Sundul
Sepak Bola Dunia

Javier Aguirre: Pelatih Mexico di Edisi Keempat sebagai Tuan Rumah

Javier Aguirre, pelatih Mexico sejak 2024, masuk Piala Dunia 2026 dengan tekanan tuan rumah. Edisi keempat karier sebagai pelatih kepala turnamen utama setelah 2002, 2010, 2018.

Bayu Aditya · 12 Februari 2026, 09:00 · 2 min baca

Javier Aguirre masuk Piala Dunia 2026 sebagai pelatih Mexico di edisi keempat karier turnamen utama. Berusia 67 tahun, lahir 1 Desember 1958, Aguirre adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di edisi 2026. Dia sudah memimpin Mexico di Piala Dunia 2002 (Korea-Jepang), 2010 (Afrika Selatan), dan 2018 (Rusia, sebagai pelatih kepala interim).

Sebelum kembali ke kursi pelatih kepala Mexico pada 2024, Aguirre melatih banyak klub di Spanyol, Mexico, dan Jepang. Reputasinya: pelatih dengan pendekatan pragmatis dan kemampuan mengelola pemain bintang. Dia juga sempat melatih timnas Mesir, walau sempat memutuskan kontrak setelah konflik internal federasi.

Tekanan Tuan Rumah

Mexico tradisi tampil di Piala Dunia sebagai tuan rumah dua kali sebelumnya: 1970 (lolos perempat final) dan 1986 (lolos perempat final, kalah dari Jerman Barat adu penalti). Edisi 2026, target minimal: lolos ke perempat final. Tradisi "Quinto Partido" (laga kelima) jadi obsesi nasional yang belum terjawab sejak Mexico belum lolos perempat final.

Aguirre membangun tim sekitar generasi pemain yang main di Eropa: Hirving Lozano (PSV Eindhoven), Edson Alvarez (West Ham), Cesar Montes (Espanyol), dan Santiago Gimenez (Feyenoord). Kombinasi ini memberi Mexico kualitas Eropa dengan koneksi domestik.

Mexico di Grup A

Mexico masuk Grup A bersama Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Czechia. Pertandingan pembuka turnamen, 11 Juni 2026 di Estadio Azteca, mempertemukan Mexico vs Afrika Selatan. Tekanan luar biasa: laga pembuka, di stadion ikonis, dengan ekspektasi seluruh negara.

Aguirre dalam wawancara dengan ESPN Mexico menyebut: "Tekanan adalah teman. Tanpa tekanan, tidak ada yang menarik. Saya sudah pernah melatih di Piala Dunia tiga kali, dan saya tahu cara mengelola momentum laga pembuka." Pernyataan tenang ini mencerminkan kematangan pelatih dengan pengalaman puluhan tahun.

Filosofi 4-3-3 dan Tekanan Tinggi

Aguirre mengandalkan formasi 4-3-3 dengan tekanan tinggi (high pressing). Pendekatan modern yang berbeda dari tradisi Mexico yang biasanya lebih reaktif. Filosofi ini membutuhkan kondisi fisik tinggi, walau punya risiko jika oposisi sukses melewati first line tekanan.

Skuad Mexico mencatat statistik impresif di kualifikasi CONCACAF Round 3: 11 kemenangan dari 14 pertandingan, 38 gol, hanya 9 kebobolan. Konsistensi ini memberi tim kepercayaan diri jelang Piala Dunia. Bagi Aguirre, edisi 2026 jadi kesempatan akhir karier untuk meninggalkan jejak besar di sepak bola Mexico.

#Sundulinfo #Piala Dunia 2026 #Piala Dunia 2026 #Mexico #Profil Pelatih #Javier Aguirre