Sundul
MotoGP

Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Moto3 2026

Veda Ega Pratama mempertahankan posisi teratas klasemen rookie Moto3 2026, sementara Hakim Danish mengakui kesulitan mengalahkan pembalap Indonesia itu. Veda juga satu-satunya pembalap Asia di 10 besar klasemen sementara.

Fajar Hidayat · 30 April 2026, 02:36 · 3 min baca

Veda Ega Pratama terus mencengkeram posisi teratas klasemen rookie Moto3 2026. Pembalap Indonesia yang akrab disapa "Boeing 954" itu bahkan membuat rival terdekatnya, Hakim Danish, terang-terangan mengakui kesulitan merebut posisi tersebut jelang seri Le Mans.

Hakim Danish Angkat Tangan

Hakim Danish, pembalap Malaysia yang menjadi pesaing utama Veda di klasemen rookie, mengakui bukan perkara mudah untuk menyalip posisi rekan senegaranya di Asia itu. Danish menyebut Veda tampil konsisten dan sulit ditembus di setiap seri yang sudah berjalan musim ini.

Pengakuan itu menjadi bukti nyata betapa seriusnya performa Veda di musim debutnya. Konsistensi poin yang dikumpulkan pembalap muda Indonesia ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kecepatan dan pengelolaan balapan yang matang di atas rata-rata rookie seusianya.

Satu-satunya Wakil Asia di 10 Besar

Yang membuat pencapaian Veda semakin istimewa: ia adalah satu-satunya pembalap Asia yang bercokol di 10 besar klasemen sementara Moto3 2026. Di antara deretan nama-nama Eropa yang mendominasi grid, Veda berdiri sendiri mewakili benua Asia.

Posisi ini bukan sesuatu yang mudah dipertahankan. Moto3 adalah kelas yang penuh dengan talenta muda dari seluruh dunia, dan banyak di antara mereka didukung akademi balap besar serta infrastruktur pengembangan yang jauh lebih mapan. Veda membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level itu.

Julukan 'Boeing 954' dan Identitas di Paddock

Julukan "Boeing 954" yang melekat pada Veda bukan sekadar nama panggung. Nomor 954 yang ia gunakan menjadi identitas yang kini dikenal luas di paddock internasional. Kecepatan yang ia perlihatkan di tikungan dan lintasan lurus menjadikan julukan pesawat jet itu terasa pas.

Di usia semuda ini, membangun personal branding yang kuat di arena balap global adalah modal besar untuk karier jangka panjang. Veda tampaknya paham betul soal itu.

Le Mans Jadi Ujian Berikutnya

Seri berikutnya adalah Le Mans, Prancis. Sirkuit bersejarah ini dikenal memiliki karakteristik unik dengan kombinasi lintasan panjang dan tikungan lambat yang menuntut keseimbangan setup motor dan keberanian pembalap.

Le Mans bisa menjadi batu uji sekaligus kesempatan bagi Veda untuk memperlebar jarak di klasemen rookie. Jika ia mampu tampil kuat di sana, posisinya sebagai rookie terbaik Moto3 musim ini akan semakin sulit digoyahkan.

Hakim Danish tentu tidak akan menyerah begitu saja. Pembalap Malaysia itu punya motivasi besar untuk membuktikan diri, dan persaingan keduanya diprediksi makin sengit menjelang paruh kedua musim.

Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia

Veda Ega Pratama bukan sekadar nama di lembar klasemen. Ia adalah representasi nyata perkembangan motorsport Indonesia di kancah global. Di saat banyak pembalap Asia lain terpental dari 10 besar, Veda justru terus mengangkat bendera merah putih dengan kokoh.

Musim 2026 masih panjang. Namun dengan posisi klasemen saat ini dan pengakuan langsung dari rival, Veda sudah membuktikan bahwa kehadirannya di Moto3 bukan sekadar pelengkap grid. "Boeing 954" tengah dalam penerbangan menuju sesuatu yang lebih besar.

#Veda Ega Pratama #Klasemen Rookie #Le Mans #Moto3 2026 #Hakim Danish #Boeing 954