Sundul
Liga Indonesia

Panpel Arema Bantah Sabotase Bus Persebaya

Panitia pelaksana Arema FC membantah tuduhan sengaja menyabotase bus yang mengangkut skuat Persebaya Surabaya menuju tempat latihan resmi jelang Derby Jatim, 28 April 2026.

Reza Pratama · 29 April 2026, 20:13 · 3 min baca

Panitia pelaksana (panpel) Arema FC membantah keras tudingan bahwa mereka sengaja menyabotase bus yang membawa rombongan Persebaya Surabaya ke lokasi latihan resmi, sehari sebelum Derby Jatim digelar pada Selasa, 28 April 2026, pukul 15.30 WIB.

Kronologi Insiden Bus Persebaya

Bus yang mengangkut pemain dan staf pelatih Persebaya dilaporkan mengalami gangguan sehingga terlambat tiba di venue latihan resmi yang telah ditetapkan. Kejadian itu langsung memicu spekulasi bahwa ada unsur kesengajaan dari pihak tuan rumah untuk mengganggu persiapan tim tamu.

Insiden tersebut mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter kedua kubu, terutama mengingat rivalitas panas antara Arema dan Persebaya yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Bantahan Tegas Panpel Arema

Pihak panpel Arema langsung angkat bicara. Mereka menegaskan tidak ada niat maupun tindakan yang diarahkan untuk menghambat perjalanan Persebaya. Menurut panpel, gangguan yang dialami bus merupakan insiden teknis di luar kendali mereka dan bukan hasil dari rekayasa pihak mana pun.

Panpel juga menyatakan telah menjalankan seluruh kewajiban sebagai tuan rumah sesuai regulasi BRI Super League 2025-2026, termasuk menyediakan fasilitas dan akses latihan bagi tim tamu.

Tensi Derby Jatim Memanas

Insiden bus ini menambah bumbu panas Derby Jatim yang memang sudah sarat tensi. Pertandingan Arema vs Persebaya pada 28 April 2026 menjadi salah satu laga paling dinantikan di paruh akhir musim BRI Super League 2025-2026.

Persebaya datang ke Malang dalam kondisi cukup solid. Bajul Ijo kini bertengger di posisi 5 klasemen dengan koleksi 48 poin dari 30 pertandingan — 13 menang, 9 imbang, dan 8 kalah. Lima laga terakhir mereka mencatat tren positif dengan rekor WWLLW, menunjukkan tim asuhan pelatih mampu bangkit setelah dua kekalahan beruntun.

Dengan catatan 45 gol tercipta dan hanya 35 kebobolan, Persebaya memiliki modal menyerang yang cukup kuat untuk menghadapi Derby Jatim, meski bermain di kandang lawan.

Dampak ke Persiapan Persebaya

Keterlambatan menuju lokasi latihan berpotensi memangkas waktu sesi latihan tim. Persiapan fisik dan taktis di hari-H maupun sehari sebelum laga besar seperti derby memiliki nilai krusial, terutama dalam hal adaptasi lapangan dan rutinitas set-piece.

Meski begitu, pihak Persebaya belum mengeluarkan pernyataan resmi soal apakah insiden tersebut berdampak signifikan terhadap sesi latihan mereka. Skuat tetap menjalani persiapan dan turun ke lapangan pada pertandingan yang dijadwalkan.

Konteks Derby dan Kelanjutan Musim

Derby Jatim antara Arema dan Persebaya selalu menjadi laga bermuatan tinggi, bukan hanya secara sportif tetapi juga dari sisi keamanan dan logistik. Regulasi pertandingan berisiko tinggi mewajibkan panpel memenuhi sejumlah standar ketat, mulai dari pengawalan tim tamu hingga penyediaan transportasi yang layak.

Insiden semacam ini — walau dibantah sebagai sabotase — tetap berpotensi berujung pada sanksi administratif dari operator kompetisi apabila ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan kewajiban panpel.

Musim 2025-2026 memasuki fase krusial. Setiap poin menjadi berharga, dan Derby Jatim kali ini bukan sekadar soal gengsi daerah — hasilnya bisa berdampak langsung pada perebutan posisi papan atas klasemen.

#Arema Fc #Liga Indonesia #Bri Super League #Persebaya Surabaya #Derby Jatim #Panpel Arema