Ronaldo Sentil Messi Soal Piala Dunia, Rivalitas Tak Berujung
Cristiano Ronaldo kembali menyinggung Lionel Messi soal trofi Piala Dunia, menegaskan bahwa rivalitas dua megabintang ini belum benar-benar berakhir meski keduanya sudah memasuki senja karier.
Cristiano Ronaldo kembali melempar "serangan" verbal ke arah Lionel Messi. Pemain kelahiran 5 Februari 1985 asal Portugal itu menyinggung soal trofi Piala Dunia, satu-satunya gelar bergengsi yang masih memisahkan catatan pencapaian keduanya di level tertinggi sepak bola.
Satu Trofi yang Jadi Pembeda
Piala Dunia menjadi senjata pamungkas dalam perdebatan GOAT antara Ronaldo dan Messi. Messi mengangkat trofi tersebut bersama Argentina di Qatar 2022, mengisi satu-satunya ruang kosong yang selama bertahun-tahun menjadi celah dalam argumen pendukungnya.
Ronaldo, di sisi lain, belum pernah sekalipun mencicipi final Piala Dunia bersama Portugal. Capaian terbaik timnas Portugal di era Ronaldo adalah perempat final, termasuk di Qatar 2022 ketika Portugal tersingkir di babak tersebut.
Meski demikian, Ronaldo tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa trofi bukan satu-satunya tolok ukur kehebatan seorang pemain, dan bahwa kontribusinya selama dua dekade tidak bisa sekadar diukur dari satu gelar tim nasional.
Dua Karier yang Masih Berjalan
Uniknya, rivalitas ini terus berlangsung meski keduanya sudah lama meninggalkan panggung utama Eropa. Ronaldo kini membela Al-Nassr di Arab Saudi, sementara Messi berseragam Inter Miami di MLS.
Ronaldo berusia 40 tahun, Messi 37 tahun. Keduanya masih aktif bermain, masih mencetak gol, dan masih menjadi wajah komersial terbesar di dunia olahraga. Namun Piala Dunia 2026 di Amerika Utara kemungkinan besar menjadi panggung terakhir bagi keduanya.
Portugal sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Argentina sebagai juara bertahan juga dipastikan tampil. Artinya, ada satu kesempatan terakhir bagi Ronaldo untuk mengejar satu-satunya trofi yang dimiliki Messi namun belum pernah ia pegang.
Ronaldo vs Messi: Lebih dari Sekadar Debat
Perdebatan GOAT antara Ronaldo dan Messi sudah berlangsung lebih dari 15 tahun. Keduanya saling bergantian memenangkan Ballon d'Or selama hampir satu dekade penuh, mendominasi La Liga ketika sama-sama aktif di Spanyol, dan membuat rivalitas Barcelona versus Real Madrid jauh melampaui batas klub.
Ronaldo membukukan lima trofi Liga Champions, lima Ballon d'Or, dan puluhan gelar domestik bersama Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Messi meraih delapan Ballon d'Or, empat Liga Champions, dan kini melengkapinya dengan Piala Dunia 2022.
Pertukaran sindirian antara keduanya, baik langsung maupun tidak langsung, selalu menarik perhatian dunia. Ronaldo paham betul bahwa menyebut Piala Dunia dalam konteks rivalitas ini akan memantik reaksi luas, dan ia memanfaatkannya.
Kesempatan Terakhir di 2026
Piala Dunia 2026 membuka jendela sempit bagi Ronaldo. Jika Portugal mampu melangkah jauh, bahkan menjuarai turnamen, narasi rivalitas ini akan berputar balik secara dramatis.
Pada usia 41 tahun ketika Piala Dunia 2026 bergulir, Ronaldo akan menjadi salah satu peserta tertua dalam sejarah turnamen tersebut. Namun kondisi fisiknya di Al-Nassr menunjukkan bahwa ia masih kompetitif dan belum berniat gantung sepatu.
Messi, di sisi lain, kemungkinan juga masih tampil untuk Argentina meski perannya mungkin berbeda dibanding Qatar 2022. Artinya, panggung untuk babak terakhir rivalitas ini sudah siap.
Sindirian yang Tak Perlu Penjelasan Panjang
Komentar Ronaldo soal Piala Dunia bukan yang pertama dan kemungkinan bukan yang terakhir. Bagi keduanya, rivalitas ini sudah menjadi bagian dari identitas masing-masing, sesuatu yang justru mengangkat nama keduanya lebih tinggi di mata publik sepak bola global.
Apakah Ronaldo bisa menjawab Piala Dunia Messi dengan trofi serupa di 2026? Itu pertanyaan yang akan membuat rivalitas ini tetap hidup setidaknya dua tahun lagi.