Sundul
Timnas Indonesia

Argentina di Piala Dunia 2026: Bintang Keempat Tanpa Messi?

Argentina tiba di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan dengan misi menambah bintang keempat di jersey mereka — dengan atau tanpa Lionel Messi.

Bayu Aditya · 30 April 2026, 11:31 · 3 min baca

Argentina tiba di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan setelah mengakhiri puasa gelar 36 tahun di Qatar 2022. Kini, La Albiceleste mengincar bintang keempat di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — dan pertanyaan terbesar menggantung di udara: apakah Lionel Messi akan menjadi bagian dari perjalanan itu?

Status Messi: Masih Tanda Tanya Besar

Lionel Andrés Messi lahir 24 Juni 1987. Ketika Piala Dunia 2026 bergulir, ia sudah berusia 39 tahun. Penyerang Inter Miami itu memang belum secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional, namun kondisi fisik dan usia menjadi variabel utama yang menentukan apakah ia akan berada dalam daftar skuad.

Messi adalah satu-satunya pemain yang mengangkat trofi Piala Dunia 2022 sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik turnamen. Kepergiannya dari skuad — jika itu yang terjadi — akan meninggalkan lubang besar secara psikologis dan teknis bagi Argentina.

Namun federasi sepak bola Argentina (AFA) dan pelatih Lionel Scaloni tampak mulai membangun skenario tanpa ketergantungan penuh pada nomor 10 itu.

Generasi Penerus Sudah Siap

Argentina tidak kekurangan bakat. Sejak Qatar 2022, beberapa nama muda sudah naik kelas dan siap memikul beban lebih besar di Piala Dunia mendatang.

Enzo Fernández, gelandang Chelsea yang juga meraih penghargaan pemain muda terbaik di Qatar, kini semakin matang. Julian Alvarez, penyerang Atletico Madrid, terbukti mampu tampil produktif di level tertinggi. Lautaro Martinez terus menjadi mesin gol andalan di lini depan.

Di sektor belakang, kombinasi antara pemain senior dan wajah-wajah segar memberikan kedalaman skuad yang solid. Scaloni memiliki opsi lebih banyak dibanding saat ia membangun tim untuk Qatar empat tahun lalu.

Format Baru, Peluang Lebih Lebar

Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru dengan 48 tim peserta — bertambah dari 32 tim di edisi sebelumnya. Artinya, lebih banyak pertandingan, lebih banyak variabel, dan stamina skuad menjadi kunci yang tidak bisa diabaikan.

Bagi Argentina, format ini menguntungkan sekaligus menuntut kesiapan rotasi yang lebih baik. Scaloni harus mampu memastikan bahwa tim tidak habis di fase grup atau babak 32 besar, dan masih menyimpan energi maksimal untuk fase gugur.

Dengan kedalaman skuad yang dimiliki saat ini, La Albiceleste termasuk tim yang paling siap menghadapi perubahan format tersebut.

Rivalitas dan Ancaman Nyata

Jalan Argentina menuju bintang keempat tidak akan mulus. Prancis, yang mengalahkan mereka di semifinal 2018 lalu membalas di final Qatar 2022 dalam drama adu penalti, pasti ingin membalas dendam. Brasil, Inggris, dan Spanyol juga tidak akan memberi ruang.

Dari luar Eropa dan Amerika Selatan, Maroko yang mencapai semifinal di Qatar 2022 tetap menjadi kejutan potensial yang tidak boleh diremehkan.

Argentina perlu lebih dari sekadar nostalgia trofi Qatar. Mereka butuh konsistensi, kedalaman skuad, dan — jika mungkin — satu momen ajaib dari Messi jika sang kapten memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.

Skenario Terbaik: Messi Ada, tapi Bukan Satu-satunya Andalan

Skenario ideal bagi Argentina adalah Messi hadir dalam kapasitas terbatas namun tetap berkontribusi — sebagai pemimpin locker room, sebagai eksekutor set-piece, atau sebagai super-sub yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Tapi jika Messi tidak ada, Argentina tetap punya tim yang cukup kuat untuk bersaing. Alvarez, Lautaro, dan Enzo sudah lebih dari cukup sebagai fondasi. Scaloni hanya perlu memastikan bahwa kolektif tim tidak runtuh tanpa magis sang legenda.

Bintang keempat bukan mimpi. Argentina punya amunisi, pengalaman, dan mentalitas juara. Yang tersisa hanyalah membuktikannya di lapangan, di tanah Amerika Utara, musim panas 2026.

#Piala Dunia 2026 #Argentina #Lionel Messi #Julian Alvarez #Lionel Scaloni #La Albiceleste