Mauricio Souza: Persija Harus Tutup Musim dengan Kebanggaan
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meminta skuadnya mengakhiri BRI Liga 1 musim ini dengan penuh kebanggaan usai meraih kemenangan besar di laga terbaru.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengirim pesan tegas kepada seluruh pemainnya: tutup musim dengan kepala tegak. Permintaan itu disampaikan setelah Macan Kemayoran meraih kemenangan besar di laga terakhir mereka di BRI Liga 1, mempertahankan posisi ketiga klasemen dengan 62 poin dari 30 pertandingan.
Posisi Tiga, Tapi Belum Aman
Persija saat ini mengoleksi 19 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan sepanjang musim. Dengan selisih gol yang cukup impresif — 56 gol dicetak berbanding 26 kebobolan — performa tim secara keseluruhan terbilang solid.
Namun posisi ketiga belum benar-benar aman. Persib Bandung dan Borneo FC terus menekan dari papan atas klasemen, dan setiap poin di sisa musim menjadi krusial. Form terakhir Persija — W, D, W, W, L — menunjukkan tim masih konsisten meski sempat tersandung di laga paling akhir.
Souza menyadari situasi ini. Pesan soal "kebanggaan" bukan sekadar retorika — itu adalah arahan taktis agar para pemain tidak mengendur menjelang akhir kompetisi.
Kemenangan Besar sebagai Modal Mental
Kemenangan telak yang baru saja diraih memberi suntikan kepercayaan diri signifikan bagi skuad Jakarta. Souza menegaskan bahwa hasil positif itu harus dijadikan momentum, bukan alasan untuk berpuas diri.
Pelatih asal Brasil tersebut dikenal dengan pendekatannya yang menekankan mentalitas kompetitif hingga peluit terakhir musim. Bagi Souza, menutup kompetisi dengan performa terbaik sama pentingnya dengan hasil akhir di klasemen.
Persija masih menyisakan beberapa laga sebelum musim benar-benar usai. Setiap pertandingan, menurut Souza, adalah kesempatan untuk menunjukkan karakter tim kepada pendukung setia Jakmania.
Persib dan Borneo Jadi Ukuran
Di atas Persija, Persib Bandung dan Borneo FC mendominasi dua posisi teratas klasemen. Jarak poin yang ada membuat Macan Kemayoran hampir dipastikan finis di posisi tiga — namun "hampir" belum berarti pasti.
Souza tidak mau tim larut dalam kalkulasi matematis. Fokus yang ia tanamkan sederhana: menang di setiap laga sisa, biarkan klasemen berbicara sendiri. Pendekatan ini yang membawa Persija bertahan di tiga besar sepanjang musim berjalan.
Dengan 56 gol, lini serang Persija termasuk yang paling produktif di liga. Konsistensi mencetak gol menjadi salah satu faktor kunci mengapa tim ibu kota bisa bertahan di papan atas meski jadwal yang padat.
Pesan untuk Jakmania
Souza juga secara implisit mengirim pesan kepada pendukung Persija. Musim ini, terlepas dari apakah gelar juara bisa diraih atau tidak, tim telah menunjukkan progres nyata. Catatan 19 kemenangan dalam 30 laga adalah bukti konkret.
Bagi pelatih berusia matang itu, kebanggaan bukan hanya soal trofi. Kebanggaan adalah proses — cara tim berlatih, cara tim bertarung, dan cara tim menghormati setiap pertandingan yang tersisa.
Jakmania, basis pendukung fanatik yang selalu memadati stadion, tentu mengharapkan tim kesayangan mereka mengakhiri musim dengan senyum. Souza tampaknya paham betul ekspektasi itu, dan ia menjadikannya bahan bakar tambahan untuk laga-laga penutup.
Sisa Musim, Segalanya Masih Bisa Terjadi
BRI Liga 1 musim ini masih menyimpan beberapa laga tersisa. Persija dengan 62 poin harus terus waspada karena persaingan di papan atas tidak memberikan ruang untuk lengah.
Souza sudah menetapkan standarnya: tidak ada laga yang boleh dianggap formalitas. Setiap pertandingan adalah kehormatan yang harus dijaga. Dengan mentalitas itulah Persija akan menutup musim — penuh kebanggaan, sesuai permintaan sang pelatih.