Sundul
Liga Indonesia

Marcos Santos Akui Intensitas Arema FC Kurang Lawan Persebaya

Arema FC takluk dari Persebaya Surabaya dalam derbi Jawa Timur. Pelatih Marcos Santos mengakui timnya tampil di bawah standar intensitas yang dibutuhkan.

Fajar Hidayat · 29 April 2026, 12:31 · 3 min baca

Arema FC menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya dalam laga derbi Jawa Timur yang berlangsung sengit. Pelatih kepala Marcos Santos langsung angkat bicara usai pertandingan, mengakui bahwa intensitas permainan timnya tidak berada di level yang diharapkan sepanjang 90 menit.

Santos: Kami Tidak Tampil di Level yang Dibutuhkan

Marcos Santos tidak mencari alasan setelah peluit panjang berbunyi. Pelatih asal Brasil itu secara terbuka menyebut Arema FC gagal menghadirkan intensitas permainan yang menjadi standar timnya selama ini.

Menurut Santos, gap intensitas itulah yang menjadi penentu utama hasil akhir. Persebaya tampil lebih agresif, lebih cepat dalam transisi, dan lebih konsisten dalam tekanan sepanjang pertandingan dibandingkan Arema.

"Kami tidak bermain dengan intensitas yang kami butuhkan untuk memenangkan pertandingan seperti ini," ujar Santos dalam konferensi pers pascalaga.

Derbi yang Tak Berpihak ke Singo Edan

Laga derbi Jawa Timur selalu membawa tekanan tersendiri bagi kedua kubu. Namun malam itu, atmosfer justru sepenuhnya dikuasai Persebaya yang tampil lebih lapar dan lebih terorganisir di lapangan.

Arema kesulitan membangun serangan yang mengalir. Lini tengah tampak kurang kompak dalam menutup ruang, sehingga Persebaya leluasa melancarkan transisi cepat yang berulang kali mengancam gawang Singo Edan.

Bagi Aremania, hasil ini tentu menjadi pukulan telak. Kekalahan dari rival sekota sekelas Persebaya selalu membawa dampak lebih besar secara psikologis dibanding kekalahan dari tim lain.

Masalah Konsistensi yang Harus Segera Diperbaiki

Santos menyadari ini bukan pertama kalinya Arema menunjukkan inkonsistensi performa. Tampil dengan intensitas tinggi di satu laga, lalu turun drastis di laga berikutnya menjadi pola yang harus segera dipecahkan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arema sebenarnya sempat menunjukkan perbaikan. Namun derbi ini membuktikan bahwa fondasi permainan mereka belum cukup kokoh untuk menghadapi tim dengan motivasi dan kualitas setara Persebaya.

Santos menegaskan timnya harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal mentalitas dan komitmen fisik setiap pemain dalam menjalankan instruksi di atas lapangan.

Tekanan Klasemen Mulai Terasa

Kekalahan ini menambah beban Arema FC di tabel klasemen Liga 1. Setiap poin yang terbuang semakin mempersempit ruang gerak mereka dalam persaingan di papan tengah maupun dalam upaya menjauhi zona berbahaya.

Persebaya di sisi lain semakin mempertegas posisi mereka sebagai salah satu tim konsisten musim ini. Kemenangan atas Arema menambah kepercayaan diri skuad Bajul Ijo dan bisa menjadi momentum penting dalam perjalanan mereka ke depan.

Bagi Arema, tidak ada waktu untuk larut dalam kekecewaan. Jadwal Liga 1 yang padat menuntut pemulihan cepat, baik secara fisik maupun mental, sebelum laga berikutnya tiba.

Santos Dituntut Temukan Formula yang Tepat

Kepercayaan manajemen kepada Marcos Santos kini kembali diuji. Pelatih asal Brasil itu memang dikenal memiliki ide permainan yang jelas, namun mengeksekusinya secara konsisten di atas lapangan menjadi tantangan nyata yang belum terpecahkan.

Santos sendiri tidak menghindari tanggung jawab. Ia menyebut bahwa evaluasi akan segera dilakukan bersama staf pelatih dan pemain untuk memastikan kelemahan yang terlihat di laga ini tidak terulang.

Aremania berhak menuntut lebih. Khususnya dalam laga-laga bertaraf derbi, di mana harga diri dan gengsi daerah turut dipertaruhkan di setiap menit permainan.

#Arema Fc #Liga 1 #Bri Liga 1 #Persebaya Surabaya #Marcos Santos #Derbi Jawa Timur