Inter Milan Hancurkan Roma 5-2 di Giuseppe Meazza
Inter Milan membungkam AS Roma 5-2 pada matchday 31 Serie A di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (5/4/2026). Kemenangan besar ini mengakhiri tren buruk Nerazzurri yang tiga laga sebelumnya tanpa kemenangan.
Inter Milan membantai AS Roma 5-2 pada matchday 31 Serie A di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (5/4/2026). Kemenangan telak ini menjadi jawaban lantang Nerazzurri setelah tiga laga sebelumnya tanpa satu pun kemenangan — catatan yang mulai mengkhawatirkan posisi mereka di papan klasemen.
Tren Berbanding Terbalik Sebelum Kickoff
Sebelum laga, Inter menempati posisi 10 klasemen Serie A dengan 15 poin dari 8 laga — lima menang, nol seri, tiga kalah. Form terakhir mereka berbunyi WLLLW, sebuah grafik yang menggambarkan ketidakstabilan serius di paruh musim ini.
Roma datang ke Milan dalam kondisi lebih meyakinkan. Claudio Ranieri dan skuadnya berada di posisi 8 dengan 16 poin dari 8 laga, mencatat lima menang, satu seri, dan dua kekalahan. Lima laga terakhir mereka menghasilkan form DWWWW — empat kemenangan beruntun sebelum laga ini.
Di atas kertas, Roma tampil lebih kompak. Mereka hanya kebobolan 6 gol dari 8 laga, sementara Inter menelan 7 gol di periode yang sama. Namun semua kalkulasi itu runtuh begitu peluit ditiup di Giuseppe Meazza.
Pesta Lima Gol Nerazzurri
Inter langsung mengambil inisiatif sejak menit awal dan tidak memberi Roma ruang untuk membangun momentum. Lima gol tercipta dalam satu malam yang menjadi salah satu penampilan terbaik Nerazzurri musim ini.
Roma memang dua kali membalas, namun respons tersebut tidak cukup untuk menghentikan laju Inter yang tampil lapar setelah sebelumnya dipermalukan dalam tiga laga berturut-turut. Skor akhir 5-2 adalah ekspresi dominasi total tuan rumah sepanjang 90 menit.
Dengan 15 gol dari delapan laga sebelumnya, Inter memang selalu memiliki potensi mengancam. Malam ini, potensi itu meledak sekaligus.
Implikasi Klasemen
Tiga poin dari kemenangan 5-2 ini mendongkrak Inter dari zona yang mulai tidak nyaman. Sebelum laga, mereka tertahan di posisi 10 — hanya selisih satu poin di bawah Roma yang berada di posisi 8.
Kemenangan ini bukan hanya soal angka. Ini soal kepercayaan diri yang sempat goyah setelah tiga laga tanpa menang. Bagi Inter, hasil malam ini menjadi fondasi untuk kembali menantang posisi-posisi papan atas klasemen Serie A.
Sementara Roma harus menerima kenyataan pahit: kemenangan empat laga beruntun mereka terhenti secara brutal. Dengan hanya enam gol kebobolan sebelum laga ini, kebobolan lima gol dalam satu malam adalah tamparan keras bagi lini belakang Serigala Roma.
Catatan yang Perlu Diperhatikan
Inter kini memiliki total 18 poin — naik dari 15 — dan berpeluang besar memanjat klasemen jika konsistensi kembali terjaga. Namun rekam jejak mereka musim ini menunjukkan bahwa fluktuasi performa adalah masalah nyata yang belum terpecahkan.
Roma, di sisi lain, tetap punya modal cukup untuk bertahan di papan atas delapan besar. Mereka masih mencatatkan rasio gol yang relatif sehat sepanjang musim, dan satu kekalahan telak bukan berarti segalanya runtuh.
Sisa musim Series A masih panjang. Pertarungan antar tim menengah atas di klasemen seperti Inter dan Roma akan terus menentukan siapa yang berhak merebut tiket Eropa musim depan.