Sundul
Liga Inggris

Arsenal 13 Laga Tak Terkalahkan Usai Imbang Lawan Atletico

Arsenal memperpanjang tren tanpa kekalahan menjadi 13 laga setelah bermain imbang dramatis kontra Atletico Madrid, menghidupkan kembali memori manis musim legendaris satu dekade lalu.

Reza Pratama · 30 April 2026, 09:32 · 3 min baca

Arsenal menutup laga kontra Atletico Madrid dengan hasil imbang yang penuh kontroversi VAR, namun hasil tersebut cukup untuk menggenapi rangkaian 13 pertandingan tanpa kekalahan — pencapaian yang langsung membangkitkan kenangan manis dari satu dekade silam.

Imbang Dramatis yang Diwarnai VAR

Pertandingan antara Atletico Madrid dan Arsenal berlangsung panas dan penuh ketegangan. Drama tidak hanya tersaji lewat permainan di lapangan, tetapi juga melalui sejumlah keputusan VAR yang menjadi bahan perdebatan setelah peluit panjang berbunyi.

Setidaknya ada enam momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan, mulai dari keputusan gol yang dianulir hingga pelanggaran-pelanggaran yang diputuskan ulang lewat review video. Bagi Arsenal, hasil imbang ini terasa berharga — bukan karena menyelamatkan poin, melainkan karena mempertahankan tren positif yang sudah terbangun cukup panjang.

13 Laga Tanpa Kekalahan: Angka yang Berbicara

Sejak terakhir kali mencicipi kekalahan, Arsenal sudah melewati 13 pertandingan tanpa satu pun kalah. Ini bukan sekadar statistik biasa. Di tengah jadwal padat yang mempertemukan mereka dengan lawan-lawan kelas berat, konsistensi semacam ini menjadi sinyal nyata bahwa The Gunners sedang berada dalam momentum terbaik mereka.

Di Premier League sendiri, Arsenal tampil sempurna. Dari 8 pertandingan yang sudah dimainkan, seluruhnya berakhir dengan kemenangan — 8 menang, 0 seri, 0 kalah. Mereka mengoleksi 24 poin dan memimpin klasemen dengan telak, mencetak 23 gol dan hanya kebobolan 4. Forma terakhir mereka: WWWWW.

Angka-angka itu bukan hanya mengagumkan, tapi juga menegaskan bahwa Arsenal tidak sedang bermain cantik secara kebetulan. Ada fondasi taktis dan mental yang kokoh di balik performa ini.

Bayangan Musim Legendaris 10 Tahun Silam

Tren 13 laga tanpa kekalahan ini langsung memicu perbandingan dengan salah satu musim terbaik dalam sejarah Arsenal — periode sekitar satu dekade lalu yang hingga kini masih dikenang oleh para Gooners. Saat itu, Arsenal pernah membangun fondasi luar biasa lewat konsistensi serupa, sebelum akhirnya performa itu menjadi penanda era emas yang tak terlupakan.

Kini, dengan skuad yang diperkuat lebih dalam dan manajer yang memahami betul cara membangun mentalitas juara, Arsenal seolah sedang menulis ulang narasi itu. Banyak pengamat menyebut bahwa DNA permainan yang ditampilkan musim ini memiliki kesamaan karakter dengan era tersebut: agresif, terorganisasi, dan nyaris tanpa celah.

Kekuatan Arsenal Musim Ini

Catatan defensif Arsenal di Premier League berbicara keras. Hanya kebobolan 4 gol dari 8 pertandingan adalah salah satu yang terbaik di liga. Di sisi lain, 23 gol yang dicetak menunjukkan bahwa lini serang mereka sama sekali tidak mandul.

Kepercayaan diri yang dibangun dari rentetan kemenangan di liga terbawa pula ke kompetisi Eropa. Meski di hadapan Atletico Madrid — tim yang dikenal memiliki organisasi defensif sangat solid — Arsenal tetap mampu tampil kompetitif dan tidak pulang dengan kekalahan.

Atletico sendiri bukan lawan sembarangan. Diego Simeone membangun sistem pertahanan yang telah menghentikan banyak tim besar Eropa selama bertahun-tahun. Fakta bahwa Arsenal berhasil melewati malam itu tanpa takluk menambah bobot pencapaian 13 laga tersebut.

Target Selanjutnya

Arsenal kini memimpin klasemen Premier League dengan sempurna dan momentum mereka di Eropa ikut terjaga. Pertanyaan berikutnya adalah seberapa jauh tren ini bisa berlanjut.

Jadwal ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Namun dengan mentalitas yang tengah membara dan statistik yang mendukung, Arsenal punya segala alasan untuk percaya bahwa musim ini bisa menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa — bukan sekadar menghidupkan kenangan, tapi menciptakan legenda baru.

#Premier League #Arsenal #Klasemen Premier League #Liga Champions #VAR #Atletico Madrid