poin dari 36 pertandingan — catatan 18 menang, 11 imbang, dan 7 kalah. Kemenangan 1-0 atas Chelsea pada 19 April lalu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan mereka musim ini.

Dengan posisi tersebut, United sedang membangun identitas baru. Nama-nama yang pernah gagal di Old Trafford, termasuk Depay, sering kali dijadikan tolok ukur tentang jenis pemain seperti apa yang tidak boleh direkrut ulang oleh manajemen.

Pelajaran yang Tersisa

Terlepas dari perdebatan yang mungkin terus berlanjut, kasus Memphis Depay tetap menjadi studi menarik tentang bagaimana potensi besar tidak selalu berbanding lurus dengan pencapaian nyata di klub-klub raksasa Eropa.

Penilaian keras dari mantan staf United itu, meski bisa diperdebatkan, mencerminkan standar tinggi yang memang selalu diterapkan di Old Trafford. Di sana, pemain tidak cukup hanya sesekali bersinar — mereka harus konsisten di setiap momen penting yang menentukan.

#Premier League #Liga Inggris #Manchester United #Old Trafford #Memphis Depay #Kritik Pemain