Sundul
Liga Indonesia

Shetty Ungkap Rahasia Latihan Irwansyah usai Kejutan di Asia 2026

Lakshya Sen Shetty membuat gebrakan di Kejuaraan Asia 2026, termasuk mengalahkan Jonatan Christie. Pelatihnya, Irwansyah, kini buka metode latihan di balik kejutan itu.

Naila Sari · 29 April 2026, 20:00 · 3 min baca

Lakshya Sen Shetty tampil di luar dugaan di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026. Pemain India itu bukan sekadar lolos jauh di babak sistem gugur, ia juga mengandaskan Jonatan Christie — salah satu unggulan kuat dari Indonesia — dalam perjalanannya.

Hasil itu langsung memantik perhatian publik bulu tangkis Asia. Siapa yang ada di balik transformasi Shetty? Jawabannya mengarah ke satu nama: Irwansyah, pelatih asal Indonesia yang kini mendampingi Shetty dalam sirkuit internasional.

Jonatan Christie Tumbang, Shetty Curi Perhatian

Kemenangan atas Jonatan Christie bukan perkara kecil. Jonatan adalah mantan juara dunia junior dan runner-up All England, pemain yang dikenal punya kecepatan footwork dan pukulan keras di atas rata-rata.

Namun Shetty mampu membaca permainan Jonatan dengan rapi. Ia tidak panik menghadapi tempo tinggi dan justru membalikkan tekanan lewat variasi serangan yang terstruktur. Kemenangan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Shetty bukan lagi pemain yang gampang diprediksi lawan.

Irwansyah Bongkar Metode Latihan

Irwansyah, yang punya latar belakang panjang di ekosistem bulu tangkis Indonesia, mengungkap pendekatan yang ia terapkan kepada Shetty berbeda dari kebanyakan program latihan konvensional.

Ia menekankan penguatan aspek mental dan kemampuan membaca pola permainan lawan sebagai fondasi utama — bukan sekadar meningkatkan fisik atau volume pukulan. Shetty dilatih untuk tetap tenang di situasi tekanan, memilih momentum kapan harus menyerang dan kapan memegang kendali tempo.

Selain itu, Irwansyah menyebut bahwa konsistensi sesi latihan menjadi kunci. Tidak ada jalan pintas. Setiap sesi dirancang untuk mensimulasikan tekanan pertandingan sesungguhnya, sehingga ketika Shetty turun di lapangan, ia sudah pernah menghadapi situasi serupa ratusan kali dalam latihan.

Kombinasi Talenta dan Sistem

Shetty sebenarnya bukan nama baru. Ia pernah masuk final All England dan konsisten masuk putaran akhir turnamen BWF level Super 500 ke atas. Namun performanya kerap inkonsisten di fase krusial.

Di sinilah peran Irwansyah terasa signifikan. Dengan sistem yang lebih disiplin dan pendekatan yang lebih personal, Shetty mulai memperlihatkan versi terbaiknya di momen yang tepat — justru di panggung besar seperti Kejuaraan Asia.

Bagi Irwansyah, ini juga pembuktian tersendiri. Pelatih asal Indonesia itu menunjukkan bahwa keahlian dan filosofi yang berkembang di ekosistem bulu tangkis Indonesia bisa diterapkan dan berhasil di luar konteks tim Merah Putih.

Dampak ke Indonesia dan Persaingan Tunggal Putra Asia

Tumbangnya Jonatan di tangan Shetty membuka pertanyaan baru soal kesiapan tunggal putra Indonesia menghadapi persaingan yang makin ketat. Jonatan bukan satu-satunya yang harus introspeksi — secara keseluruhan, blok tunggal putra Indonesia masih berjuang menemukan konsistensi di level Asia dan dunia.

Sementara itu, Shetty dan Irwansyah justru menunjukkan bahwa pendekatan yang metodis dan sabar bisa menghasilkan lompatan performa nyata dalam waktu yang tidak terlalu panjang.

Kejuaraan Asia 2026 menjadi bukti bahwa peta kekuatan tunggal putra Asia terus bergerak. Dominasi tidak lagi hanya milik satu atau dua negara. Dan di tengah perubahan itu, Irwansyah — lewat Shetty — menorehkan nama Indonesia di babak cerita yang tidak banyak diprediksi sebelumnya.

#Bulu Tangkis #Jonatan Christie #Tunggal Putra #Lakshya Sen Shetty #Irwansyah #Kejuaraan Asia 2026