Sundul
Timnas Indonesia

4 Pemain Senior yang Bisa Perkuat Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia

Timnas Indonesia U-23 bersiap jalani Kualifikasi Piala Asia U-23. Ada empat nama pemain senior yang secara aturan usia masih bisa dipanggil dan bakal signifikan meningkatkan kualitas skuad.

Dimas Wirawan · 28 April 2026, 02:33 · 4 min baca

Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 dalam waktu dekat. Pelatih yang menangani skuad muda ini punya opsi menarik: sejumlah pemain yang sudah kenyang jam terbang di level senior ternyata masih masuk rentang usia eligibel untuk kategori U-23. Kehadiran mereka di skuad bisa jadi pembeda besar.

Marselino Ferdinan — Kreator Lini Tengah

Marselino Ferdinan adalah nama paling logis untuk dipinjam ke skuad U-23. Gelandang serang ini sudah menjadi andalan Timnas Senior dan memiliki pengalaman bermain di Liga Belgia bersama KMSK Deinze. Kemampuannya membaca permainan, melepas umpan terobosan, dan mencetak gol dari jarak jauh memberikan dimensi berbeda di lini tengah.

Usianya masih berada di bawah batas U-23. Di lingkungan pemain muda, Marselino bisa berperan sebagai pemimpin teknis sekaligus penggerak tempo permainan. Kualifikasi Piala Asia U-23 butuh gelandang yang tidak hanya disiplin defensif, tapi juga berani mengambil risiko kreatif — dan Marselino punya keduanya.

Justin Hubner — Bek Tengah Berstandar Eropa

Lini belakang kerap menjadi titik lemah timnas kelompok umur Indonesia. Justin Hubner hadir sebagai solusi konkret. Bek tengah berdarah Indonesia-Belanda ini sudah bermain di Cerezo Osaka, Jepang, dan menjalani latihan di akademi Wolverhampton Wanderers sebelumnya.

Postur fisik, kemampuan duel udara, dan ketenangan saat membangun bola dari belakang adalah aset langka di level U-23 Asia Tenggara. Bersama Hubner, koordinasi lini belakang Indonesia U-23 akan jauh lebih terstruktur. Catatan terbaru menyebut Hubner masih aktif dalam radar Timnas Senior, tapi usianya tetap memenuhi syarat untuk diturunkan di kompetisi U-23.

Struick — Penyerang Cepat yang Butuh Menit Bermain

Rafael Struick belakangan disebut mengalami penurunan status di level senior. Kondisi itu justru membuka peluang: jika manajemen tim memutuskan menurunkannya ke kelompok U-23, Struick bisa mendapat menit bermain reguler sekaligus menjadi senjata berbahaya di lini depan.

Penyerang berdarah Belanda-Suriname ini punya kecepatan dan naluri mencetak gol yang terbukti di level Asia Tenggara. Kualifikasi Piala Asia U-23 adalah ajang yang tepat untuk Struick mengembalikan performa terbaiknya sambil membantu timnas muda meraih tiket lolos.

Emil Audero — Kiper Pengalaman Serie A

Ini nama yang mungkin paling mengejutkan, namun paling menarik secara argumen teknis. Emil Audero, kiper kelahiran 1997 berdarah Indonesia, kini bermain untuk Bologna di Serie A Italia. Musim ini Bologna ada di posisi 10 klasemen Serie A dengan catatan 4 kemenangan, 3 imbang, dan 1 kekalahan dari 8 laga.

Audero sendiri tercatat mencatatkan 4 clean sheet bersama Bologna dalam periode terakhir — angka yang berbicara tentang konsistensi dan kualitasnya. Secara aturan AFC untuk kompetisi U-23, batas usia mengacu pada tahun kelahiran yang ditetapkan untuk setiap edisi turnamen. Jika Audero masih masuk kriteria eligibel, kehadirannya di bawah mistar akan langsung mengangkat level kepercayaan diri seluruh tim.

Kiper dengan jam terbang Serie A memberi jaminan yang tidak bisa disamakan dengan kiper lokal manapun yang kini tersedia di pool U-23. Komunikasi lini belakang, distribusi bola, dan refleks di bawah tekanan adalah area di mana Audero sudah teruji di level tertinggi Eropa.

Mengapa Opsi Ini Realistis?

Regulasi AFC memperbolehkan federasi menurunkan pemain yang usianya masih eligible meski sudah masuk skuad senior. PSSI punya presedennya — pada Piala Asia U-23 2024 di Qatar, beberapa pemain senior dipinjam ke skuad muda dan hasilnya luar biasa: Indonesia tembus semifinal untuk pertama kali dalam sejarah.

Keempat nama ini — Marselino, Hubner, Struick, dan Audero — mewakili empat lini berbeda. Jika semuanya tersedia dan PSSI berani mengambil keputusan serupa, struktur Timnas U-23 akan memiliki tulang punggung yang kokoh dari kiper hingga lini serang.

Kualifikasi Piala Asia U-23 bukan turnamen yang bisa dianggap enteng. Grup kualifikasi biasanya mempertemukan Indonesia dengan tim-tim Asia Tengah atau Asia Timur yang secara fisik dan teknis kompetitif. Dengan empat pemain senior ini di dalam skuad, peluang Indonesia lolos ke putaran final meningkat drastis.

Keputusan ada di tangan PSSI dan pelatih. Tapi argumen teknisnya jelas: lebih baik punya pilihan lalu tidak dipakai, daripada butuh tapi tidak tersedia.

#Emil Audero #Marselino Ferdinan #Rafael Struick #Justin Hubner #Timnas Indonesia U 23 #Kualifikasi Piala Asia U 23