Mathew Baker Dipanggil di Dua Timnas Sekaligus
Mathew Baker menjalani situasi unik: dipanggil ke Timnas Indonesia U-17 dan U-19 secara bersamaan. Nova Arianto memasukkan nama gelandang diaspora itu dalam daftar 7 pemain diaspora untuk Piala AFF U-19 2026.
Satu Pemain, Dua Kelompok Umur
Mathew Baker berada di posisi langka: namanya muncul di dua skuad timnas berbeda dalam satu periode pemanggilan. Gelandang muda keturunan Indonesia itu masuk proyeksi Timnas U-17 sekaligus resmi dipanggil Nova Arianto untuk Timnas U-19 yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2026.
Situasi ini bukan tanpa preseden di sepak bola Indonesia, tapi tetap menarik perhatian — seorang pemain diaspora muda langsung jadi rebutan dua kelompok umur berbeda dalam jangka waktu bersamaan.
Nova Arianto Pilih Baker untuk AFF U-19
Nova Arianto memanggil tujuh pemain diaspora untuk persiapan Piala AFF U-19 2026. Mathew Baker termasuk dalam tujuh nama itu. Pemanggilan ini menegaskan posisi Baker sebagai salah satu pemain diaspora yang paling diminati staf pelatih timnas kelompok muda saat ini.
Piala AFF U-19 2026 menjadi target terdekat Nova dan skuadnya. Kehadiran pemain-pemain diaspora diharapkan menambah kedalaman skuad, terutama di lini tengah dan sektor yang selama ini menjadi perhatian pelatih.
Usia Jadi Kunci, Baker Masih Eligible U-17
Baker masih berada dalam rentang usia yang membuatnya eligible untuk Timnas U-17. Itulah mengapa namanya juga muncul dalam proyeksi skuad U-17 — bukan sekadar wacana, melainkan pertimbangan teknis nyata dari jajaran pelatih.
Kondisi ini memberi Baker keuntungan sekaligus tekanan. Di satu sisi, ia punya lebih banyak kesempatan tampil di level internasional muda. Di sisi lain, keputusan akhir soal di mana ia akan ditempatkan secara prioritas perlu segera dijawab agar program latihan dan persiapan tidak terbagi.
Tren Diaspora yang Makin Kuat
Baker bukan satu-satunya pemain diaspora yang dipanggil Nova. Dari tujuh nama diaspora dalam daftar Piala AFF U-19, ini mencerminkan kebijakan PSSI yang secara konsisten memperluas jangkauan rekrutmen ke luar negeri untuk kelompok umur, tidak hanya timnas senior.
Pola ini mengikuti jalur yang sudah dirintis di level senior — di mana pemain-pemain keturunan berhasil mengangkat level kompetitif Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Kini, proses serupa sedang dibangun dari bawah, mulai U-17 dan U-19.
Bagi Baker sendiri, pengalaman bermain di lingkungan kompetitif klub — Athletic Bilbao, salah satu akademi terpandang di Spanyol dan La Liga — menjadi nilai lebih yang membedakannya dari sebagian besar pemain seusianya di Indonesia.
Keputusan Final Masih Ditunggu
Belum ada keputusan resmi soal di mana Baker akan difokuskan: U-17 atau U-19. Yang pasti, pemanggilan ke Timnas U-19 untuk Piala AFF sudah konkret. Proyeksi ke U-17 masih dalam tahap pertimbangan teknis.
Jika Baker akhirnya diprioritaskan di U-19 untuk Piala AFF 2026, peluangnya tampil di U-17 bisa tertunda — setidaknya hingga jadwal dua turnamen itu tidak berbenturan. Koordinasi antar staf pelatih kelompok umur akan jadi penentu.
Piala AFF U-19 2026 mendekat. Nova Arianto dan timnya perlu segera memfinalisasi komposisi skuad agar persiapan berjalan optimal. Baker, dengan statusnya yang diincar dua kelompok umur, kemungkinan besar akan jadi salah satu nama pertama yang dikunci.