Sundul
Liga Indonesia

Hansamu Yama Jadi Kambing Hitam Usai Arema Digulung 4-0

Arema FC dihajar 4-0 dalam Derby Jatim, Aremania murka dan mengarahkan kritik tajam ke Hansamu Yama Pranata — bek yang punya latar belakang sebagai eks pemain Persebaya Surabaya.

Dimas Wirawan · 29 April 2026, 13:41 · 3 min baca

Arema FC menelan kekalahan telak 4-0 dari Persebaya Surabaya dalam Derby Jatim yang berlangsung panas. Hasil memalukan itu langsung memantik kemarahan Aremania, dan satu nama langsung masuk dalam bidikan: Hansamu Yama Pranata, bek senior yang sebelumnya pernah berseragam Persebaya Surabaya.

Kekalahan Telak yang Sulit Diterima

Skor 4-0 bukan angka biasa di Derby Jatim. Ini bukan sekadar kekalahan — ini pembantaian di hadapan rival bebuyutan. Arema FC tidak mampu menjawab tekanan Persebaya di setiap lini, dan pertahanan Singo Edan runtuh total sepanjang pertandingan.

Bagi Aremania, menelan empat gol dari Persebaya adalah luka yang jauh lebih dalam dibanding kekalahan dari tim mana pun. Kemarahan langsung meledak, terutama di media sosial, dan Hansamu Yama menjadi sasaran utama.

Hansamu Dituding, Status Eks Persebaya Diungkit

Hansamu Yama Pranata memang bukan nama baru di dunia sepak bola Indonesia. Bek timnas ini pernah membela Persebaya Surabaya sebelum akhirnya berlabuh ke Arema FC. Di sinilah masalah bermula di mata sebagian Aremania.

Saat pertahanan Arema FC jebol empat kali, nama Hansamu langsung disebut-sebut sebagai biang keladi. Aremania murka bukan hanya soal performa buruknya di lapangan, tetapi juga menyinggung identitasnya sebagai mantan pemain rival abadi. Narasi "tidak sungguh-sungguh membela Arema" pun mulai berseliweran di ruang digital pendukung Singo Edan.

Tuduhan itu memang tidak bisa langsung dibuktikan secara teknis. Namun dalam konteks rivalitas sepanas Derby Jatim, emosi pendukung kerap melampaui analisis taktis.

Persebaya di Atas Angin, Klasemen Bicara

Kemenangan 4-0 ini semakin memperkuat posisi Persebaya Surabaya di BRI Liga 1. Bajul Ijo kini bertengger di posisi kelima klasemen dengan 48 poin dari 30 pertandingan — catatan 13 menang, 9 seri, dan 8 kalah. Lima laga terakhir mereka mencatat form WWLLW, artinya kemenangan atas Arema FC menjadi momentum kebangkitan setelah dua kekalahan beruntun sebelumnya.

Dengan 45 gol tercipta dan hanya kebobolan 35 gol sepanjang musim, Persebaya menunjukkan keseimbangan yang solid antara lini serang dan pertahanan. Kemenangan Derby Jatim ini bukan kebetulan — ini cermin dari performa konsisten tim asuhan pelatih mereka sepanjang musim.

Arema FC: Krisis Kepercayaan dan Tekanan Internal

Di sisi lain, Arema FC kini menghadapi tekanan berlapis. Kekalahan besar dari rival sekota membuka luka lama soal performa tim yang naik-turun. Kritik kepada Hansamu menjadi simbol frustrasi yang lebih besar: Aremania mempertanyakan komitmen, kualitas, dan arah tim secara keseluruhan.

Situasi ini bisa menjadi bom waktu jika manajemen Arema FC tidak segera merespons. Kepercayaan antara pendukung dan pemain adalah modal utama, dan saat ini modal itu sedang terkikis dengan cepat.

Hansamu Yama, sebagai pemain senior dan kapten timnas, tentu tidak asing dengan tekanan. Namun membela Arema FC di Derby Jatim membawa dimensi berbeda — setiap kesalahan akan dibesarkan, dan masa lalu tidak pernah benar-benar terlupakan di mata pendukung fanatik.

Derby Jatim Selalu Meninggalkan Bekas

Derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya bukan pertandingan biasa. Ini adalah salah satu rivalitas paling emosional di sepak bola Indonesia, di mana setiap hasil membawa konsekuensi yang melampaui angka di papan skor.

Kekalahan 4-0 kali ini akan lama diingat — baik oleh Aremania yang menanggung malu, maupun oleh Persebaya yang merayakannya sebagai kemenangan prestisius. Bagi Hansamu Yama, pertandingan ini kemungkinan besar akan menjadi salah satu malam paling berat dalam karier klubnya bersama Singo Edan.

Yang pasti, Arema FC butuh jawaban cepat — di dalam ruang ganti, di papan taktik, dan di hadapan pendukungnya sendiri.

#Arema Fc #Bri Liga 1 #Persebaya Surabaya #Derby Jatim #Aremania #Hansamu Yama