Sundul
Liga Italia

Spalletti Peringatkan Juventus Usai Imbang di San Siro

AC Milan dan Juventus bermain imbang 0-0 di Stadio Giuseppe Meazza pada pekan ke-34 Serie A. Pelatih timnas Italia Luciano Spalletti langsung melayangkan peringatan keras kepada Bianconeri.

Dimas Wirawan · 30 April 2026, 07:04 · 3 min baca

AC Milan gagal menang di hadapan pendukung sendiri setelah ditahan Juventus 0-0 di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (26/4/2026) malam WIB. Hasil tanpa gol ini memunculkan peringatan dari Luciano Spalletti, pelatih timnas Italia, yang menyoroti performa Bianconeri dalam laga tersebut.

Laga Minim Gol, Ketat dari Awal

Duel Milan kontra Juventus di matchday 34 Serie A berlangsung intens namun miskin peluang emas. Kedua tim saling menjaga ruang dan disiplin taktis, sehingga tidak ada satu pun gol yang tercipta sepanjang 90 menit.

Bagi Milan, satu poin ini kurang memuaskan. Rossoneri yang kini berada di posisi ketiga klasemen Serie A dengan 67 poin dari 34 pertandingan gagal memaksimalkan laga kandang untuk memperkuat posisi mereka di papan atas.

Juventus, di sisi lain, setidaknya keluar dari San Siro tanpa kekalahan. Bianconeri mencatat form DWWWD dalam lima laga terakhir — tidak terkalahkan, tapi juga belum menemukan konsistensi mencetak gol.

Spalletti Angkat Bicara Soal Juventus

Usai laga, Spalletti tidak tinggal diam. Pelatih berusia 67 tahun itu melontarkan peringatan kepada Juventus, menyinggung performa tim besutan Igor Tudor yang dinilai belum memperlihatkan kualitas yang diharapkan di level Serie A.

Spalletti, yang punya rekam jejak panjang melatih di Serie A bersama Roma, Zenit, Napoli, hingga Inter, dianggap memiliki otoritas untuk bicara soal standar permainan di liga domestik Italia. Kritiknya bukan sekadar komentar pinggir lapangan — ada konteks lebih besar yang menyertai pernyataan itu, terutama terkait kebutuhan Italia memiliki klub-klub kompetitif menjelang Piala Dunia 2026.

Posisi Milan di Klasemen: Solid tapi Belum Aman

Milan saat ini mengoleksi 67 poin, unggul dari posisi keempat. Namun dengan form DWLLW dalam lima laga terakhir, konsistensi Rossoneri patut dipertanyakan. Dua kekalahan beruntun sebelum menang di laga terakhir menunjukkan fluktuasi yang bisa berbahaya jika persaingan semakin ketat.

Dengan 34 pertandingan dimainkan, Milan telah mencetak 48 gol dan hanya kebobolan 27 — salah satu pertahanan terbaik di liga musim ini. Namun produktivitas serangan yang stagnan, termasuk hasil 0-0 malam ini, menjadi catatan tersendiri.

Juventus: Masih Mencari Identitas

Angka klasemen Juventus dalam dossier mencerminkan penampilan dalam delapan laga, dengan tiga menang, empat seri, dan satu kalah — mengemas 13 poin. Hasil seri di San Siro menambah daftar panjang laga tanpa kekalahan, tapi juga mempertegas kesulitan Bianconeri dalam menembus pertahanan lawan.

Hanya 14 gol dari delapan laga menjadi angka yang tidak buruk, namun Juventus tampak terlalu bergantung pada organisasi defensif ketimbang inisiatif menyerang. Inilah yang disorot Spalletti dalam peringatannya — bahwa Juventus perlu lebih berani jika ingin kembali bersaing di level tertinggi Serie A.

Apa Artinya bagi Persaingan Serie A?

Hasil imbang ini tidak banyak mengubah peta persaingan. Milan tetap kokoh di posisi ketiga, sementara Juventus masih dalam proses konsolidasi. Namun peringatan Spalletti memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi kubu Turin — bahwa ekspektasi terhadap Bianconeri tetap tinggi, apa pun kondisi mereka saat ini.

Dengan sisa laga yang kian sedikit, setiap poin menjadi krusial. Milan butuh kemenangan untuk menjaga jarak dengan pesaing, sementara Juventus perlu membuktikan bahwa hasil tanpa kekalahan bisa dikonversi menjadi kemenangan nyata.

#AC Milan #Serie A #Liga Italia #Luciano Spalletti #Juventus #Derby Ditalia