Milan vs Juventus 0-0: Leao & Pulisic Mandul
AC Milan gagal memanfaatkan keunggulan kandang saat ditahan Juventus 0-0 di Stadio Giuseppe Meazza, Matchday 34 Serie A. Rafael Leao dan Christian Pulisic kembali nihil gol.
AC Milan gagal meraih tiga poin saat menjamu Juventus di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (26/4/2026) malam WIB. Laga Matchday 34 Serie A itu berakhir 0-0, hasil antiklimaks yang membuat dua andalan serangan Milan — Rafael Leao dan Christian Pulisic — kembali pulang tanpa gol.
Lini Depan Milan Tumpul
Sepanjang pertandingan, Milan kesulitan menembus pertahanan Juventus yang tertata rapat. Leao, yang diharapkan menjadi pembeda lewat kecepatan dan dribel dari sisi kiri, tidak mampu menciptakan ancaman nyata yang berujung gol. Pulisic yang biasanya tajam dari lini kedua pun tak berbeda — aktif bergerak, tetapi mandul di depan gawang.
Ketidakmampuan keduanya mencetak gol bukan kali pertama terjadi di rentang akhir musim ini. Produktivitas Leao dan Pulisic menjadi tanda tanya besar justru di momen krusial ketika Milan masih berjuang mengunci posisi di papan atas.
Milan Tertahan di Posisi Tiga Klasemen
Hasil imbang ini membuat Milan tetap berada di posisi ketiga klasemen Serie A dengan 67 poin dari 34 laga — catatan 19 menang, 10 seri, dan 5 kalah. Selisih gol masih positif dengan 48 gol tercipta dan 27 kemasukan.
Catatan form Milan dalam lima pertandingan terakhir berbunyi DWLLW — dua kekalahan beruntun sebelum menang di laga sebelumnya menjadi sinyal bahwa konsistensi masih jadi persoalan. Poin yang terbuang malam ini bisa terasa mahal jika persaingan di papan atas memanas hingga pekan terakhir.
Juventus Bertahan Solid, Form Membaik
Di sisi lain, Juventus justru layak puas. Bermain tanpa kebobolan di kandang lawan yang tengah berjuang naik ke posisi lebih tinggi adalah hasil berharga. Form Bianconeri dalam lima pertandingan terakhir mencatat DWWWD — tidak terkalahkan dan menunjukkan soliditas defensif yang semakin membaik.
Meskipun Juventus baru mencatatkan 13 poin dari 8 laga dalam data terakhir yang tersedia, performa tanpa kebobolan di Giuseppe Meazza menjadi modal psikologis penting bagi skuad besutan Luciano Spalletti yang baru saja memperpanjang kontraknya di Turin.
Statistik Tak Berpihak ke Milan
Milan memang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan volume serangan, namun semua itu tidak berbuah gol. Ketika peluang datang, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Juventus memilih disiplin bertahan, menyempitkan ruang, dan keluar dengan clean sheet yang sangat dibutuhkan.
Pola permainan seperti ini bukan barang baru di Derby d'Italia — pertemuan dua tim besar Italia kerap berlangsung dengan intensitas tinggi namun miskin gol. Malam ini, pola itu kembali terulang.
Implikasi untuk Sisa Musim
Dengan beberapa matchday tersisa, Milan tidak punya ruang untuk terus membuang poin di kandang sendiri. Posisi ketiga masih harus dipertahankan dari kejaran tim-tim di bawah. Leao dan Pulisic harus segera menemukan ketajaman mereka — dua pemain dengan kualitas di atas rata-rata Liga Italia itu terlalu berharga untuk tampil sekadar ramai tanpa hasil.
Juventus, sebaliknya, pulang dari Milan dengan kepala tegak. Satu poin di kandang tim peringkat tiga adalah hasil yang tidak mengecewakan, dan momentum positif dari lima laga terakhir menjadi fondasi untuk mengakhiri musim dengan baik.