Profil Timnas Ghana: Black Stars Generasi Pasca-Asamoah
Ghana di Piala Dunia 2026 dengan generasi pasca-Asamoah Gyan. Tim asuhan Otto Addo mengandalkan banyak pemain main di liga top Eropa, target mengulang prestasi 2010 perempat final.
Ghana masuk Piala Dunia 2026 di edisi keempat dalam sejarah federasi (2006, 2010, 2014, 2022, dan 2026). Pelatih Otto Addo, di periode keduanya sebagai pelatih kepala, mengandalkan generasi pemain yang main di Liga Inggris, Italia, dan Spanyol. Tim asuhan ini melanjutkan tradisi Black Stars sebagai salah satu kekuatan terkuat di Afrika.
Ghana finis di posisi puncak grup CAF kualifikasi, mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia. Edisi 2022 di Qatar, mereka tersingkir di fase grup setelah kalah dari Portugal dan Uruguay. Generasi sekarang berambisi mengulang prestasi edisi 2010 di Afrika Selatan, ketika Ghana mencapai perempat final—hasil terbaik tim Afrika dalam sejarah Piala Dunia.
Generasi Kudus dan Williams
Mohammed Kudus (Tottenham Hotspur), pemain serbaguna yang bisa main di sayap dan gelandang serang, jadi bintang utama. Inaki Williams (Athletic Bilbao), striker Spanyol-Ghana yang memilih membela Ghana di tingkat senior, jadi target man andalan. Thomas Partey (Arsenal) sebagai jangkar lini tengah dengan pengalaman Premier League.
Generasi pendamping termasuk Mohammed Salisu (Monaco) di lini belakang, Alexander Djiku (Fenerbahce) sebagai bek tengah, dan Antoine Semenyo (Bournemouth) di lini depan. Komposisi ini memberi Ghana kombinasi kualitas individu dengan pengalaman kompetisi atletis Eropa.
Ghana di Grup L
Ghana masuk Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama. Komposisi yang berat. Inggris generasi Bellingham-Saka, Kroasia dengan Modric edisi terakhir, dan Panama walau debutan tetap kompetitif. Ghana harus tampil di standar tinggi sejak laga pertama untuk peluang lolos.
Pertemuan Ghana vs Kroasia di laga grup mungkin yang paling kompetitif. Kedua tim punya generasi yang berbeda gaya: Ghana fisikal Afrika, Kroasia teknis Eropa. Hasil laga ini kemungkinan menentukan urutan posisi 2 dan 3 di grup. Pemenang punya peluang lebih besar lolos, kalah berebut posisi peringkat ketiga terbaik untuk Round of 32.