Rayhan Hannan Incar Sapu Bersih Laga Sisa Persija
Rayhan Hannan menegaskan target sapu bersih di laga-laga sisa Persija Jakarta musim ini demi menjaga peluang juara BRI Liga 1.
Rayhan Hannan menegaskan dirinya tidak ingin setengah-setengah menjalani sisa musim BRI Liga 1 bersama Persija Jakarta. Gelandang muda Macan Kemayoran itu membidik hasil sempurna di setiap laga tersisa demi mendongkrak posisi tim di klasemen.
Target Jelas di Penghujung Musim
Persija saat ini berada di posisi ketiga klasemen BRI Liga 1 dengan 62 poin dari 30 pertandingan. Catatan mereka: 19 menang, 5 imbang, dan 6 kalah — dengan selisih gol positif 56-26.
Rayhan menyadari jarak dengan Persib dan Borneo di papan atas tidak boleh dibiarkan melebar. Sapu bersih laga sisa adalah satu-satunya cara realistis bagi Persija untuk tetap bersaing di perburuan gelar.
Form terkini Macan Kemayoran terbaca WDWWL — tiga kemenangan dari empat laga terakhir, diselingi satu kekalahan. Konsistensi itu yang ingin dijaga Rayhan dan kawan-kawan hingga peluit akhir musim berbunyi.
Jean Mota Ikut Dorong Ambisi Juara
Semangat Rayhan senada dengan gelandang asing Jean Mota. Pemain Brasil itu baru-baru ini mengenang gol perdananya bersama Persija dan berharap skuad tetap fokus dalam persaingan gelar juara Super League.
Mota menjadi salah satu pilar tengah Persija yang memberikan kedalaman kreativitas dalam skema permainan Mauricio Souza. Kolaborasinya dengan Rayhan di lini tengah menjadi kunci distribusi bola Macan Kemayoran.
4 Pemain Dipanggil Timnas, Souza Tetap Optimis
Tantangan terbesar Persija menjelang laga-laga akhir musim datang dari sektor ketersediaan pemain. Empat nama dari skuad inti dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.
Pelatih Mauricio Souza menyambut kabar itu dengan positif. Ia secara khusus mengungkapkan kegembiraan atas terpanggilnya Eksel Runtukahu — tanda bahwa pemain-pemain Persija diakui kualitasnya di level nasional.
Meski demikian, rotasi dan manajemen skuad akan menjadi pekerjaan rumah Souza agar performa Persija tidak tersendat di partai-partai krusial. Catatan positif: Rizky Ridho tidak masuk dalam pemanggilan timnas kali ini, sehingga bek andalan itu tetap tersedia untuk Persija.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Persib dan Borneo FC saat ini mendominasi dua besar klasemen Liga 1. Persija tertinggal dan tidak punya ruang untuk slip sedikit pun jika masih ingin merebut gelar.
Dengan sisa pertandingan yang kian sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. Rayhan Hannan paham betul tekanan itu — dan penegasan targetnya bukan sekadar retorika, melainkan komitmen yang perlu dibuktikan di atas lapangan.
Persija dijadwalkan menghadapi Persijap dalam waktu dekat, laga yang di atas kertas terlihat terjangkau namun tidak boleh dianggap remeh di tengah tekanan klasemen.
Kunci: Soliditas dan Fokus Penuh
Rayhan Hannan menyebut soliditas tim sebagai modal utama. Persija bukan hanya bergantung pada nama-nama besar, melainkan pada kerja kolektif yang sudah dibangun Souza sepanjang musim ini.
Dengan 56 gol tercetak dan pertahanan yang hanya kebobolan 26 kali dalam 30 laga, Persija punya statistik yang cukup kompetitif. Pertanyaannya tinggal satu: apakah konsistensi itu bisa dijaga hingga laga terakhir musim?
Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah Macan Kemayoran pulang dengan trofi atau harus puas sebagai penonton di tangga podium paling atas.