Sundul
Liga Inggris

Kontroversi Makkelie di Atlético vs Arsenal UCL

Wasit Danny Makkelie menjadi sorotan media Spanyol setelah sejumlah keputusan krusial dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions antara Atlético Madrid dan Arsenal di Riyadh Air Metropolitano, 29 April 2026.

Dimas Wirawan · 30 April 2026, 03:32 · 3 min baca

Wasit asal Belanda Danny Makkelie langsung menjadi headline di media-media Spanyol setelah memimpin laga semifinal Liga Champions antara Atlético Madrid dan Arsenal di Riyadh Air Metropolitano, Rabu malam, 29 April 2026. Sejumlah keputusan penting dalam pertandingan tersebut dinilai merugikan tuan rumah dan memicu gelombang kritik dari press box hingga media sosial di Spanyol.

Keputusan Makkelie yang Picu Kemarahan

Makkelie, salah satu wasit paling berpengalaman di Eropa, berada di bawah tekanan besar sepanjang pertandingan. Media Spanyol menyoroti beberapa momen kritis — mulai dari keputusan kartu, penalti yang diminta namun tidak diberikan, hingga interpretasi offside — yang dianggap tidak konsisten dan berpihak pada Arsenal.

Reaksi langsung datang dari berbagai platform media di Spanyol yang menyebut kepemimpinan Makkelie sebagai faktor penentu jalannya laga, bukan semata-mata kualitas sepak bola kedua tim.

Atlético Berlaga dengan Beban Posisi Klasemen

Atlético masuk ke laga ini dalam kondisi yang tidak ideal secara domestik. Di La Liga, Los Colchoneros kini berada di posisi ke-14 dengan 13 poin dari 8 pertandingan — catatan yang jauh dari ekspektasi. Mereka memetik empat kemenangan, satu hasil imbang, dan menderita tiga kekalahan. Gol yang kebobolan pun sudah mencapai 15 dalam delapan laga.

Tekanan dari kompetisi domestik otomatis meningkatkan beban mental di pentas Eropa. Semifinal Liga Champions menjadi panggung pembuktian penting bagi Diego Simeone dan skuadnya.

Arsenal Datang sebagai Mesin yang Tidak Terbendung

Di sisi lain, Arsenal tiba di Madrid dalam kondisi prima luar biasa. The Gunners memuncaki Premier League dengan rekor sempurna: 8 main, 8 menang, tanpa kekalahan, tanpa hasil imbang. Total 24 poin, 23 gol dicetak, dan hanya 4 gol kebobolan. Forma WWWWW mereka berbicara sendiri.

Tim asuhan Mikel Arteta itu datang bukan sekadar sebagai underdog yang beruntung. Mereka adalah mesin ganas yang sedang dalam performa terbaik musim ini, dan kehadiran mereka di semifinal Liga Champions bukan kejutan.

Kontroversi Wasit di Laga Besar, Bukan Hal Baru

Keputusan kontroversial wasit dalam laga eliminasi Eropa memang bukan fenomena baru. Namun, ketika tim tuan rumah merasa dirugikan, respons media lokal hampir selalu eksplosif. Kali ini, media Spanyol tidak berbeda.

Beberapa outlet menggunakan kata-kata keras untuk menggambarkan kepemimpinan Makkelie. Ada yang menyebutnya sebagai "kesalahan fatal" dan "intervensi yang mengubah permainan". Reaksi semacam ini lazim terjadi di laga semifinal, tetapi intensitasnya kali ini terbilang tinggi, mencerminkan betapa pentingnya laga ini bagi sepak bola Spanyol secara umum.

Leg Kedua Jadi Penentu

Apa pun hasil akhir laga pertama ini, perjalanan kedua tim masih panjang. Leg kedua akan menjadi ujian sesungguhnya, dan kontroversi atas kepemimpinan Makkelie hampir pasti akan terus menghiasi perbincangan di ruang-ruang redaksi Spanyol hingga peluit kick-off berbunyi kembali.

Arsenal, dengan momentum dan rekor tak terkalahkan musim ini, punya modal psikologis yang kuat. Atlético, di kandang sendiri dan dengan dukungan Metropolitano, tahu bahwa mereka tidak boleh tersandung dua kali berturut-turut.

#Arsenal #Liga Champions #Atletico Madrid #Semifinal Ucl #Kontroversi Wasit #Danny Makkelie