Rivera Buka Rahasia Ruang Ganti Persebaya Sebelum Libas Arema 4-0
Francisco Rivera mengungkap apa yang terjadi di ruang ganti Persebaya sebelum membantai Arema FC 4-0 dalam Derby Jatim yang berlangsung panas.
Persebaya Surabaya menghajar Arema FC 4-0 dalam Derby Jatim yang berakhir telak. Pelatih Francisco Rivera membuka apa yang disampaikannya kepada para pemain di ruang ganti sebelum laga dimulai — dan hasilnya berbicara sendiri di atas lapangan.
Pesan Rivera di Ruang Ganti
Rivera menegaskan bahwa ia meminta para pemainnya tampil dengan intensitas penuh sejak menit pertama. Kepala pelatih asal Spanyol itu menekankan pentingnya konsentrasi kolektif dan tidak memberi ruang kepada lawan untuk bernapas. Pesan itu tersampaikan dengan sempurna: Persebaya mendominasi jalannya pertandingan dari awal hingga peluit akhir.
Meski Rivera sendiri mengakui timnya belum bermain dalam kondisi ideal, semangat untuk mencetak gol tidak pernah padam. Empat gol tanpa balas menjadi bukti bahwa Bajul Ijo tampil lapar di depan gawang Arema.
Frigeri Tak Berdaya, Arema Babak Belur
Di sisi lain, kiper Arema FC Dicky Frigeri nyaris tak bisa berbuat banyak. Pertahanan tim Singo Edan berantakan sepanjang pertandingan, membuat Frigeri harus memungut bola dari gawangnya sendiri sebanyak empat kali.
Kekalahan telak ini semakin menyudutkan posisi Arema di klasemen BRI Liga 1. Tim besutan Malang itu kini berada di peringkat 11 dengan 39 poin dari 30 pertandingan — catatan 10 menang, 9 seri, dan 11 kalah. Gol yang dicetak (40) hampir sama dengan gol yang kebobolan (41), cerminan dari lini pertahanan yang tidak stabil sepanjang musim.
Form terakhir Arema pun tidak meyakinkan: LDWWD — hanya dua kemenangan dari lima laga terakhir sebelum derby ini.
Manajemen Arema Langsung Pasang Ultimatum
Tidak butuh waktu lama bagi manajemen Arema FC untuk bereaksi. Kekalahan 0-4 dari rival sekota Jawa Timur itu langsung memantik ultimatum keras kepada seluruh pemain dan pelatih. Manajemen menegaskan bahwa performa seperti ini tidak bisa terus dibiarkan, dan ada tuntutan perbaikan hasil segera di sisa kompetisi.
Tekanan semakin besar mengingat Arema juga baru menelan kekalahan 3-4 dari Bali United sebelumnya — laga yang membuat Bali United naik ke posisi 8 klasemen, meninggalkan Arema kian terjepit di papan tengah.
Persebaya Haus Gol Meski Tak Ideal
Rivera tidak menyangkal bahwa permainan Persebaya belum mencapai standar terbaik yang ia inginkan. Kombinasi antar lini masih ada yang perlu dibenahi. Namun soal hasrat mencetak gol, Persebaya tampil seperti tim yang benar-benar lapar kemenangan.
Empat gol dalam satu pertandingan Derby Jatim bukan pencapaian kecil. Ini adalah kemenangan telak yang akan dikenang lama oleh pendukung Bajul Ijo — termasuk oleh sejumlah warung kopi di Surabaya yang langsung menggratiskan kopi, teh, dan berbagai minuman untuk merayakan hasil tersebut.
Derby Jatim dan Beban Klasemen
Derby Jatim selalu menanggung bobot lebih dari sekadar tiga poin. Bagi Persebaya, kemenangan 4-0 ini memperkuat klaim mereka sebagai penguasa rivalitas regional musim ini. Bagi Arema, ini adalah tamparan keras yang memaksa evaluasi menyeluruh.
Dengan sisa laga yang tidak banyak di BRI Liga 1, Arema tidak punya kemewahan untuk membuang poin lagi. Manajemen sudah angkat bicara, dan tekanan ada di pundak pemain serta staf pelatih untuk membalik keadaan secepatnya.