Sundul
Timnas Indonesia

Riyandi Tetap Starter Persis, Kiper Serbia Menunggu

Meski Muhammad Riyandi dipanggil Timnas Indonesia, pelatih Persis Solo tetap mempercayainya sebagai kiper utama ketimbang kiper anyar asal Serbia yang baru bergabung.

Fajar Hidayat · 30 April 2026, 06:01 · 3 min baca

Muhammad Riyandi tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Persis Solo, meski klub kini memiliki opsi baru berupa kiper asing asal Serbia. Pelatih Persis Solo secara tegas memilih Riyandi sebagai starter, bahkan setelah sang kiper menerima panggilan Timnas Indonesia.

Kepercayaan Pelatih kepada Riyandi

Kehadiran kiper baru dari Serbia sempat memunculkan spekulasi soal perubahan posisi starter di bawah mistar Persis. Namun pelatih Persis Solo menegaskan bahwa Riyandi masih menjadi kiper nomor satu tim.

Alasannya bukan sekadar hierarki skuad. Riyandi dinilai sudah memahami sistem permainan Persis secara mendalam, memiliki komunikasi yang baik dengan lini belakang, dan konsisten dalam penampilan. Faktor adaptasi menjadi pertimbangan utama mengapa kiper Serbia belum diprioritaskan untuk mengisi pos starter.

Kiper asing membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, baik dari sisi taktik maupun komunikasi di lapangan. Riyandi tidak memerlukan waktu penyesuaian itu.

Panggilan Timnas Tidak Mengubah Status Riyandi

Panggilan ke Timnas Indonesia justru memperkuat posisi Riyandi di mata manajemen Persis. Status sebagai kiper nasional menjadi bukti bahwa kualitasnya diakui di level yang lebih tinggi.

Pelatih Persis tidak melihat pemanggilan timnas sebagai hambatan. Justru sebaliknya, kehadiran Riyandi di skuad nasional dianggap sebagai kebanggaan klub sekaligus validasi atas keputusan tim pelatih yang selama ini memercayainya.

Saat Riyandi menjalani tugas bersama timnas, kiper Serbia kemungkinan akan mendapat kesempatan bermain. Namun posisi starter saat Riyandi tersedia tidak berubah.

Kondisi Persis Solo di BRI Liga 1

Keputusan ini diambil di tengah situasi Persis yang masih berjuang di papan bawah BRI Liga 1. Dengan 27 poin dari 30 pertandingan, Persis berada di posisi ke-16 klasemen. Rekor mereka: 6 menang, 9 imbang, dan 15 kalah, dengan selisih gol minus 20 (33 gol dicetak, 53 kebobolan).

Angka 53 gol kebobolan menjadi sorotan. Performa lini belakang yang belum solid membuat posisi kiper semakin krusial. Lima laga terakhir Persis mencatat tren tidak konsisten dengan catatan M-K-M-K-I, yang menunjukkan tim masih dalam tekanan di zona bawah klasemen.

Dalam konteks ini, mempertahankan Riyandi sebagai starter adalah keputusan pragmatis. Mengganti kiper di tengah perjuangan menghindari degradasi bisa berdampak negatif pada stabilitas pertahanan.

Peran Kiper Serbia ke Depan

Kiper asal Serbia yang baru didatangkan Persis belum mendapat banyak menit bermain. Perkenalan dengan sistem, rekan setim, dan ritme kompetisi Liga 1 masih berlangsung.

Pelatih tidak menutup pintu bagi kiper tersebut untuk berkontribusi. Namun untuk saat ini, ia ditempatkan sebagai pelapis yang siap tampil jika situasi mengharuskan, bukan sebagai ancaman langsung terhadap posisi Riyandi.

Persaingan sehat di antara keduanya justru diharapkan mendorong Riyandi tampil lebih tajam, sekaligus memberi opsi nyata bagi Persis saat menghadapi jadwal padat di sisa musim.

Riyandi dan Proyeksi Timnas

Panggilan ke Timnas Indonesia menempatkan Riyandi dalam persaingan di level internasional. Ini menuntutnya tampil konsisten di level klub agar tidak kehilangan tempat di skuad nasional.

Bagi Persis, memiliki kiper yang rutin dipanggil timnas adalah aset sekaligus tanggung jawab. Manajemen klub perlu memastikan Riyandi tetap mendapat menit bermain yang cukup agar tetap tajam saat membela Garuda.

Persis sendiri masih membutuhkan beberapa poin lagi untuk benar-benar aman dari ancaman degradasi. Dengan enam pertandingan tersisa, setiap keputusan taktis, termasuk siapa yang berdiri di bawah mistar, bisa menentukan nasib klub di musim depan.

#Timnas Indonesia #Bri Liga 1 #Persis Solo #Liga 1 2025 #Kiper #Muhammad Riyandi