Sundul
MotoGP

Borsoi: Toprak Pilih Waktu Tersulit Masuk MotoGP

Direktur teknis Yamaha, Maxime Borsoi, menyebut Toprak Razgatlıoğlu bergabung dengan MotoGP di momen paling menantang dalam sejarah kelas premier.

Reza Pratama · 30 April 2026, 06:35 · 3 min baca

Toprak Razgatlıoğlu resmi membuat lompatan besar dari WorldSBK ke MotoGP musim 2025 bersama Yamaha. Namun menurut Maxime Borsoi, direktur teknis tim pabrikan Yamaha, juara dunia Superbike asal Turki itu datang di saat yang paling berat dalam sejarah kelas premier.

Borsoi Akui Tantangan Berat Toprak

Borsoi tidak menyembunyikan fakta bahwa transisi Toprak dari WorldSBK ke MotoGP bukan perkara mudah. Ia menyebut grid MotoGP saat ini diisi oleh pembalap-pembalap dengan kualitas merata dan persaingan yang sangat ketat, sehingga proses adaptasi menjadi jauh lebih kompleks dibanding era-era sebelumnya.

Menurut Borsoi, siapa pun yang bergabung dengan MotoGP sekarang — bahkan pembalap sekaliber Toprak — harus melewati kurva pembelajaran yang curam. Kompetisi di grid tidak memberi ruang kesalahan, bahkan untuk nama besar sekalipun.

Dari Superbike ke MotoGP: Jurang yang Nyata

Toprak dikenal sebagai salah satu pembalap paling dominan di WorldSBK. Ia meraih gelar juara dunia Superbike pada 2021 dan konsisten bersaing di garis depan setelahnya. Namun motor MotoGP berbeda secara fundamental — dari karakteristik aerodinamika, distribusi tenaga, hingga cara membaca ban.

Borsoi menegaskan bahwa Toprak tidak hanya belajar motor baru, tetapi juga harus membiasakan diri dengan ritme akhir pekan MotoGP yang jauh lebih padat dan teknis. Setiap sesi latihan, kualifikasi sprint, hingga balapan utama menuntut pemahaman mendalam yang butuh waktu untuk diperoleh.

Yamaha Beri Waktu dan Kepercayaan

Meski kondisinya tidak mudah, Borsoi menegaskan Yamaha tetap menaruh kepercayaan penuh pada Toprak. Pabrikan asal Jepang itu sadar bahwa hasil optimal tidak bisa langsung datang di musim pertama. Target jangka panjang jauh lebih penting daripada tekanan jangka pendek.

Yamaha sendiri sedang dalam proses membangun kembali daya saing mereka di MotoGP setelah beberapa musim kesulitan melawan Ducati yang mendominasi grid. Kehadiran Toprak dipandang sebagai bagian dari strategi besar jangka panjang, bukan solusi instan.

Adaptasi Butuh Proses, Bukan Panik

Borsoi menggarisbawahi satu hal penting: tim tidak panik. Proses adaptasi Toprak berjalan sesuai ekspektasi internal Yamaha. Setiap data yang masuk dari sesi ke sesi menunjukkan kemajuan, meski hasilnya belum selalu tercermin di papan klasemen.

Pernyataan ini penting mengingat ekspektasi publik terhadap Toprak sangat tinggi. Sebagai juara dunia Superbike, banyak yang mengharapkan transisi mulus dan podium segera. Namun realita MotoGP berbicara lain, dan Borsoi menjadi suara yang mengelola ekspektasi tersebut dengan jernih.

Potensi Jangka Panjang Tetap Besar

Di balik tantangan yang ada, Borsoi tidak meragukan potensi Toprak. Kecepatan murni dan naluri balap pembalap berusia 28 tahun itu dianggap sebagai modal yang tidak semua orang miliki. Ketika adaptasi tuntas dan rasa percaya diri terhadap motor makin solid, Yamaha yakin Toprak bisa menjadi kekuatan nyata di grid.

Perjalanan masih panjang. Musim 2025 menjadi tahun investasi, bukan tahun panen. Tapi Yamaha dan Toprak tampaknya sepakat untuk bermain jauh ke depan.

#Motogp #Transfer Motogp #Yamaha Motogp #Toprak Razgatlioglu #Maxime Borsoi #Worldsbk