Pulisic Nihil Gol di Milan, Ini Masalah Taktiknya
Christian Pulisic belum mencetak satu gol pun untuk AC Milan dalam beberapa pekan terakhir. Masalah utamanya bukan performa individual, melainkan soal kecocokan taktik.
Christian Pulisic, winger andalan Timnas Amerika Serikat, melewati periode kering gol bersama AC Milan di tengah persaingan ketat Serie A. Bukan karena ia kehilangan ketajaman, melainkan karena peran taktis yang dibebankan kepadanya saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik permainannya.
Posisi yang Tidak Ideal untuk Pulisic
Pulisic paling berbahaya ketika diberi kebebasan bergerak dari sisi kanan ke dalam, memanfaatkan kecepatan dan dribel untuk menciptakan peluang tembakan langsung. Namun dalam beberapa pekan terakhir, skema Milan menempatkan Pulisic dalam peran yang lebih melebar dan lebih banyak berkontribusi pada build-up permainan ketimbang menjadi ujung tombak serangan.
Akibatnya, pemain berusia 26 tahun itu lebih sering berakhir di posisi yang jauh dari kotak penalti lawan di momen-momen krusial. Ancaman golnya teredam sebelum sempat terwujud.
Peran Ganda yang Menguras Energi
Di bawah arahan pelatih saat ini, Pulisic kerap dituntut mengerjakan tugas ganda: menyerang sekaligus membantu pertahanan sisi sayap. Beban kerja defensif yang meningkat membuat ia tiba di sepertiga akhir lapangan dalam kondisi kurang segar.
AC Milan sendiri mencatat rekor 34 laga Serie A musim ini — 19 menang, 10 imbang, 5 kalah — dengan total 48 gol dan hanya kebobolan 27. Milan mengumpulkan 67 poin dan duduk di posisi ketiga klasemen. Tim butuh kontribusi dari semua lini, termasuk dari Pulisic yang idealnya lebih difokuskan untuk mencetak gol.
Statistik yang Berbicara
Selama periode tanpa gol ini, Pulisic tetap aktif dalam menciptakan peluang, namun bola tak kunjung masuk gawang. Pergerakannya tanpa bola kerap benar, namun eksekusi akhir atau posisi penerimaan bola tidak berada pada titik terbaiknya.
Masalah ini bukan soal motivasi atau kondisi fisik semata. Sistem yang diterapkan secara tak langsung "memotong" jalur gol paling alami bagi Pulisic — ruang antarlini di sisi dalam pertahanan lawan.
Kunci Pemulihan: Kebebasan Bergerak
Analisis taktis menunjukkan Pulisic paling produktif ketika bebas bertukar posisi dengan penyerang tengah, bergerak masuk dari sisi kanan, dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Pola ini sempat menghasilkan rentetan gol impresif di musim-musim sebelumnya.
Jika Milan ingin kembali memaksimalkan Pulisic, penyesuaian taktik diperlukan, terutama memberinya kebebasan bergerak yang lebih besar di area antarlini dan mengurangi tanggung jawab defensifnya di sisi sayap.
Signifikansi bagi Milan di Sisa Musim
Dengan Milan masih dalam persaingan di posisi ketiga Serie A, setiap gol bernilai besar. Form "DWLLW" di lima laga terakhir menunjukkan konsistensi yang belum stabil. Dua kekalahan beruntun menjadi alarm bahwa produktivitas serangan perlu segera dipulihkan.
Pulisic, ketika tampil dalam peran terbaiknya, adalah salah satu winger paling berbahaya di Serie A. Kering gol ini lebih merupakan konsekuensi dari pilihan taktis daripada cerminan kualitas pemain. Bola kini ada di tangan pelatih untuk memberi Pulisic ruang yang ia butuhkan.