PSM Makassar Takluk 0-2 di Kandang Bali United
PSM Makassar menelan kekalahan 0-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada pekan ke-30 BRI Liga 1. Pemain PSM mengakui kartu merah memaksa tim beralih ke skema bertahan.
PSM Makassar menelan kekalahan 0-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (27/4/2026) dalam laga pekan ke-30 BRI Liga 1. Seorang pemain PSM mengakui skema bertahan terpaksa diterapkan setelah timnya bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah.
Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan
Laga berjalan tidak ideal bagi PSM sejak salah satu pemain mereka diusir wasit dengan kartu merah. Setelah kejadian itu, instruksi dari bench berubah — tim tidak lagi bisa bermain terbuka dan terpaksa merapatkan barisan di lini belakang.
Namun pertahanan sepuluh orang itu tidak cukup membendung agresivitas Bali United di kandang sendiri. Tuan rumah berhasil mencetak dua gol tanpa balas untuk mengamankan tiga poin penuh.
Klasemen: PSM Kian Tertekan di Tengah Tabel
Kekalahan ini semakin memperberat posisi PSM di klasemen. Juku Eja kini berada di peringkat 13 dengan 31 poin dari 30 pertandingan — hasil dari tujuh kemenangan, sepuluh imbang, dan 13 kekalahan. Catatan gol pun minus, dengan 36 gol tercipta berbanding 41 kemasukan.
Lima laga terakhir PSM juga tidak meyakinkan: L-W-L-W-D. Mereka kesulitan menemukan konsistensi sepanjang paruh kedua musim ini.
Sementara Bali United naik angin. Tren positif skuad Serdadu Tridatu terbukti dari lima laga terakhir mereka yang berbunyi W-W-W-L-W. Kemenangan ini mengokohkan posisi mereka di peringkat 7 dengan 45 poin.
Bali United Solid di Kandang
Dengan catatan 12 kemenangan, 9 imbang, dan 9 kekalahan dari 30 pertandingan, Bali United tampil sebagai tim yang sulit ditaklukkan di Dipta. Total 50 gol telah mereka cetak musim ini — terbanyak di antara dua tim yang bertanding malam itu.
Kemenangan ini melanjutkan momentum positif Bali United yang sebelumnya juga mengalahkan Arema dengan skor dramatis 4-3. Konsistensi di akhir musim membuat mereka masih berpeluang finis lebih tinggi di papan klasemen.
PSM Perlu Evaluasi Serius
Dengan sisa laga yang kian sedikit, PSM tidak punya banyak ruang untuk kesalahan. Terpaut jauh dari zona atas, target realistis mereka kini adalah menjaga posisi agar tidak semakin tergelincir ke zona merah.
Masalah disiplin — khususnya kartu merah yang mengubah jalannya laga di Dipta — harus menjadi bahan evaluasi serius. Bermain dengan sepuluh orang di kandang lawan yang sedang on-fire adalah resep yang nyaris mustahil berakhir dengan poin.
PSM kini harus segera bangkit sebelum peluang mereka untuk menutup musim dengan bermartabat benar-benar menutup rapat.