Roma vs Atalanta 1-1: Rensch dan De Roon Jadi Kunci
AS Roma dan Atalanta berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 di Stadio Olimpico pada pekan ke-33 Serie A, dengan Devyne Rensch dan Marten de Roon tampil sebagai figur sentral di kedua sisi.
AS Roma gagal meraih tiga poin di kandang sendiri setelah Atalanta mencuri satu angka lewat hasil imbang 1-1 di Stadio Olimpico, Sabtu (18/4/2026) malam WIB. Laga pekan ke-33 Serie A ini diwarnai penampilan krusial dua pemain: bek kanan Roma Devyne Rensch dan gelandang veteran Atalanta Marten de Roon.
Jalannya Pertandingan
Roma mengambil inisiatif sejak menit-menit awal, memanfaatkan keunggulan bermain di depan pendukung sendiri. Rensch, bek kanan berusia muda asal Belanda, tampil agresif di sisi kanan — rajin overlap dan menjadi sumber ancaman dari tepi lapangan.
Roma akhirnya membobol gawang Atalanta dan unggul lebih dulu. Tekanan konsisten dari lini tengah Roma terbukti menghasilkan gol yang memaksa Atalanta merespons.
Namun Atalanta tidak menyerah. De Roon, kapten berpengalaman di jantung lini tengah La Dea, menjadi motor penggerak kebangkitan tim tamu. Gelandang internasional Belanda itu tak henti memotong aliran bola Roma dan mendistribusikan bola cepat ke depan. Atalanta berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Rensch: Ancaman Konstan dari Sisi Kanan
Devyne Rensch kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu full-back paling dinamis di Serie A musim ini. Kapasitasnya bertahan sekaligus menyerang membuat Atalanta kesulitan mengunci sisi kanan Roma sepanjang 90 menit.
Kontribusinya tidak hanya soal dukungan serangan. Rensch juga tampil disiplin saat Atalanta balas menekan, memotong beberapa situasi berbahaya sebelum berkembang menjadi peluang serius bagi tim tamu.
De Roon: Jangkar yang Tak Bisa Dibungkam
Di sisi seberang, Marten de Roon melakukan pekerjaan kotor yang sering luput dari sorotan. Gelandang bertahan 35 tahun itu menjadi alasan utama mengapa Atalanta mampu bertahan dan akhirnya menyamakan skor.
De Roon konsisten menutup ruang, memenangkan duel udara, dan menjaga keseimbangan defensif Atalanta ketika tekanan Roma mencapai puncaknya. Perannya sebagai penyeimbang lini tengah sangat terasa, terutama pada babak kedua saat Roma mencoba merebut kembali keunggulan.
Dampak ke Klasemen Serie A
Hasil imbang ini menempatkan Roma di posisi ke-8 klasemen sementara Serie A dengan 16 poin dari 8 laga — catatan 5 menang, 1 seri, dan 2 kalah. Form terkini Roma terbilang solid: empat kemenangan beruntun sebelum seri ini sempat memposisikan mereka sebagai kandidat kuat zona Eropa.
Atalanta, di sisi lain, berada di posisi ke-15 dengan 13 poin dari 8 pertandingan. La Dea datang ke Roma dengan tren menarik — tiga kemenangan berturut-turut — dan satu poin di Olimpico bisa jadi berharga untuk menjaga momentum mereka menjauh dari zona rawan.
Selisih poin antara dua tim ini cukup besar, namun Atalanta membuktikan bahwa papan tengah Serie A musim ini jauh dari tim-tim yang mudah dikalahkan di atas kertas.
Apa Selanjutnya?
Roma perlu segera bangkit dan kembali meraih kemenangan jika ingin mempertahankan persaingan di zona Eropa. Dengan jadwal Serie A yang semakin padat menjelang akhir musim, setiap poin yang terbuang akan semakin mahal harganya.
Atalanta sebaliknya akan membawa pulang satu poin dari markas tim papan atas sebagai modal kepercayaan diri. Konsistensi De Roon di lini tengah dan ketangguhan kolektif La Dea menunjukkan bahwa mereka punya cukup kualitas untuk terus bersaing di paruh bawah klasemen tanpa terjerembab lebih dalam.
Laga 1-1 ini mungkin tidak menghasilkan pemenang, tapi mempertegas satu hal: Serie A musim ini terlalu kompetitif untuk dianggap sudah selesai di laga mana pun.