Kevin De Bruyne: Edisi Terakhir Maestro Belgia, Akhir Era Generasi Emas
Kevin De Bruyne, gelandang Napoli berusia 35 tahun, masuk Piala Dunia 2026 di edisi terakhir karier. Pindahan dari Manchester City ke Napoli musim panas 2025 menutup era City.
Kevin De Bruyne masuk Piala Dunia 2026 di edisi terakhir karier internasional. Gelandang Napoli berusia 35 tahun ini, lahir 28 Juni 1991, akan tampil setelah pindah dari Manchester City ke klub Italia pada musim panas 2025. Pindahan ini jadi penutupan era yang dimulai 2015, ketika dia bergabung dengan City di bawah Pep Guardiola.
Di Manchester City, De Bruyne memenangi enam gelar Premier League, dua gelar Liga Champions UEFA, dan banyak trofi domestik. Reputasinya: salah satu gelandang serang terbaik dalam dua dekade terakhir, dengan kombinasi visi, akurasi umpan, dan eksekusi tendangan jarak jauh yang langka.
Pindahan ke Napoli
Kontrak De Bruyne dengan Manchester City berakhir 2025. Setelah negosiasi panjang, dia memilih Napoli sebagai pelabuhan baru daripada perpanjangan kontrak atau pindah ke Liga Saudi. Pindahan ini bagian dari proyek Napoli yang juga membeli Scott McTominay (Manchester United) di musim sama. Dua sinyalemen bahwa Liga Italia kembali jadi tujuan top untuk pemain berpengalaman Eropa.
Musim pertama De Bruyne di Napoli (2025-26): 8 gol dan 14 assist sampai akhir Maret 2026. Klub berjuang di papan tengah Serie A, tetapi performa individu De Bruyne konsisten. Pelatih Napoli Antonio Conte mengelola De Bruyne dengan rotasi reguler untuk menjaga kondisi fisik jelang Piala Dunia.
Belgia di Grup G
Belgia masuk Grup G bersama Tunisia, Yordania, dan Kosta Rika. Komposisi yang relatif terkendali, memberi De Bruyne dan generasi emas kesempatan tampil tanpa beban berat lawan tim besar. Kapten saat ini adalah Romelu Lukaku (Roma), striker yang juga mendekati akhir karier internasional.
Pelatih Belgia Domenico Tedesco, asal Italia, mempertahankan filosofi possession-based dengan De Bruyne sebagai pengatur permainan. Romeo Lavia (Chelsea), Jeremy Doku (Manchester City), dan Loïs Openda (RB Leipzig) jadi pemain muda kunci. Komposisi ini membawa kombinasi pengalaman dan energi.
Akhir Era Generasi Emas
Generasi emas Belgia dimulai dari Piala Dunia 2014 di Brasil ketika Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Marouane Fellaini mendominasi tim. Edisi 2018 mereka mencapai semifinal, hasil terbaik dalam sejarah federasi. Edisi 2022 di Qatar, mereka tersingkir di fase grup, kekecewaan besar.
Edisi 2026, banyak pemain inti generasi emas akan tampil terakhir kali: De Bruyne, Lukaku, Thomas Vermaelen (sudah pensiun), dan Kompany (sudah pensiun). Untuk De Bruyne yang masih aktif, edisi ini panggung terakhir untuk mengukuhkan diri sebagai pemain Belgia paling sukses dalam karier internasional.
Trofi yang Tidak Pernah Dimenangi
Bagi De Bruyne, edisi 2026 jadi kesempatan terakhir memenangi trofi tim nasional. Di tingkat klub dia sudah memenangi semuanya. Tetapi di tim nasional Belgia, hasil terbaik tetap semifinalis 2018. Dalam wawancara dengan HLN Belgia, De Bruyne mengakui: "Saya tidak ingin pensiun tanpa pernah jadi finalis Piala Dunia atau Euro. Sekarang kesempatan terakhir."
Sederhana, tetapi mencerminkan obsesi yang membakar pemain top dunia. De Bruyne sudah memenangi Liga Champions, Premier League, dan banyak trofi lain. Trofi tim nasional jadi satu-satunya yang masih kosong di cabinet karier. Edisi 2026 kesempatan terakhir mengisi kekosongan tersebut.