Sundul
Liga Inggris

John Stones Tinggalkan Man City Akhir Musim Ini

John Stones resmi meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2024/25, mengakhiri satu dekade pengabdian yang diwarnai enam gelar Liga Inggris bersama The Citizens.

Dimas Wirawan · 29 April 2026, 06:02 · 3 min baca

John Stones akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini. Bek timnas Inggris itu mengakhiri kontraknya di Etihad Stadium setelah satu dekade penuh menjadi bagian dari era paling sukses dalam sejarah klub.

Satu Dekade, Enam Gelar Premier League

Stones bergabung dengan City pada 2016 dari Everton. Dalam 10 tahun di Manchester, ia menjadi salah satu bek paling andal dalam sistem Pep Guardiola, ikut merasakan enam gelar Liga Inggris yang mengubah wajah sepak bola Inggris.

Kehadiran Stones bukan sekadar pelengkap. Di bawah Guardiola, ia bertransformasi menjadi bek modern yang mampu beroperasi seperti gelandang, membangun serangan dari lini belakang, dan bahkan tampil sebagai bek tengah yang masuk ke area tengah lapangan saat City menguasai bola.

Kontribusinya juga terasa dalam perjalanan treble musim 2022/23 — pencapaian terbesar Manchester City sepanjang sejarah, yang mencakup gelar Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim.

Musim Berat di Penghujung Karier City

Musim terakhirnya di City tidak berjalan mulus. Cedera berulang membuatnya sering absen, sementara performa kolektif tim pun terganggu. Saat ini, City berada di posisi delapan klasemen Premier League dengan 16 poin dari delapan pertandingan — hasil yang jauh dari ekspektasi sebuah tim juara bertahan.

City mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Rekor ini sama dalam hal poin dengan Chelsea di posisi enam, meski The Blues unggul selisih gol. Dalam pertemuan terakhir keduanya pada 12 April 2026, City justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mengandaskan Chelsea 3-0 di Stamford Bridge.

Namun hasil positif tunggal itu belum cukup mengangkat City ke papan atas klasemen. Dan di tengah turbulensi musim ini, kepergian Stones menjadi salah satu kepastian yang sudah tersurat.

Warisan yang Sulit Tergantikan

Stones adalah produk sempurna dari filosofi Guardiola — tenang dalam tekanan, nyaman dengan bola di kaki, dan disiplin secara taktis. Kualitas itu menjadikannya berbeda dari kebanyakan bek di era Premier League yang lebih mengutamakan fisik dan duel udara.

Selama berseragam biru Manchester, ia meraih gelar demi gelar: enam Premier League, satu Liga Champions, satu Piala FA, dan beberapa Piala Liga. Kumpulan trofi itu menempatkan Stones dalam daftar pemain paling sukses dalam sejarah City.

Di level internasional, Stones juga menjadi punggawa reguler timnas Inggris, ikut dalam perjalanan ke final Euro 2020 (yang berlangsung 2021) dan semifinal Piala Dunia 2018.

Apa Selanjutnya?

Stones dipastikan bebas transfer setelah kontraknya habis. Sejumlah klub besar Eropa disebut-sebut tertarik, meski belum ada pengumuman resmi terkait tujuan berikutnya.

Di usianya yang kini memasuki pertengahan usia 30-an, Stones masih memiliki kapasitas untuk bermain di level tertinggi apabila kondisi fisiknya terjaga. Pertanyaan besarnya: apakah ia akan tetap di Liga Inggris, atau mencoba tantangan baru di liga lain?

Bagi Manchester City, kehilangan Stones berarti satu slot bek berpengalaman harus diisi — tantangan nyata di jendela transfer musim panas mendatang, terutama saat tim tengah berjuang merebut kembali dominasi di Premier League.

Akhir Sebuah Era

Kepergian Stones bukan kejutan besar, tapi tetap menjadi momen bersejarah. Bersama Kevin De Bruyne yang juga sudah meninggalkan City, generasi emas yang membangun dinasti Guardiola di Etihad perlahan mulai bubar.

City kini memasuki fase transisi. Gelar keenam Liga Inggris bersama Stones mungkin sudah menjadi kenangan, tapi jejaknya di Etihad tidak akan mudah terhapus.

#Manchester City #Premier League #Liga Inggris #Transfer #Pep Guardiola #John Stones