Play-off Tambahan FIFA 2026: Peluang Indonesia?
FIFA disebut tengah mempertimbangkan jalur play-off tambahan Piala Dunia 2026 yang melibatkan dua negara dari zona Eropa dan Asia — membuka spekulasi soal peluang Italia dan Timnas Indonesia.
FIFA disebut sedang mengkaji kemungkinan penambahan jalur play-off Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan satu wakil Eropa dengan satu wakil Asia. Jika rencana ini terealisasi, dua nama besar langsung masuk radar: Italia yang terancam gagal lolos dari kualifikasi UEFA, dan Timnas Indonesia yang masih berjuang di babak ketiga kualifikasi AFC.
Apa yang Sedang Dipertimbangkan FIFA?
Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format diperluas menjadi 48 tim. Penambahan slot membuat FIFA terus mengeksplorasi berbagai mekanisme distribusi jatah antar konfederasi, termasuk kemungkinan play-off lintas zona.
Skema yang beredar menyebut adanya play-off tambahan yang mempertemukan tim peringkat tertentu dari UEFA dengan tim dari AFC yang gagal lolos melalui jalur reguler. Ini bukan hal baru — format serupa pernah diterapkan di edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya, meski dengan kombinasi konfederasi yang berbeda.
Jika skema ini benar-benar disetujui FIFA, maka tim-tim yang kini berjuang di posisi ambang lolos dari masing-masing zona akan punya satu kesempatan tambahan untuk merebut tiket ke AS, Kanada, dan Meksiko.
Italia: Raksasa Eropa yang Kembali Terancam
Italia adalah nama yang paling sering disebut dalam konteks ini dari sisi Eropa. Gli Azzurri pernah mengalami mimpi buruk absen di Piala Dunia 2018 setelah kalah play-off dari Swedia, lalu terulang lagi saat gagal lolos ke Qatar 2022 usai dikalahkan Makedonia Utara.
Kini, performa Italia di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA kembali memunculkan kekhawatiran. Jika tren buruk berlanjut dan Italia hanya mampu finis di posisi play-off UEFA, keberadaan jalur play-off lintas konfederasi ini bisa menjadi penyelamat.
Dari sudut pandang komersial, Italia di Piala Dunia jelas menguntungkan FIFA. Pasar televisi dan sponsor yang dibawa Azzurri ke turnamen global sulit diabaikan begitu saja.
Indonesia: Asa yang Masih Hidup
Dari sisi Asia, Timnas Indonesia menjadi salah satu nama yang paling menarik untuk dibicarakan. Di babak ketiga kualifikasi AFC, Indonesia berada dalam kelompok yang kompetitif. Pelatih Patrick Herdman kini menangani skuad Garuda, dan nama-nama seperti Mees Hilgers masuk dalam radar pemanggilan untuk laga mendatang melawan Oman.
Slot langsung ke Piala Dunia dari AFC berjumlah delapan. Jika Indonesia tidak mampu finis di posisi cukup untuk lolos otomatis, jalur play-off tambahan ini — bila benar direalisasikan FIFA — bisa menjadi opsi terakhir yang sangat krusial.
Perkembangan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Naturalisasi pemain keturunan dan peningkatan ranking FIFA membuat Indonesia bukan lagi tim yang bisa diremehkan di level Asia. Namun lolos ke Piala Dunia tetap butuh lebih dari sekadar perkembangan — perlu konsistensi dan hasil nyata di lapangan.
Probabilitas dan Realita
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Pertama, rencana ini masih sebatas klaim dan belum ada konfirmasi resmi dari FIFA. Proses persetujuan melibatkan berbagai konfederasi dan prosedur voting yang tidak sederhana.
Kedua, meski format Piala Dunia 2026 sudah diperluas ke 48 tim, distribusi slot final masih bisa berubah hingga mendekati fase kualifikasi berakhir. AFC sendiri sudah mendapat tambahan jatah dibanding edisi sebelumnya.
Ketiga, bahkan jika play-off lintas konfederasi ini terbentuk, Indonesia harus terlebih dahulu memastikan diri sebagai wakil Asia di jalur tersebut — bukan hal mudah mengingat persaingan ketat dengan tim-tim seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan lainnya di zona yang sama.
Langkah Selanjutnya untuk Garuda
Terlepas dari spekulasi play-off tambahan, fokus Timnas Indonesia saat ini tetap pada kualifikasi reguler AFC. Pemanggilan Herdman untuk laga kontra Oman menjadi indikator serius bahwa tim sedang dipersiapkan untuk laga-laga krusial yang tersisa.
Di level usia muda, nama Marselino Ferdinan dan Justin Hubner masih dipertimbangkan untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, meski kepastian panggilan mereka belum final. Kedalaman skuad di berbagai kelompok usia memberi sinyal positif soal masa depan sepak bola Indonesia.
Play-off tambahan FIFA boleh jadi peluang. Tapi jalan terbaik tetap satu: menang di lapangan, cukup konsisten untuk lolos dari jalur utama.