Sundul
Liga Indonesia

Derbi Jatim: Persebaya Tak Terkalahkan dari Arema dalam 10 Laga

Persebaya Surabaya membawa rekor tak terkalahkan dalam 10 laga terakhir kontra Arema FC ke Derby Jawa Timur berikutnya. Bernardo Tavares ditantang mempertahankan dominasi Bajul Ijo.

Fajar Hidayat · 29 April 2026, 03:13 · 3 min baca

Persebaya Surabaya melakoni Derby Jawa Timur kontra Arema FC dengan bekal statistik yang menekan: 10 laga terakhir pertemuan kedua tim tanpa satu pun kekalahan untuk Bajul Ijo. Di sisi lain, pelatih Bernardo Tavares kini berdiri di persimpangan — menjaga tren atau menjadi bagian dari kebangkitan Arema.

Rekor 10 Laga yang Membayangi Arema

Selama 10 pertemuan terakhir antara Persebaya dan Arema, Singo Edan belum mampu meraih kemenangan. Rentang hasil itu mencakup berbagai musim BRI Liga 1, menjadikan derby ini lebih dari sekadar rivalitas geografis — ini soal tekanan psikologis yang nyata di atas lapangan.

Bagi Arema, statistik ini bukan hanya angka. Ini adalah beban yang dibawa setiap pemain Malang saat memasuki laga kontra tim asal Surabaya tersebut. Tanpa kemenangan dalam 10 kesempatan, pertanyaan tentang kapan "kebangkitan" itu terjadi terus menggantung.

Bernardo Tavares dan Tantangan Menjaga Dominasi

Bernardo Tavares mengambil alih kursi kepelatihan Persebaya dengan rekam jejak mentereng di sepak bola Asia. Pelatih asal Portugal itu kini diuji bukan hanya soal kemenangan, tetapi soal mempertahankan supremasi dalam laga bertensi tinggi seperti derby ini.

Gaya bermain Tavares yang menekankan intensitas tinggi dan pressing terorganisir cocok dengan karakter derby — cepat, keras, minim ruang untuk bernapas. Jika Persebaya mampu mengaplikasikan filosofi itu secara konsisten, rekor 10 laga bisa dengan mudah menjadi 11.

Namun Tavares juga sadar bahwa derby selalu punya variabel tersendiri. Satu momen, satu kesalahan, bisa membalikkan segalanya. Tekanan menjaga rekor justru bisa menjadi pedang bermata dua.

Arema Butuh Momen Bersejarah

Dari kubu Malang, urgensinya jelas. Arema tidak hanya butuh poin di klasemen BRI Liga 1 — mereka butuh pembuktian bahwa dominasi Persebaya bisa diakhiri. Derby tanpa kemenangan selama 10 laga adalah catatan yang menyakitkan bagi basis suporter Aremania.

Manajemen dan pelatih Arema tentu sudah memetakan kelemahan Persebaya menjelang laga ini. Persiapan ekstra, rotasi skuad yang cermat, dan motivasi ekstra dari suporter kandang menjadi modal yang harus dimaksimalkan jika mereka serius ingin memutus rantai itu.

Tekanan untuk menang bukan hanya datang dari papan klasemen, tapi dari sejarah yang terus berulang. Setiap derby adalah kesempatan baru, tapi beban akumulatif dari 10 laga tanpa kemenangan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Derby Jatim di Tengah Persaingan Klasemen

Laga ini juga punya konteks kompetisi yang signifikan. Di BRI Liga 1, setiap poin krusial menentukan posisi di papan atas maupun perjuangan menghindari degradasi. Derby antara dua klub besar Jawa Timur ini kerap menjadi titik balik musim — baik secara mental maupun matematis.

Persebaya yang menjaga tren positif akan semakin percaya diri melanjutkan perjalanan musim ini. Sementara Arema membutuhkan kemenangan untuk menjaga kepercayaan diri skuad dan menenangkan suporter yang sudah lama menunggu hasil berbeda dalam derbi ini.

Prediksi: Siapa yang Akan Berjaya?

Secara psikologis, Persebaya unggul. Rekor 10 laga tak terkalahkan memberikan kepercayaan diri yang sulit ditandingi. Ditambah kehadiran Tavares yang membawa kedisiplinan taktis, Bajul Ijo tampil sebagai favorit tipis.

Namun sepak bola, apalagi derby, tidak selalu berjalan sesuai statistik. Arema yang termotivasi oleh rasa lapar untuk menang bisa menjadi kejutan — terutama jika mereka berhasil menekan Persebaya sejak peluit pertama berbunyi.

Satu hal yang pasti: Derby Jawa Timur ini akan menjadi salah satu laga paling dinantikan di BRI Liga 1 musim ini. Apakah rekor itu berlanjut menjadi 11, atau Arema akhirnya menemukan cara untuk memutusnya — jawabannya hanya bisa ditemukan di atas lapangan.

#Arema Fc #Bri Liga 1 #Liga Indonesia #Persebaya Surabaya #Derby Jawa Timur #Bernardo Tavares