Sundul
Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Indonesia di Pot 4

Timnas Indonesia masuk Pot 4 pada drawing Piala Asia 2027, membuka peluang satu grup dengan dua peserta Piala Dunia 2026 sekaligus.

Admin Sundul · 28 April 2026, 10:07 · 3 min baca

Timnas Indonesia dipastikan masuk Pot 4 pada drawing Piala Asia AFC 2027. Penempatan ini membuka skenario berat: skuad Garuda berpotensi satu grup dengan dua tim yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026.

Pot 4 — Posisi Terbawah di Drawing

Pot 4 adalah kelompok tim dengan peringkat AFC terendah di antara 24 peserta Piala Asia 2027. Indonesia berada di posisi ini setelah lolos sebagai tuan rumah bersama Arab Saudi, Qatar, dan India.

Sistem drawing AFC menempatkan satu tim dari masing-masing pot ke dalam setiap grup. Karena Indonesia berada di Pot 4, lawan-lawan di fase grup hampir pasti datang dari pot yang lebih tinggi — artinya tim dengan peringkat FIFA lebih baik dan rekam jejak turnamen lebih kuat.

Skenario Dua Peserta Piala Dunia 2026 dalam Satu Grup

AFC Piala Asia 2027 memiliki 24 peserta yang dibagi ke delapan grup berisi tiga tim. Sejumlah negara Asia yang sudah mengunci tiket Piala Dunia 2026 — termasuk Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, dan Qatar — masuk ke pot-pot atas.

Jika drawing menempatkan dua di antara tim-tim tersebut dalam satu grup bersama Indonesia, Garuda harus menghadapi lawan sekelas kontestan Piala Dunia hanya di fase penyisihan. Skenario ini bukan tidak mungkin, mengingat jumlah tim peserta Piala Dunia 2026 dari Asia cukup banyak dan tersebar di beberapa pot.

Jepang, misalnya, adalah juara bertahan Piala Asia. Korea Selatan dan Iran konsisten menembus babak knockout. Bertemu salah satu saja sudah jadi ujian berat — bertemu dua sekaligus adalah tantangan maksimal bagi tim yang baru mulai konsolidasi di level Asia.

Posisi Indonesia Sebelum Drawing

Indonesia lolos ke Piala Asia 2027 sebagai tuan rumah, bukan melalui kualifikasi reguler. Status tuan rumah otomatis memberi tiket, tetapi tidak mengubah peringkat AFC yang menentukan penempatan pot.

Peringkat FIFA Timnas Indonesia saat ini masih jauh di bawah kekuatan-kekuatan tradisional Asia. Meski dalam dua tahun terakhir ada progres signifikan — termasuk lolos ke Piala Asia 2023 dan hampir menembus ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 — poin FIFA yang terkumpul belum cukup untuk mengangkat Indonesia ke pot yang lebih tinggi.

Konsekuensinya jelas: Garuda nyaris tidak punya pilihan selain menerima undian dari posisi terbawah dan berharap drawing berlaku sedikit lebih ramah.

Tantangan Sekaligus Momentum

Menjadi tuan rumah Piala Asia 2027 membawa tekanan tersendiri. Publik sepak bola Indonesia akan memenuhi stadion dengan ekspektasi tinggi, sementara lawan-lawan di grup berpotensi jauh lebih berpengalaman di level konfederasi.

Namun ada sisi positif. Main di kandang sendiri berarti dukungan penuh suporter, tanpa biaya logistik perjalanan jauh, dan familiaritas lapangan. Beberapa edisi Piala Asia sebelumnya membuktikan keuntungan tuan rumah tidak bisa dianggap remeh.

Selain itu, jeda waktu hingga 2027 memberi PSSI dan pelatih kepala ruang untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. Pemain-pemain muda seperti yang saat ini membela Timnas U-17 dan U-20 berpeluang matang tepat waktu untuk turnamen ini. Begitu pula nama-nama senior yang kini mulai mendapat menit bermain reguler di klub-klub Eropa.

Yang Perlu Diperhatikan Pasca-Drawing

Drawing resmi belum digelar — jadwal dan mekanisme finalnya masih menunggu pengumuman AFC. Namun penempatan pot sudah terkonfirmasi, dan Indonesia ada di Pot 4.

Yang perlu dipantau setelah drawing: siapa dua lawan di grup, bagaimana jadwal pertandingan disusun, dan apakah Indonesia mendapat satu laga di kota yang stadionnya berkapasitas besar untuk memberi efek dukungan penuh. Tiga hal itu akan sangat memengaruhi peluang nyata Garuda lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sebagai tuan rumah Piala Asia.

#Timnas Indonesia #Piala Dunia 2026 #AFC #Piala Asia 2027 #Kualifikasi Piala Dunia 2026 #Garuda #Drawing Piala Asia