Broadcasting Global Piala Dunia 2026: 5 Miliar Pemirsa, Hak Siar Premium
Piala Dunia 2026 diperkirakan ditonton 5 miliar pemirsa global, naik dari 4 miliar di edisi 2022. Hak siar dijual ke 200+ negara dengan premium tertinggi dalam sejarah.
Piala Dunia 2026 diperkirakan ditonton 5 miliar pemirsa global, naik dari 4 miliar di edisi 2022 di Qatar. Estimasi ini berdasarkan format 48 tim dengan 104 pertandingan (vs 64 di Qatar), waktu tayang yang nyaman untuk Amerika dan Eropa, dan ekspansi platform streaming yang membuat konten lebih aksesibel.
Hak siar dijual ke 200+ negara dengan total nilai diperkirakan 5-6 miliar dolar, premium tertinggi dalam sejarah Piala Dunia. FIFA mendapat sebagian besar dari penjualan hak siar (estimasi 60% pendapatan total turnamen), sumber pendanaan utama untuk operasional federasi global empat tahun ke depan.
Pasar Utama
USA: Fox Sports memenangkan hak siar bahasa Inggris dengan biaya 1,2 miliar dolar untuk edisi 2026 dan 2030. Telemundo memenangkan bahasa Spanyol dengan 600 juta dolar. Eropa: ITV dan BBC di Inggris (sharing arrangement), TF1 di Prancis, ARD-ZDF di Jerman, RAI di Italia. Asia: Star+/Disney+ untuk Jepang dan Asia Tenggara, beIN Sports untuk Timur Tengah.
Indonesia: hak siar masih dalam negosiasi (per April 2026). SCTV-Vidio yang menggelar edisi 2022 di Qatar kemungkinan kembali, walau kompetitor seperti Trans 7 dan RCTI juga negosiasi. Harga premium membuat negosiasi lebih kompleks, dengan kemungkinan partial broadcasting (beberapa pertandingan eksklusif streaming).
Streaming Platform
Edisi 2026 menjadi yang pertama dengan ekspansi besar ke platform streaming. FIFA+ (platform official FIFA) akan menyiarkan beberapa pertandingan secara global dengan akses gratis (didukung iklan). DAZN, Star+, Vidio, dan platform regional lain akan menyiarkan pertandingan eksklusif untuk pelanggan berbayar.
Strategi ini mencerminkan tren konsumsi konten yang bergeser dari TV terrestrial ke streaming. Untuk fans muda generasi Z dan milenial, streaming jadi metode utama menonton sepak bola. FIFA mengejar generasi ini dengan produk yang mereka konsumsi.
Inovasi Teknologi
Edisi 2026 akan menggunakan teknologi siaran terbaru: 8K resolution untuk beberapa pertandingan utama, HDR untuk semua pertandingan, dan immersive audio. Beberapa pertandingan akan disiarkan dengan format VR (Virtual Reality) untuk pelanggan platform streaming premium.
VAR (Video Assistant Referee) yang sudah standar sejak Piala Dunia 2018 akan tetap digunakan, dengan teknologi semi-otomatis offside (Semi-Automated Offside Technology, SAOT) yang dikembangkan dari edisi Qatar 2022. Sistem ini memberi keputusan offside dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dari proses VAR manual.