Sundul
Liga Inggris

Odegaard: Arsenal Lapar Juara Liga Champions

Kapten Arsenal Martin Odegaard angkat bicara soal ambisi The Gunners meraih trofi Liga Champions yang belum pernah mereka raih sepanjang sejarah klub.

Naila Sari · 30 April 2026, 10:42 · 3 min baca

Martin Odegaard tidak menutupi ambisi Arsenal untuk akhirnya menaklukkan Liga Champions. Kapten timnas Norwegia itu menegaskan bahwa ketiadaan trofi Liga Champions di lemari Arsenal bukan sesuatu yang bisa terus dibiarkan, dan skuad saat ini punya kualitas untuk mengubah sejarah itu.

Odegaard Akui Arsenal "Belum Lengkap"

Odegaard menyebut Liga Champions sebagai trofi yang paling diinginkan oleh setiap pemain dan setiap klub besar. Arsenal, sebagai salah satu klub tersukses di Inggris, belum sekalipun mengangkat trofi bergengsi Eropa itu.

Bagi Odegaard, fakta itu justru menjadi bahan bakar motivasi. Ia menyebut ambisi memenangkan Liga Champions sebagai sesuatu yang nyata, bukan sekadar mimpi kosong, mengingat kualitas skuad yang ada saat ini di bawah asuhan Mikel Arteta.

Pernyataan Odegaard ini muncul di tengah momen terbaik Arsenal musim ini. Di Premier League, The Gunners sedang tak terkalahkan, mencatatkan delapan kemenangan dari delapan laga untuk memimpin klasemen dengan 24 poin dan form sempurna WWWWW.

Rekor Premier League yang Mendukung Kepercayaan Diri

Arsenal saat ini bertengger di puncak klasemen Premier League musim ini dengan statistik yang sangat meyakinkan: 8 main, 8 menang, 23 gol dicetak, dan hanya 4 gol kemasukan. Selisih gol plus-19 itu menempatkan mereka jauh di atas pesaing terdekat.

Performa domestic yang dominan itu menjadi fondasi kuat bagi klaim Odegaard bahwa Arsenal layak bermimpi besar di Eropa. Konsistensi di liga kerap berbanding lurus dengan ketangguhan di kompetisi Eropa.

Lawan terdekat mereka di Liga Champions, Atalanta, berada dalam kondisi yang jauh berbeda. Sang juara Liga Europa itu kini menempati posisi 15 Serie A dengan 4 menang, 1 seri, dan 3 kalah dari 8 laga, mengumpulkan 13 poin. Meski form tiga laga terakhir Atalanta menunjukkan kebangkitan (WWW), jarak kelas antara dua tim sangat terlihat dari performa musim keseluruhan.

Kontroversi VAR Warnai Perjalanan Arsenal

Di luar pernyataan Odegaard soal ambisi Eropa, Arsenal juga tengah disorot akibat kontroversi wasit. Pelatih Mikel Arteta angkat bicara setelah wasit membatalkan penalti yang sempat diberikan untuk Arsenal usai melihat monitor VAR.

Arteta tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi VAR dan menilai keputusan itu merugikan timnya. Meski begitu, manajer asal Spanyol itu tetap menekankan fokus pada apa yang bisa dikendalikan: performa di lapangan.

Bagi Arsenal, kontroversi semacam ini bukan hal baru. Namun di bawah Arteta, respons tim selalu sama: terus bermain, terus menekan, dan biarkan hasil berbicara.

Mengapa Musim Ini Terasa Berbeda

Arsenal di bawah Arteta telah menunjukkan lompatan kualitas yang signifikan dalam beberapa musim terakhir. Dari tim yang berjuang masuk empat besar, mereka kini menjadi kontender gelar yang nyata di dua front sekaligus.

Odegaard sendiri adalah simbol transformasi itu. Gelandang berusia 26 tahun itu bukan sekadar pemain berbakat, ia adalah pemimpin di lapangan yang memberi arah dan ketenangan bagi tim di momen-momen krusial.

Dengan kedalaman skuad yang terus membaik, dukungan investasi dari manajemen, dan filosofi permainan Arteta yang semakin matang, pernyataan Odegaard soal Liga Champions bukan sekadar retorika. Ini adalah deklarasi serius dari sebuah tim yang sadar betul bahwa jendela peluang mereka sedang terbuka lebar.

Arsenal belum pernah juara Liga Champions. Odegaard ingin mengubah kalimat itu menjadi masa lalu secepatnya.

#Premier League #Arsenal #Martin Odegaard #Liga Champions #VAR #Mikel Arteta