Sundul
Timnas Indonesia

Eks Pelatih Prancis: Inggris Bukan Kandidat Serius Piala Dunia

Mantan pelatih timnas Prancis melontarkan pernyataan tajam, menyebut Inggris bukan pesaing nyata di Piala Dunia dan sudah terlanjur punya citra sebagai tim yang gemar kalah di turnamen besar.

Dimas Wirawan · 29 April 2026, 14:01 · 3 min baca

Mantan pelatih timnas Prancis melontarkan kritik keras terhadap Inggris, menegaskan bahwa Three Lions bukanlah pesaing serius dalam perebutan trofi Piala Dunia. Lebih jauh, ia menyebut Inggris sudah terlanjur menanggung label sebagai tim yang identik dengan kekalahan di momen-momen krusial turnamen besar.

Pernyataan yang Mengejutkan

Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi luas di jagat sepak bola internasional. Mantan juru taktik Les Bleus itu tak melunak sedikit pun, menegaskan bahwa reputasi Inggris di Piala Dunia jauh dari gambaran tim juara yang sesungguhnya.

Inggris memang hanya sekali menjuarai Piala Dunia, yakni pada 1966 di kandang sendiri. Sejak saat itu, Three Lions kerap gagal melampaui ekspektasi, meski selalu tampil dengan skuad berbintang. Di tiga edisi terakhir, Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2018, final Euro 2020, dan semifinal Euro 2024 — namun selalu pulang tanpa trofi.

Pola tersebut rupanya yang menjadi dasar argumentasi sang mantan pelatih. Bagi dia, konsistensi gagal di babak-babak penentu sudah cukup untuk mengklasifikasikan Inggris bukan sebagai kandidat juara, melainkan sekadar peserta yang selalu hadir jauh namun tak pernah sampai.

Rekam Jejak yang Memberatkan

Data historis memang tidak berpihak pada Inggris bila dibandingkan dengan tim-tim elite dunia. Prancis sendiri telah dua kali mengangkat trofi Piala Dunia, pada 1998 dan 2018. Brasil lima kali. Jerman empat kali. Argentina tiga kali.

Sementara Inggris, dengan Premier League yang dipuji sebagai liga terbaik dunia, justru terakhir kali menyentuh trofi mayor internasional lebih dari setengah abad silam. Ironi ini kerap menjadi bahan perdebatan: mengapa liga paling kaya di dunia tidak serta-merta menghasilkan tim nasional juara?

Di Euro 2024, Inggris tampil jauh dari memukau. Gareth Southgate bahkan mengundurkan diri seusai The Three Lions kalah dari Spanyol di final. Penampilan tim yang tersendat-sendat sepanjang turnamen memperkuat narasi bahwa Inggris memiliki masalah struktural yang belum terpecahkan di level internasional.

Konteks Persaingan Menuju Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — edisi perdana yang menggunakan format 48 tim. Inggris berada di jalur lolos tanpa hambatan berarti dari kualifikasi zona Eropa.

Di atas kertas, skuad Inggris saat ini cukup kompetitif. Jude Bellingham, Bukayo Saka, hingga Phil Foden adalah nama-nama kaliber dunia. Namun pertanyaan besarnya tetap sama: apakah talenta individu bisa dikonversi menjadi kolektivitas tim yang mampu bersaing hingga final?

Kandidat kuat lain sudah bersiap. Prancis dengan Kylian Mbappé masih menjadi favorit. Brasil dan Argentina tidak akan menyerahkan posisi mereka begitu saja. Spanyol, juara Euro 2024, datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Dalam peta persaingan tersebut, pernyataan mantan pelatih Prancis itu bukan sekadar provokasi. Ada data konkret yang mendukungnya.

Respons dan Debat yang Terbuka

Pernyataan semacam ini lazim memantik debat panjang di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Sebagian menilai kritik itu terlalu berlebihan, mengingat Inggris tetap konsisten lolos jauh di turnamen-turnamen terakhir. Sebagian lagi justru sepakat bahwa ada pola psikologis yang menghantui tim nasional Inggris di laga-laga penentu.

Pelatih baru Inggris, Lee Carsley yang sempat menangani sementara sebelum Thomas Tuchel resmi ditunjuk, mewarisi pekerjaan besar. Tuchel kini bertugas membuktikan bahwa Inggris bisa keluar dari bayangan stigma tim yang gemar gagal di detik-detik terpenting.

Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian nyata. Apakah Inggris akhirnya mampu melepas label "tim yang selalu kalah", atau justru kembali membenarkan pernyataan sang mantan pelatih Prancis itu.

#Piala Dunia 2026 #Kualifikasi Piala Dunia #Timnas Inggris #Timnas Prancis #Three Lions #Sepak Bola Internasional