Persebaya Hajar Arema FC 4-0 di Derby Jatim
Persebaya Surabaya menghancurkan Arema FC 4-0 dalam Derby Jatim di ajang BRI Super League, pesta gol Bajol Ijo mempermalukan Singo Edan di atas lapangan.
Persebaya Surabaya membantai Arema FC 4-0 dalam Derby Jatim di ajang BRI Super League. Bajol Ijo tampil dominan penuh sepanjang laga, sementara Singo Edan yang digadang-gadang mencoba pendekatan baru justru pulang tanpa poin.
Persebaya Tampil Ganas Sejak Awal
Pertandingan yang disaksikan ratusan Bonek — termasuk yang menggelar nobar di Balai Kota Surabaya — berjalan satu arah. Persebaya membangun tekanan sejak menit-menit awal dan berhasil mengkapitalisasinya menjadi empat gol tanpa balas.
Arema, yang sebelum laga disebut-sebut akan mencoba sentuhan taktis baru, tak mampu menghadirkan respons berarti. Lini pertahanan Singo Edan berulang kali jebol, dan tak sekali pun mampu menembus gawang lawan.
Catatan Kelam Arema di BRI Liga 1
Kekalahan telak ini semakin memperburuk posisi Arema di klasemen BRI Liga 1. Klub asal Malang itu saat ini bertengger di posisi 11 dengan 39 poin dari 30 pertandingan — hasil dari 10 menang, 9 imbang, dan 11 kekalahan.
Selisih gol Arema pun masih negatif: 40 gol dicetak berbanding 41 kemasukan. Kekalahan 4-0 dari Persebaya dipastikan akan menggerus selisih gol itu lebih dalam.
Lima laga terakhir Arema mencerminkan inkonsistensi kronis: LDWWD — kalah, seri, menang, menang, seri. Setelah dua kemenangan beruntun, mereka justru tersandung di laga paling bergengsi musim ini.
Derby Jatim Selalu Punya Cerita Besar
Derby Jatim antara Persebaya dan Arema bukan sekadar tiga poin. Rivalitas dua kota besar Jawa Timur ini selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di tribun maupun di lapangan. Antusiasme pendukung Persebaya terlihat nyata — ratusan Bonek memadati titik nobar resmi di Balai Kota Surabaya, menyaksikan tim kesayangan mereka menang telak.
Bagi Persebaya, kemenangan ini bukan hanya soal poin. Ini kemenangan psikologis di atas rival terbesar mereka.
Tekanan Berlapis untuk Arema
Ini bukan pertama kali Arema merasakan kekalahan besar dalam waktu dekat. Sebelumnya, mereka juga kalah 3-4 dari Bali United dalam laga yang berakhir dramatis, sebelum Bali United naik ke posisi 8 klasemen.
Dengan 11 kekalahan dari 30 laga dan selisih gol yang terus memburuk, pertanyaan soal konsistensi dan kedalaman skuad Arema kembali mencuat. Sentuhan baru yang diharapkan memberi warna berbeda di Derby Jatim justru tidak terlihat wujudnya di lapangan.
Arema kini harus segera berbenah. Jarak antara posisi mereka saat ini dengan zona bahaya masih ada, tapi form yang goyah bisa membuat situasi berubah dengan cepat di fase akhir kompetisi.
Persebaya Tegaskan Dominasi
Empat gol tanpa balas adalah pernyataan lantang dari Persebaya. Bajol Ijo membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta derby, tapi tim yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi.
Kemenangan ini sekaligus menjadi hiburan sempurna bagi ribuan Bonek yang mengikuti laga, baik langsung maupun lewat layar bersama. Derby Jatim kali ini milik Surabaya — sepenuhnya.