Sundul
Liga Indonesia

Mekanisme Hadiah BRI Liga 1 2024/2025: Persib Incar Rp27 Miliar

Persib Bandung berpeluang mengantongi lebih dari Rp27 miliar dari total prize money BRI Liga 1 2024/2025 jika finis sebagai juara musim ini.

Fajar Hidayat · 28 April 2026, 02:30 · 3 min baca

Persib Bandung berada di jalur terdepan untuk merebut gelar juara BRI Liga 1 2024/2025, dan bersama trofi itu datang prize money yang tidak kecil — lebih dari Rp27 miliar bisa masuk kas Maung Bandung jika mereka finis di posisi teratas klasemen akhir.

Total Prize Money dan Cara Pembagiannya

BRI Liga 1 2024/2025 menyediakan total hadiah yang dibagikan kepada seluruh 18 klub peserta. Besaran yang diterima masing-masing tim ditentukan oleh posisi akhir mereka di klasemen. Semakin tinggi posisi, semakin besar nominal yang diterima.

Juara musim ini berpotensi mengantongi lebih dari Rp27 miliar. Angka itu merupakan kombinasi dari hadiah posisi juara ditambah komponen-komponen lain dalam struktur distribusi prize money Liga 1.

Klub-klub di papan tengah pun tetap mendapatkan bagian, meski jauh lebih kecil dibanding tim-tim yang finis di papan atas. Sementara dua atau tiga tim yang terdegradasi ke Liga 2 otomatis kehilangan kesempatan meraih potongan hadiah dari kompetisi kasta tertinggi musim berikutnya.

Persib dan Posisi Mereka di Klasemen

Musim ini, Persib tampil konsisten dan menghuni posisi puncak klasemen BRI Liga 1 2024/2025. Dengan performa itu, skuad asuhan pelatih mereka praktis menjadi kandidat terkuat peraih hadiah terbesar.

Jika Persib berhasil mengunci gelar juara, tim asal Bandung ini akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari mekanisme prize money musim ini. Lebih dari Rp27 miliar adalah angka yang signifikan, bahkan bagi klub seukuran Persib.

Hadiah tersebut bisa digunakan manajemen untuk memperkuat skuad di jendela transfer berikutnya, meningkatkan fasilitas akademi, atau sekadar menjadi penyeimbang neraca keuangan klub.

Distribusi untuk Tim Papan Tengah dan Bawah

Tidak hanya tim juara yang mendapatkan bagian. Seluruh 18 klub peserta BRI Liga 1 2024/2025 memperoleh porsi dari total prize money, meskipun dengan nominal berbeda-beda sesuai posisi akhir klasemen.

Mekanisme ini dirancang agar kompetisi tetap berjalan kompetitif hingga pekan terakhir. Bahkan tim yang bersaing di zona aman pun terdorong untuk meraih poin sebanyak mungkin demi mendapat hadiah lebih besar.

Bagi tim yang bermain di zona degradasi, konsekuensinya berlipat ganda: turun kasta ke Liga 2 sekaligus mendapat porsi prize money paling kecil dari seluruh peserta.

Konteks: Liga 1 dan Nilai Ekonomi Kompetisi

Kehadiran BRI sebagai sponsor utama turut mendongkrak nilai ekonomi Liga 1 dalam beberapa musim terakhir. Total prize money yang disediakan mencerminkan skala investasi sponsor sekaligus komitmen PSSI dan PT LIB dalam meningkatkan profesionalisme kompetisi.

Dibandingkan beberapa tahun lalu, nominal hadiah yang beredar di Liga 1 kini jauh lebih besar. Tren ini diharapkan menarik lebih banyak pemain berkualitas, memperkuat daya saing klub-klub Indonesia di level Asia Tenggara, dan pada akhirnya meningkatkan level kompetisi secara keseluruhan.

Dengan Persib yang sudah berada selangkah dari gelar juara, hitungan prize money lebih dari Rp27 miliar itu bukan sekadar angka di atas kertas — itu nyaris menjadi kepastian yang tinggal menunggu peluit akhir musim dibunyikan.

#Persib Bandung #Bri Liga 1 #Liga Indonesia #Prize Money Liga 1 #Klasemen Liga 1 2024 2025 #Hadiah Juara Liga 1