Grup I Piala Dunia 2026 Disebut Grup Maut: Prancis vs Senegal vs Norwegia
Grup I Piala Dunia 2026 dianggap salah satu grup paling kompetitif: Prancis Mbappé, Senegal Mane, Norwegia Haaland, dan Iraq cinderella. Pertarungan striker top dunia.
Grup I Piala Dunia 2026 banyak disebut media internasional sebagai "grup maut". Komposisinya: Prancis (finalis dua edisi terakhir), Senegal (juara Piala Afrika 2021), Norwegia (kembali setelah 28 tahun), dan Iraq (cinderella playoff antar-konfederasi). Tiga dari empat tim punya striker top dunia di lini depan.
Pertarungan striker jadi narasi utama: Kylian Mbappé (Prancis), Sadio Mane (Senegal), dan Erling Haaland (Norwegia) bertarung di grup yang sama. Jarang ada grup Piala Dunia dengan kombinasi nama besar serupa. Iraq, walau secara individual lebih rendah, membawa cerita Cinderella yang membuat grup ini lengkap dramatic.
Prancis, Mbappé sebagai Bintang
Pelatih Didier Deschamps, di edisi keempat dan kemungkinan terakhirnya, mengandalkan Mbappé sebagai bintang utama. Antoine Griezmann (Atletico Madrid) di gelandang serang, Aurelien Tchouameni (Real Madrid) sebagai jangkar, dan William Saliba (Arsenal) di lini belakang. Skuad ini kombinasi finalis 2022 dengan beberapa generasi muda.
Prancis juara 1998 dan 2018, finalis 2006 dan 2022. Konsistensi dua dekade ini membuat Prancis selalu kandidat kuat trofi. Edisi 2026, dengan Mbappé di puncak karier dan generasi pendamping yang stabil, ekspektasi minimal final lagi.
Senegal, Mane Edisi Terakhir
Senegal mengandalkan Sadio Mane (Al-Nassr) di edisi terakhir karier internasional. Iliman Ndiaye (Everton) dan Ismaila Sarr (Crystal Palace) sebagai pendamping di lini depan. Pape Matar Sarr (Tottenham) memimpin lini tengah generasi muda.
Pertemuan Senegal vs Prancis di fase grup mengingatkan edisi 2002, ketika Senegal mengejutkan Prancis 1-0 di laga pembuka. Banyak pemain Senegal lahir atau besar di Prancis dari orang tua imigran, membuat pertemuan ini emotional juga personal.
Norwegia, Haaland di Debut
Norwegia kembali setelah penantian 28 tahun sejak edisi 1998. Erling Haaland (Manchester City) di lini depan, Martin Odegaard (Arsenal) sebagai kapten dan otak permainan, Alexander Sorloth (Atletico Madrid) sebagai pendamping striker. Pelatih Stale Solbakken mempertahankan formasi 4-3-3.
Mbappé vs Haaland di laga grup jadi pertarungan paling ditunggu. Dua dari striker paling produktif dunia, dengan style berbeda: Mbappé teknis-cepat, Haaland fisikal-direct. Hasil pertandingan ini bisa jadi salah satu cerita fase grup paling diingat.
Iraq, Cinderella di Pesta Bintang
Iraq lolos lewat playoff antar-konfederasi di Mexico, mengalahkan Bolivia 2-1 di final Pathway 2. Pelatih Jesús Casas, asal Spanyol, membawa filosofi modern. Aymen Hussein (Al-Quwa Al-Jawiya) di lini depan, Mohanad Ali sebagai pendamping, dan generasi muda Iraq yang banyak main di Liga Saudi.
Bagi Iraq, Grup I jadi tantangan ekstrem. Lawan tiga tim dengan striker top dunia, sulit bertahan tanpa kebobolan. Tetapi sejarah Piala Dunia banyak dihiasi tim underdog yang mengejutkan, dan Iraq dengan disiplin pertahanan Casas berharap mengikuti jejak tersebut.