Persebaya Hajar Arema 4-0 di Kanjuruhan
Persebaya Surabaya mempermalukan Arema FC dengan skor telak 4-0 di Stadion Kanjuruhan pada matchday 30 BRI Liga 1, Selasa 28 April 2026.
Persebaya Surabaya membungkam Arema FC 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada matchday 30 BRI Liga 1, Selasa (28/4/2026). Hasil ini sekaligus mempertegas dominasi Bajul Ijo atas Singo Edan dalam derby Jatim yang berlangsung sejak 2019 tanpa sekalipun dimenangkan tuan rumah.
Arema Tak Berdaya di Kandang Sendiri
Kanjuruhan seharusnya menjadi benteng bagi Arema, namun Persebaya tampil terlalu dominan sejak menit-menit awal. Singo Edan gagal mengimbangi agresivitas lini serang tamu dan kebobolan empat kali tanpa mampu membalas satu pun gol.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Arema yang sebelumnya sempat menunjukkan form membaik dengan dua kemenangan beruntun. Form lima laga terakhir Arema mencatat DWWDL — fluktuatif dan tidak konsisten untuk bersaing di papan tengah.
Persebaya Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya atas Arema FC sejak 2019. Bajul Ijo memang sudah menyiapkan taktik khusus untuk meredam agresivitas Arema, dan hasilnya terbukti di lapangan dengan kemenangan empat gol tanpa balas.
Persebaya datang ke Malang dalam kondisi form yang tidak sempurna — WLLWL dalam lima laga terakhir. Namun dalam derby Jatim, statistik reguler seolah tidak berlaku bagi Persebaya yang selalu tampil lebih tajam saat bersua Arema.
Dampak ke Klasemen BRI Liga 1
Dengan tiga poin tambahan, Persebaya kini mengumpulkan 45 poin dari 30 laga dan bertahan di posisi 6 klasemen BRI Liga 1. Catatan mereka: 12 menang, 9 seri, 8 kalah dengan selisih gol +6 (41 gol masuk, 35 kebobolan).
Arema di sisi lain tetap terpaku di posisi 10 dengan 39 poin dari 30 pertandingan — 10 menang, 9 seri, 10 kalah. Jarak ke zona yang lebih aman kian terasa dengan kekalahan telak ini.
Catatan Derby Jatim yang Menyakitkan bagi Arema
Rivalitas Arema vs Persebaya adalah salah satu derby paling panas di sepak bola Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, keseimbangan kekuatan jelas condong ke Surabaya. Sejak 2019, Arema belum sekalipun mampu mengalahkan Persebaya — sebuah statistik yang membuat frustrasi pendukung Singo Edan.
Kekalahan 0-4 di kandang sendiri tentu menjadi luka yang dalam. Manajemen dan pelatih Arema memiliki pekerjaan rumah besar untuk membalikkan tren negatif ini sebelum musim berakhir.
Sisa Musim dan Target Masing-Masing Klub
Dengan tersisa beberapa pekan jelang akhir musim BRI Liga 1, Persebaya masih berpeluang merangsek ke posisi lebih tinggi jika mampu menjaga konsistensi. Posisi 6 dengan 45 poin membuka celah untuk mengejar tim-tim di atasnya, bergantung hasil laga lain.
Arema, dengan 39 poin di posisi 10, relatif aman dari zona degradasi namun tak punya cukup amunisi untuk mengincar papan atas. Target realistis Singo Edan adalah menutup musim dengan bermartabat — minimal menghindari kekalahan beruntun yang bisa merusak moral jelang kompetisi berikutnya.
Derby Jatim kali ini secara tegas menjawab siapa yang lebih siap. Persebaya pulang dari Malang dengan tiga poin dan rekor yang terus terjaga.